Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di Tengah Pandemi

Author : Admin Music

Article Date : 26/08/2021

Article Category : Noize

Beberapa waktu lalu, saya menuliskan sesuatu di timeline facebook saya. Isinya kurang lebih memberitahukan siapa saja band/musisi yang butuh berpromosi, saya personally siap membantu untuk membuatkan press release atau siaran pers.

Dalam keberadaannya, sebuah press release amat penting untuk musisi. Ini adalah bagian tak terpisahkan dari strategi besar promosi dari sebuah produk rekaman yang akan dirilis oleh band.

Hari ini, sebuah press release dari band biasanya ditangani oleh seorang publicist yang ditunjuk oleh band/artist. Itu biasanya tidak gratis alias bayar. Inilah yang kemudian terkadang menjadi keberatan untuk satu dua musisi yang kena dampak pandemi (terlebih band / musisi baru) yang tidak mendapatkan keuntungan yang pantas di pandemi ini.

Keberadaan saya sebagai jurnalis yang juga publicist untuk beberapa musisi membuat hal yang saya lakukan di atas amat berarti. Tidak sedikit band/musisi yang mengirimkan permintaan akan press release dan saya layani langsung.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by wahyu nugroho (@wahyuacum)

Saya tidak sendiri. 

Di pertengahan pandemi tahun lalu, Endah n Rhesa lebih dulu melakukan hal yang mulia dalam membantu musisi lain.

Dengan aset yaitu kedai milik mereka, Earhouse, mereka meluncurkan sebuah kampanye dalam bentuk menu spesial bertajuk Earhouse For Artist.

Menu berupa kopi susu berukuran 1 liter dengan label khusus ini dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk membantu mempromosikan karya para musisi. Promosinya cukup menarik yaitu melalui stiker QR Code yang tertera pada botol kopi.

Ketika kode QR ini di scan melalui kamera handphone, orang akan langsung mendengarkan langsung karya musik dari sang kolaborator. Edisi yang sudah dirilis, antara lain “Slow” (Endah N Rhesa), “Krisis Hiburan” (Iga Massardi), dan “Rull Darwis #2” (Rull Darwis).

Dalam siaran persnya, Endah Widiastuti menjelaskan tentang kampanye ini. 

“Kami menyadari bahwa banyak panggung tertunda sehingga banyak musisi tidak bisa mempromosikan atau menampilkan karyanya dengan maksimal seperti saat sebelum pandemi. Mudah-mudahan rilisan menu edisi Earhouse For Artist ini bisa membantu.”

Dan ya, dari setiap penjualan 1 botol Earhouse For Artist, sebesar Rp 10.000,- akan diberikan kepada sang artis. Menurut Endah, ini sesuai dengan konsep Earhouse sendiri memang tempat dan rumah untuk semua.

Sebelum Endah N Rhesa, Efek Rumah Kaca sudah melakukan hal yang sama, bahkan sebelum pandemi.

Kios Ojo Keos, aset yang mereka punya kerap menjadi ‘rumah’ atau ‘panggung’ bagi banyak musisi untuk berpromosi. Dari mulai launching atau hanya sekadar live showcase dengan tajuk Show Keos, khusus untuk musisi baru sampai Open Mic untuk siapa saja yang ingin mengasah kemampuan bermusiknya.

Tak hanya itu, Kios pun juga menyediakan ruang untuk musisi menjual merchandise, menitipkan album rekaman dan lain sebagainya.

Bahkan selama pandemi dan Kios pun vakum beroperasi dalam arti dine-in, mereka tetap memberikan ruang buat musisi untuk berpromosi dalam bentuk Show Keos virtual yang kemudian bertransformasi menjadi Ngobrol Keos Dari Rumah lewat platform Instagram Live. Isinya kurang lebih chit chat dengan para musisi.

Semangat yang dijalankan Endah N Rhesa dan Efek Rumah Kaca pun akhirnya menular. Leonardo Ringo, musisi yang dikenal sebagai personil dari Zeke And The Popo yang juga bersolo karier ini membuat space di rumahnya yang ia beri nama Rotes Rathaus Studio. Sebuah studio mungil yang diperuntukan untuk musisi atau siapa saja yang ingin rekaman tentunya dengan biaya yang terjangkau. Dalam perjalanannya, Leo pun membuat sesi live yang ia beri nama #NoRetakeSession, sebuah rekaman live one take yang menampilkan musisi-musisi baru yang punya talenta.

Saya, Endah N Rhesa, Efek Rumah Kaca serta Leonardo Ringo adalah secuil kisah entrepreneurship atau social entrepreneurship yang dilakukan oleh musisi di masa pandemi ini. Sebuah semangat guyub, warisan leluhur nenek moyang kita yang masih nyata dan tetap lestari dalam jiwa dan sanubari para musisi untuk saling membantu musisi lainnya.

Di masa pandemi ini, sifat dan budaya guyub kian nyata di dalam masyarakat komunal kita. Kita menemukan setiap orang membantu sesama, baik yang tertular Covid 19 maupun yang terdampak secara ekonomis.

Dalam musik, mari berharap akan lebih banyak lagi musisi yang melakukan hal dan kebaikan untuk sesama musisi. Yang sukses membantu yang belum sukses. Musisi besar membantu musisi baru dalam bentuk apapun dan mari budaya ini tetap lestari, tidak hanya di masa pandemi, melainkan di waktu-waktu selanjutnya.

*) Penulis adalah vokalis dan penulis lagu Bangkutaman. Di luar bangkutaman, ia adalah penulis yang sudah menulis buku bertajuk Gilavinyl, DJ sekaligus penyiar radio online.

 

Image source: Instagram/Wahyu Acum

ARTICLE TERKINI

Tags:

#wahyu acum bangkutaman #Bangkutaman #endah n rhesa #Efek Rumah Kaca # musisi indonesia #pandemi

0 Comments

Comment
Other Related Article
Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

15 September 2021

Noize

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

11 September 2021

Noize

Hasan Dzikrullah: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

Dewo Iskandar: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

31 August 2021

Noize

Evolusi Rockbali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

Evolusi Rockabali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

29 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop Punk Tour 2014

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop . . . .

27 August 2021

Noize

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, Terus Gimana Dong?

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, . . . .

05 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self Healing"

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self . . . .

24 July 2021

Noize

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy Metal

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy . . . .

18 July 2021

Noize

Dewo Iskandar: Jangan Mati Dalam Stagnasi!

Dewo Iskandar: Jangan Mati Dalam Stagnasi!

15 July 2021

Noize

Buluk Superglad: Jakarta Bawah Tanah (Part 2)

Buluk Superglad: Jakarta Bawah Tanah (Part 2)

11 July 2021

Noize

1 /