Kabar terbaru soal eksistensi Judas Priest diberikan oleh sang bassist, Ian Hill. Sosok berusia 70 tahun tersebut mengungkapkan bahwa veteran heavy metal asal Inggris tersebut kemungkinan besar akan merekam beberapa materi musik baru.
Pernyataan ini diberikan Ian Hill dalam wawancara terbarunya dengan The Morning Call. Sang pembetot bass Judas Priest itu bahkan mengaku bahwa band yang sudah eksis sejak 1969 tersebut punya cukup banyak materi musik baru sehingga berpotensi melahirkan album anyar.
Proses penggarapan materi musik baru ini bukan tidak menghadapi masalah. Pandemi COVID-19 yang melanda sejak tahun lalu bikin ruang gerak para personel Judas Priest jadi terhalang karena mereka hidup di wilayah yang berbeda-beda.
"Setidaknya ada satu album baru atau setidaknya dua materi baru. Masalah besarnya adalah COVID selama setahun terakhir. Kami belum bisa berkumpul, kalian tahu? Beberapa orang tinggal di Amerika Serikat dan beberapa yang lain tinggal di Inggris, jadi kami tidak bisa benar-benar berkumpul untuk berlatih. Ini baru saja terbuka sekarang, hanya sedikit mereda sekarang, yang merupakan bonus," ujar Ian Hill.
Ian menambahkan bahwa gitaris Richie Faulkner dan Glenn Tipton sudah mengumpulkan ide masing-masing untuk album baru Judas Priest. Richie dan Glenn bertugas untuk membuat materi mentah dari lagu-lagu baru itu, kemudian Ian dan Scott Travis (drummer) tinggal memasukan bagian bass dan drum.
Namun, mereka belum bisa berkumpul bersama untuk menggarap materi musik baru ini. Ian mengakui proses dan tahapan pembuatan lagu menjadi cukup berantakan karena tidak berdiskusi dan berkumpul bersama dalam satu ruangan studio.
"Jauh lebih mudah untuk berada di dalam ruangan dengan semua orang dan mereka memberitahu Anda, 'Kayaknya, bagian itu kurang bagus, coba cari lagi.' Atau 'Kami menyukai bagian itu'. Hal ini membuat jauh lebih mudah dan lebih nyata. Jadi lebih baik melakukannya secara tatap muka, ketika kita semua bersama-sama," jelasnya.
Adapun, tahun 2018 lalu menjadi terakhir kali Judas Priest melepas album yang diberi tajuk 'Firepower'. Sebagai album ke-18, 'Firepower' masih mendapat tempat istimewa untuk para pendengar Judas Priest.
Album tersebut laku terjual 49 ribu kopi dalam satu minggu di Amerika Serikat dan debut di posisi kelima Billboard 200. Bahkan, torehan itu merupakan posisi album terbaik Judas Priest di Amerika Serikat setelah belasan album dilepas mereka.
Tak cuma itu, 'Firepower' juga duduk di peringkat kelima tangga lagu Inggris. Ini menjadi album di posisi 10 besar pertama Judas Priest di Inggris sejak album keenam mereka, British Steel, pada 1980 silam.
Dengan pertimbangan kesuksesan album tersebut, Rob Halford sang frontman Judas Priest mengungkapkan pada Maret lalu bahwa mereka akan kembali menggunakan jasa tim produski album 'Firepower' di album mereka selanjutnya. Adapun, album 'Firepower' diproduseri oleh Andy Sneap dan Tom Allom, serta Mike Exeter.
"Album itu (Firepower) adalah eksperimen yang hebat. Kami bahkan tak menyangkan akan berhasil. Perpaduan metal klasik dari Tom dan yang lebih modern dari Andy, juga sentuhan Mike yang sudah terbukti dalam karya-karya di Black Sabbath," ujar Rob Halford.
"Jadi ada tiga kepala yang bekerja bersama. Dan kami berpikir, 'Ini akan menjadi sesuatu yang bagus dan ternyata menjadi sesuatu yang bagus. Jadi kami berpikir untuk membuat ulang momen-momen produksi yang sama," tuturnya.
Selain album baru atau setidaknya musik anyar yang besar kemungkinan akan dilepas oleh Judas Priest, para penggemar mereka pun akan dikejutkan dengan perilisan box set spesial yang diberi tajuk 'Reflection'. Bokset ini akan berisi lagu-lagu dari album pertama mereka Rock Rolla pada 1974 hingga paling terbaru Firepower.
Kabarnya, box set ini akan berisi 42 CD yang mencakup setiap album studio dan album live Judas Priest.
Di lain sisi, Ian Hill juga memberikan sebuah kabar yang kurang menyenangkan buat para penikmat musik Judas Priest. Dia menyebutkan ada kemungkinan Judas Priest akan pensiun setelah lebih dari 50 tahun bermusik.
"Tak satupun dari kami yang bodoh. Kita semua tahu berapa umur kita dan Anda masih mengerang ketika Anda bangun dari kursi dan hal-hal seperti itu. Anda tahu tanggal akhir menatap wajah kanan Anda."
“Saya pikir tolok ukurnya adalah, selama kami bisa menampilkan kualitas yang bagus dan membuat musik yang berkualitas, kami akan melanjutkan, Anda tahu? Tetapi jika standar mulai turun sedikit, yah, tidak ada gunanya melakukan hal semacam itu," pungkas Ian Hill.
Image source: Shutterstock
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 06/10/2021
1 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
AyuRL Ningtyas
07/09/2025 at 13:16 PM