Jika membahas soal konsistensi, tampaknya Spritiualized merupakan salah satu band shoegaze yang cukup berhasil menjaga konsistensinya dalam berkarya. Sebagaimana yang kalian ketahui, Superfriends. Menurunnya gelombang pertama shoegaze membuat kelompok musisi yang mempelopori genre tersebut harus tutup buku namun tidak bagi Spiritualized.
Meskipun tidak pernah ada kata bubar, Spiritualized memang tidak selalu menjadi band yang aktif. Namun, kehadiran Spiritualized di setiap eranya selalu hadir dengan nuansa atau eksplorasi musik yang berbeda. Hal tersebut juga yang ditawarkan oleh Spiritualized melalui single Crazy, sebuah karya baru dari band besutan J. Spaceman ini.
Crazy dirilis berbarengan dengan sebuah video klip yang juga mengandung kesan nostalgia yang kuat. Video klip terbaru dari Spiritualized ini dikemas dengan konsep yang menyerupai karya film pendek dari Andy Warhol.
Beberapa pihak media internasional menilai bahwa karya baru dari Spiritualized ini punya komposisi yang cukup menghadirkan kesan nostalgia. Single Crazy ini merupakan lagu kedua yang dikenalkan oleh Spiritualized dalam menyambut album kesembilan mereka, Everything Was Beautiful. Judul albumnya sendiri dipilih oleh Spiritualized sebagai bentuk respons akan pengalaman hidup J. Spaceman yang menjalani masa pandemi dengan cukup melelahkan.
Proses pengerjaan album yang dilakukan oleh Spiritualized sendiri juga terbilang ekstensif. J. Spaceman mengakui bahwa album Everything Was Beautiful melibatkan 11 studio rekaman untuk proses produksinya. Salah satunya adalah studio pribadi J. Spaceman yang ada di rumahnya. Dalam proses pengerjaannya, J. Spaceman juga melakukan eksplorasi terhadap 16 instrumen yang dipersiapkan untuk melengkapi konsep kreatif dari album ini.
Secara garis besar, J. Spaceman menceritakan bahwa tema keseluruhan dari album terbaru Spiritualized ini adalah terkait informasi akan kondisi dunia yang bergerak secara tidak seimbang. Bagaimana informasi tersebut memengaruhi sikap dari manusia dan elemen lain di dalam dunia. Meskipun begitu, di balik kondisi yang terkesan berangakan, Spiritualized meyakini bahwa ada sebuah kekuatan yang bisa dijadikan sebagai pegangan bagi siapa saja untuk bisa kembali normal dan meraih tujuan seperti sedia kala.
Album terbaru dari Spiritualized ini rencananya akan dirilis pada akhir Februari mendatang di bawah naungan Bella Union. Spiritualized juga mempersiapkan edisi eksklusif untuk format piringan hitam dari album Everything Was Beautiful ini.
Awal tahun 2021 lalu, Spiritualized juga sempat merilis ulang album pertama mereka yang secara resmi rilis dalam rentang tahun 1992 hingga 2001. Keempat album perdana yang akan dirilis ulang oleh Spiritualized ini di antara lain adalah Lazer Guided Melodies (1992), Pure Phase (1995), Ladies and Gentlemen We Are Floating in Space (1997), dan Let It Come Down (2001). Rencananya, Spiritualized akan merilis keempat album tersebut dalam format piringan hitam melalui Fat Possum sebagai label dan pihak yang mendistribusikan keempat album pertama dalam diskografi band asal Inggris tersebut.
Proyek rilisan ulang yang dilakukan oleh Spiritualized ini merupakan keinginan pribadi dari pentolan dan pendiri band shoegaze ini yaitu, Jason Pierce atau yang lebih dikenal dengan nama J. Spaceman. Proyek rilisan ulang ini diberi tajuk The Spaceman Reissue Program. Pentolan di dalam tubuh Spiritualized tersebut juga berperan sebagai kurator untuk proses teknis dalam proyek ini. Rencananya, inisiasi pertama dari proyek ini akan dimulai pada bulan April 2021 mendatang.
Inisiasi pertama yang dilakukan J. Spaceman ini nantinya akan hadir dengan rilisan ulang Lazer Guided Melodies. Menurut sang pendiri Spiritualized, album perdana yang dirilis tahun 1992 tersebut membutuhkan treatment terbaru dengan peralatan yang lebih modern demi meningkatkan spektrum serta kualitas audio yang seharusnya tercipta sejak dahulu. rilisan ulang Lazer Guided Melodies dari Spiritualized nantinya akan hadir dalam dua versi, yang pertama versi piringan hitam standar dan satu versi terbatas vinyl berwarna putih. Masa pre-order kedua versi rilisan ulang Lazer Guided Melodies dari Spiritualized tersebut juga sudah dibuka untuk umum.
Proyek rilisan ulang empat album pertama Spiritualized ini juga didasari oleh rasa kecewa yang dirasakan oleh J. Spaceman saat mengingat album terakhir yang dirinya lahirkan saat masih tergabung di dalam Spaceman 3. Menurutnya album tersebut terdengar kurang sesuai dengan konsep yang disetujui di tahun 1991. Oleh karena itu, J. Spaceman ingin memaksimalkan kesempatan yang ada untuk mengoptimalisasi karakteristik suara yang diinginkan. J. Spaceman juga sedikit menceritakan sulitnya menemukan solusi atas komunikasi yang dilakukan bersama rekan-rekannya di dalam Spacemen 3.
Ketika dirinya membentuk Spiritualized, J. Spaceman merasa dirinya memiliki kontrol penuh untuk menghadirkan karakteristik suara yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu, dengan perkembangan teknologi pesat di ranah audio, J. Spaceman ingin mencoba memberikan treatment terbaik bagi band yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun ini.
Spaceman mengungkapkan bahwa proses rekaman yang dilakukan untuk album perdana Spiritualized dilakukan secara mandiri di kediamannya. Hal tersebut memang sudah sering dirinya lakukan ketika masih bergabung bersama Spacemen 3. Namun, suatu masa J. Spaceman memilih untuk melakukan eksplorasi dalam rekaman Spiritualized dengan menyewa studio rekaman di London. Menurut pendiri Spiritualized tersebut, langkahnya menyewa studio rekaman merupakan langkah terbaiknya sebagai musisi. Berkat keputusan tersebut, J. Spaceman mulai bisa belajar lebih baik untuk melakukan produksi musik secara profesional.
Image courtesy of Sarah Piantadosi
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 31/01/2022
8 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Riani El
25/11/2024 at 12:56 PM
SARI ASTUTI
04/03/2025 at 17:59 PM
SUSILO UTOMO
23/03/2025 at 20:56 PM
Siti
24/04/2025 at 14:10 PM
Garindratama Harashta
05/06/2025 at 08:26 AM
Heri Suprapto
27/06/2025 at 09:55 AM
Sofi .
08/10/2025 at 17:57 PM
Muhamad Saifudin
14/12/2025 at 23:53 PM