Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Karya Para Finalis Semakin Variatif dan Berkualitas, Bawa Angin Segar untuk Industri Musik dan Visual Art Tanah Air

Author : Admin Music

Article Date : 15/03/2022

Article Category : Dare To Be Next - Article

Ajang kontestasi karya musik dan seni visual bertajuk Dare To Be The Next Superstar (DTBTNS) Season 2 bergulir memasuki babak penjurian. Lebih dari 900 karya dari kategori musik maupun visual art telah sampai ke meja dewan juri sejak pendaftaran ditutup pada 14 Maret 2022. Selain animo yang tinggi, karya dari para peserta DTBTNS Season 2 ini dinilai semakin menarik, variatif, dan berkualitas.

Perwakilan Supermusic, Nathaniel W Utomo mengatakan, dalam fase penjurian akan terjadi proses seleksi dan kurasi karya peserta oleh para juri yang terdiri dari; Rekti Yoewono, Ronald Steven, dan Nadia Yustina di kategori musik, serta Oom Leo, Popo Mangun, Hana Madness, Bunga Fatia, dan Streoflow di kategori visual art. Dari ratusan karya para finalis tersebut nantinya dikurasi dan akan mengikuti sesi coaching bersama para expert di masing-masing kategori.

“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya untuk setiap karya yang telah di-submit mengikuti DTBTNS Season 2 ini. Meski proses submission sempat kami perpanjang karena situasi pandemi, namun ini justru memunculkan lebih banyak karya-karya yang menarik dan berkualitas di setiap kategori. Kami berharap proses penjurian bersama para expert selanjutnya dapat memberikan beragam insight yang positif bagi para finalis,” ujar Nathaniel.

Harapan yang tinggi terhadap para finalis juga diungkapkan Rekti Yoewono yang ditunjuk sebagai salah satu juri di kategori musik. Menurut vokalis The SIGIT ini, karya-karya yang semakin bervariatif dari para finalis diharapkan bisa menjadi angin segar bagi dunia musik Indonesia ke depan. Ia menyebut, para musisi muda berbakat ini perlu terus didorong agar semakin dikenal luas dan memiliki kesempatan berkembang.

“Banyaknya jumlah submission bisa jadi karena adanya peningkatan keberanian para pegiat musik untuk menampilkan karya. Saya rasa itu hal yang bagus, apalagi di DTBTNS Season 2 ini karyanya semakin variatif banget. Seingat saya DTBTNS tahun lalu didominasi oleh musik pop, pop punk dan rock. Tahun ini saya perhatikan ada banyak band metal, bahkan ada musik electronic juga,” ungkap Rekti.

Rekti menambahkan, karya yang semakin beragam dan berkualitas di Dare To Be The Next Superstar Season 2, membuat para juri tertantang dan menjadi ekstra selektif untuk mengkurasi karya terbaik dari yang terbaik. Tak dipungkiri pula jika nantinya akan terjadi perdebatan alot di kursi juri.

“Cukup menantang buat para juri sepertinya ya. Saya sebisa mungkin tidak bias terhadap genre musik yang saya gemari saja. Untungnya banyak talenta menarik yang punya potensi untuk bisa dinikmati khalayak, tanpa memandang aliran musiknya,” ucap Rekti.

Hal senada diungkapkan Oom Leo yang menjadi juri di kategori visual art. Pria bernama asli Narpati Awangga ini mengaku harus menguras energi dan pikiran saat menilai karya-karya visual art yang kualitasnya di atas rata-rata.

“Antusiasme para peserta sangat luar biasa. Banyak yang cukup menyita perhatian baik dari segi teknis, konsep dan ide, serta artistik yang mengagumkan. Enggak cuma satu atau dua karya, banyak yang bikin gue kelimpungan untuk memilih kandidat juara DTBTNS Season 2 ini,” papar Oom Leo.

Pada fase penjurian, selain proses kurasi juga akan ada sesi coaching, sesi bagi para juri berbagi ilmu serta pengalaman mereka kepada para finalis DTBTNS Season 2. Rekti dan Oom Leo pun sudah menyiapkannya materi agar sesi ini berjalan stimulus dan menjadi bekal untuk finalis mengembangkan diri maupun karya mereka.

Di tahap coaching mendatang, Rekti pribadi akan lebih menekankan terkait performance karena merupakan poin penting bagi seorang performer. Mulai dari bagaimana cara menampilkan diri di atas panggung, hingga cara berkomunikasi yang tepat dengan audience. Kalau Oom Leo cenderung fokus kepada proses awal penggarapan sebuah karya visual art. 

“Pendalaman konsep dan ide dasar penciptaan karya. Kalau untuk urusan teknis, nampaknya gak banyak yang harus dikulik lebih dalam. Karena skill rata-rata para finalis udah sangat oke banget,” timpal Oom Leo.