Gelandang asal Uruguay tersebut mengaku pernah minder dengan rekan satu timnya di masa-masa awal kariernya di ibu kota Spanylol.
Pemain Real Madrid Federico Valverde saat ini sedang naik daun setelah performa apiknya di musim 2022/23 sejauh ini. Pemain berusia 24 tahun tersebut telah bermain sebanyak 16 pertandingan di semua kompetisi, menorehkan tujuh gol dan dua assist. Catatan itu termasuk tiga golnya dalam tiga laga terakhir La Liga yang ia lakoni.
Sebenarnya, Valverde telah menjadi andalan sejak musim lalu, di mana Carlo Ancelotti kembali ke Santiago Bernabeu, dan meski pun ia hanya mencatatkan satu gol, ia tetap berperan penting dalam perjalanan Los Blancos meraih kejayaan di liga Spanyol dan Liga Champions, dengan ia memberi assist untuk gol tunggal Vinicius Junior di final melawan Liverpool.
"Mimpi saya adalah menjadi pesepakbola dan menikmatinya. Saya menghargai setiap momen dan saya memanfaatkan semua peluang yang datang, baik dalam hal keluarga maupun olahraga," kata Valverde kepada DirecTV.
"Saya memikirkan semua yang saya lalui, baik dan buruk. Itu adalah jalan yang sangat sulit dan setelah mencapai banyak hal, sangat menyenangkan untuk melihat apa yang saya alami."
Namun, meski ia sekarang sudah menjadi salah satu pemain penting bagi Madrid, ia mengaku mengalami kesulitan di awal kariernya di Madrid, dengan ia awalnya bergabung dengan Castilla pada 2016 dan sempat dipinjamkan ke Deportivo La Coruna.
Valverde mengklaim bahwa ia merasa minder melihat rekan-rekan satu timnya dan selalu mempertanyakan kepada dirinya sendiri apakah dia sudah bermain bagus. Tapi pada akhirnya ia berhasil menembus ke tim senior pada 2018 dan terus bermain reguler hingga saat ini.
"Saya gugup dan malu. Terkadang saya bertanya-tanya apakah saya berada di tempat yang salah, saya merasa rendah diri melihat rekan satu tim saya yang lain," tambahnya.
"Saya tidak tahu apakah saya cukup baik, namun pada akhirnya saya mulai percaya setelah memenangkan banyak hal. Saya merasa bagian dari tim dan saya telah membuktikan bahwa saya siap untuk tugas itu."
"Sebagai orang Uruguay kami menyukai tantangan dan kami memiliki senjata untuk menjadi ancaman. Kami percaya kami dapat mencapai sesuatu, dan ada kemungkinan kami tidak akan melakukannya, tapi tujuan kami adalah meninggalkan jejak. Apa pun bisa terjadi di lapangan dan kami harus berpikir besar."
ARTICLE TERKINI
Article Category : All Supersoccer
Article Date : 29/10/2022
0 Comments
Daftar dan Dapatkan Point Reward dari Superlive
Please choose one of our links :