Sunlotus, sebuah unit musik bergenre shoegaze, baru saja menyelesaikan jadwal tur mengunjungi kota-kota di Jawa Timur dan Bali. Dalam tur bertajuk Deafening This Old House Tour, Sunlotus melakukan perjalanan bersama Enola kedua kota di Jawa Timur: Malang dan Surabaya. Sayangnya, Tulungagung yang dijadwalkan sebagai kota pembuka tur, dibatalkan lebih awal karena satu dan lain hal. Selanjutnya mereka tampil di Pulau Dewata, tepatnya di Canggu, Munggu, Denpasar dan pertunjukan rahasia bersama Chaos X Musica.
Made Dharma (gitar/vokal), Dzul Fawaid Ahmad (gitar), Sinergy Aditya (bass), dan Bagus Pratama (drum) sebagai personel dari unit musik Sunlotus seakan berpacu dengan waktu bagaikan deru distorsi yang tak kunjung usai usai tur. Mereka langsung mengguncang kancah musik shoegaze lokal dengan rilisan terbaru mereka, "Jar of Spells." Kali ini, berbeda dengan rilisan sebelumnya, lagu lepas terbaru ini dirilis dalam bentuk video musik.
Perkenalan singkat dengan Sunlotus, mereka terbentuk karena ingin mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap perubahan sosial. Mereka juga memiliki keinginan untuk menciptakan soundscape ambience di sekitar mereka. Blora, sebagai kampung halaman mereka, identik dengan lingkungan yang kering kerontang. Terpacu oleh kenangan di mana dia tinggal membawa Made Dharma dan teman-teman lamanya untuk menemukan Sunlotus. Dimulai dengan sesi latihan studio antara Made Dharma pada gitar dan DF Ahmad pada drum sebelum beralih ke gitar dan meminta Wiwit Nugroho untuk mengisi drum pada pertengahan 2018.
Di Blora, bukan hanya tentang membentuk band dan membuat musik. Hal ini sulit, karena ternyata para penggerak kancah musik lokal di sana tidak semasif di kota lain. Punk, metal dan hardcore mendominasi, itupun jika ada. Sementara itu, dunia musik berkembang pesat di kota-kota lain. Ini menciptakan perasaan terasing dari kehidupan. Menurut Made Dharma, kancah musik mulai berkembang kuat di Blora, mulai dari metal dan hardcore baru pada pertengahan 2012. Dari sudut pandangnya saat ini, musik Blora didominasi oleh metal dan hardcore saja. Made Dharma sendiri sebelumnya mengisi posisi untuk unit musik Warmouth, Deadly Weapon, dan LKTDOV.
Karena band ini dibentuk di kota yang tidak menarik, para anggota band ingin bereksperimen dengan seni yang ingin mereka ciptakan. Semua instrumen direkam menggunakan penyetelan 432Hz, sementara kebisingan sekitar digunakan untuk menambah tensi, sampel audio, dan fragmen rekaman lapangan digunakan dalam musik. Dengan beragamnya influence mereka, pada akhirnya Sunlotus tidak hanya memainkan musik shoegaze, tetapi juga grunge, noise, dan elemen ambient.
Album ini diproduksi sendiri dan direkam di Watchtower Studio di Yogyakarta ketika Made Dharma meminta bantuan Yudha Bable. Banyak band besar seperti Annie Hall, Goddess Of Fate, Exhumation, dan nama besar lainnya telah merekam album di studio ini. Musik Sunlotus sendiri berkisar dari 90-an grunge/college rock seperti Nirvana dan The Smashing Pumpkins, hingga soundscape rock seperti Jesu, My Bloody Valentine dan Slowdive, hingga yang lebih eksperimental seperti Boris dan William Basinski.
Sebelum merilis video musik Jar of Spells, Sunlotus juga sempat merilis album bertajuk This Old House. Album ini juga berbicara tentang perspektif utama sebagai orang dengan latar belakang budaya keluarga karena orang Jawa dikenal dengan budaya filosofis dan konservatifnya. Sanada Daruma menulis lirik ketika ia kembali ke kampung halamannya untuk pertama kalinya dalam 9 tahun, dan bertemu banyak orang dari seluruh dunia yang memiliki pandangan hidup yang sangat berbeda dan memiliki latar belakang budaya yang berbeda.
Dalam laman Bandcamp HEMA, label yang menaungi Sunlotus, terdapat satu komentar yang mendukung album "This Old House" mereka. Akun bernama yehezkielf berkomentar, "Setiap lagu adalah suguhan yang sangat menarik. Satu lagi album di mana kamu tidak dapat memilih hanya satu favorit. Lagu favorit: A Step Away Further".
Kembali ke video musik "Jar of Spells", karya ini merupakan hasil kolaborasi antara Sunlotus dan rumah produksi 7daysoff yang berbasis di Yogyakarta. Disutradarai oleh pembuat film Gilang Rabbani, video musik berdurasi 5:08 ini menceritakan kisah-kisah cinta yang melankolis dan tegang antara seorang pelacur dan seorang klien. Keduanya mungkin berasal dari latar belakang yang tidak baik dan sedang mencari jalan keluar.
Lagu lepas ini akan dimasukkan dalam rilisan Sunlotus dalam bentuk split album dengan Milledenials, band shoegaze Bali yang dipimpin oleh Nadya Narita (vokal), Billy Sukmono (bass), Made Krisna (gitar), Bagus Aditya (gitar) dan Darin Vidaswara (drum). Milledenials pernah menarik perhatian kancah musik lokal dengan merilis mini album mereka 5 Stages of Doomed Romance, yang dirilis tahun lalu oleh Skullism Records. Bersama Sunlotus, mereka mengikuti Deafening This Old House Tour dan menyebarkan musik keras ke seluruh Bali. Sunlotus dan Milledenials belum merilis judul lengkapnya, tetapi telah memberikan perkiraan kapan album split akan dirilis. Jika semuanya berjalan lancar, album split akan dirilis pada akhir September 2022.
Jangan lupa, tonton video musik "Jar of Spells", ya!
ARTICLE TERKINI
Article Category : Super Buzz
Article Date : 28/09/2022
7 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Muhamad Saifudin
27/05/2025 at 00:14 AM
AGUSTIN DWI CHRISTANTI
01/07/2025 at 18:36 PM
DEVI TRI HANDOKO
02/07/2025 at 19:08 PM
DEVI TRI HANDOKO
02/07/2025 at 19:17 PM
AyuRL Ningtyas
07/07/2025 at 10:44 AM
adji Noor
09/07/2025 at 08:48 AM
Vivi
11/07/2025 at 14:23 PM