Tidak dapat dipungkiri bahwa internet membuka jalan besar bagi banyak orang untuk memulai karier di industri kreatif. Hal tersebut pula yang dirasakan oleh Blanks. Musisi muda asal Belanda ini mampu membuat karya-karyanya menjangkau belahan dunia lainnya melalui internet berkat aktif mengunggah musiknya sebagai konten di Youtube.
Dedikasi dan produktivitas yang terus dijaga oleh Blanks pun akhirnya menelurkan sebuah ide baru. Ide tersebut berjudul Nothing Lasts Forever and That’s Ok yang merupakan judul dari album perdana yang telah dipersiapkan oleh Blanks. Dalam mengeksekusi ide tersebut, Blanks pun berperan sebagai produser eksekutif. Dalam hal ini, Blanks menulis hampir seluruh lagu yang dirinya ciptakan untuk album Nothing Lasts Forever and That’s Ok yang rilis pada 29 Oktober 2021 kemarin.
Lagu-lagu yang ditulis dan diproduksi oleh Blanks merupakan representasi kehidupan personal dari sang musisi. Melalui siaran pers yang diterima, album perdana Blanks disuguhkan oleh sang musisi untuk bisa membawa semua pendengarnya menelusuri perjalanan hidupnya melalui momen-momen paling bahagia dan tersedih hidupnya sebagai inspirasi besar dalam proses penulisan lagu di dalam album Nothing Lasts Forever and That’s Ok ini. Momen tersebut meliputi saat Blanks bertemu cinta pertamanya, menghabiskan hari-hari di musim panas dengan teman-temannya, dan saat dirinya kehilangan sahabat semasa kecilnya.
Album perdana dari Blanks ini dianggap sebagai sebuah upaya dari sang musisi untuk menciptakan sebuah album indie pop kontemporer yang mengajak pendengarnya untuk membuat memori-memori mereka sendiri. Blanks menginginkan agara lagu-lagu yang ditulisnya di dalam album perdananya tersebut berperan sebagai musik latar kehidupan sehari-hari para pendengarnya. Salah satu latar yang coba direalisasikan oleh Blanks lebih dulu pada 10 September lalu melalui sebuah lagu berjudul Never Have I Ever. Lagu terbaru dari Blanks tersebut merupakan single ke-4 yang diambil untuk merayakan perilisan album Nothing Lasts Forever and That’s Ok.
Proses produksi lagu Never Have I Ever ini dilakukan oleh Blanks yang dibantu dengan kehadiran Joonas Parkkonen sebagai produser. Keduanya sepakat untuk memproduksi vokal yang antemik dengan nuansa retro berkat permainan synth yang kental, serta bagian chorus yang catchy. “Never Have I Ever adalah sebuah lagu untuk orang-orang di kehidupanmu yang membuatmu bergairah akan hidup, mencoba hal-hal baru, dan membuatmu merasa hidup. Aku ingin meneriakkan lirik di lagu ini di mobil bersama teman-temanku saat pergi roadtrip, pergi ke tempat-tempat yang tak terduga, membuat api unggun, dan melihat bintang-bintang,” jelas Blanks dalam siaran pers ketika berbicara mengenai lagu Never Have I Ever.
Dalam siaran pers tersebut Blanks juga menjelaskan proses penulisan lagu secara virtual yang baru dirasakannya. “Aku menulis lagu ini bersama Joonas dan Eirik Næss lewat Zoom, Joonas di Finlandia, Eirik di Maladewa, dan aku sendiri di Belanda. Gila rasanya kami dapat membuat sebuah lagu ini dengan cara seperti itu. Aku rasa semuanya merupakan kombinasi magis musik Skandinavia dan good vibes dari Maladewa!” ujar Blanks.
Selain lagu Never Have I Ever, Blanks juga memperkenalkan single kelimanya yang berjudul I’m Sorry pada 18 Oktober lalu. Pendekatan kreatif yang personal masih jadi titik berat dalam penulisan lagu ini. Blanks mengakui bahwa penulisan lirik dilakukan secara sejujur-jujurnya sebagai bentuk titik balik bagi Blanks yang sadar bahwa sudah saatnya ia jujur kepada dirinya sendiri tentang hubungan asmara yang ia selama ini jalani. Dalam lagu I’m Sorry, Blanks bercerita tentang situasi dirinya yang dihadapkan dengan keputusan yang penting, antara mengejar impiannya atau kehilangan orang yang ia sayangi.
Blanks menjelaskan tentang proses pembuatan lagu terbarunya dalam siaran pers mengenai I’m Sorry, “Lagu ini direkam dalam satu take di sebuah kabin di tengah hutan. Jika kamu mendengarnya dengan baik, kamu bisa mendengar suara burung di antara lirik-lirik lagu ini yang memberikan nuansa yang organik dan serba jujur. Rasanya seperti aku mengeluarkan semua emosi terdalam dari diriku tanpa filter apapun.”
Single I’m Sorry jadi perjalanan terakhir sebelum akhirnya Blanks resmi meluncurkan album perdananya secara global. Indonesia merupakan salah satu negara yang dipilih oleh Blanks bersamaan dengan sejumlah negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Filipina, Thailand, dan Malaysia masuk ke daftar 15 negara yang paling sering mendengarkan musik Blanks.
Image courtesy of Jantina Talsma / Blanks
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 30/10/2021
2 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
RAHAYU YAYUK
01/04/2025 at 20:05 PM
RAHAYU YAYUK
01/04/2025 at 20:05 PM