Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Acum Bangkutaman: Serunya Tur Konser (Bagian 2)

Author : Admin Music

Article Date : 29/06/2022

Article Category : Noize

Superfriends, jika kalian telah membaca serunya tur konser yang dilakukan sebagian musisi di masa pandemi kemarin, kini pandemi telah menuju titik terang. Beberapa tempat saat ini sudah mulai dibuka untuk acara musik. Kita pun melihat beberapa festival telah terjadwal dengan baik di akhir tahun nanti.

Hari ini saya berada di Tangerang, kota terakhir dari tur kecil-kecilan mendadak yang dibuat oleh band kami, Bangkutaman, dengan SRM, sebuah booking agent asal Jakarta. Tur kecil-kecilan ini bertajuk #TATAUTUR, sebuah tur jalan darat (road tour) yang menyambangi enam kota, antara lain Cirebon, Yogyakarta, Solo, Semarang, Jakarta, dan Tangerang. Tur kecil-kecilan ini digelar dari 16-24 Juni 2022 kemarin.

Mengapa namanya #TAUTAUTUR? Ya, karena tur ini memang digagas dan dirancang dengan sangat singkat. Hanya butuh waktu tiga minggu dari ide, menentukan kota, dan titik-titik tur, sampai list EO lokal untuk meng-handle tiap kota, termasuk masalah transportasi dan akomodasi selama di sana. Pembiayaan pun awalnya ingin kami tanggung sendiri, namun bersyukur di hari-hari terakhir perencanaan ini, kami didukung oleh beberapa pihak yang mau membantu dari transportasi sampai akomodasi tur ini.

Kami tidak sendirian, sebelumnya beberapa teman-teman band seperti The Cat Police asal Tangerang, The Brandals, dan dua band asal Lombok, Sundancer dan The Dare, tengah melangsungkan turnya. The Dare bahkan menghabiskan waktu sebulan penuh untuk menempuh tur jalan darat ke belasan kota dari awal Juni lalu.

Satu hal yang menarik dari tur kecil Bangkutaman yang baru pertama kali digelar setelah pandemi ini adalah kerapian bekerja dari setiap elemen yang ada di band. 

Kami bekerjasama dengan SRM, booking agent yang sudah lama bekerja dengan kami. Satria Ramadhan kami dapuk menjadi Tour Manager dari tur ini. Tugasnya simpel tapi rumit. Ia bertugas membuat tur ini bisa aman, lancar, dan nyaman.

Ia menyiapkan semua perintilan, dari itinerary sampai check list barang-barang bawaan kami selama tur yang semua diperiksa ulang oleh kru kami. Oiya, kami membawa tujuh rombongan: tiga orang dari band, seorang tour manager, seorang soundman, seorang kru, dan seorang merchandiser. Semua dokumentasi kami himpun dari kamera tour manager kami, dan kami rasa, ini adalah rombongan paling praktis dari sebuah tur jalan darat yang juga bisa berlaku untuk band-band yang punya personel minim seperti Bangkutaman.

Latihan-latihan dipersiapkan sesuai dengan setlist yang akan kami mainkan di tiap kota. Persiapan pribadi seperti tidur yang cukup serta olahraga teratur pun kami lakukan agar penampilan kami stabil terus di tiap kota selama tur berlangsung. 

Waktu menjadi sangat penting pada saat tur berlangsung, kapan harus berangkat, kapan harus tiba, makan pagi dan siang, istirahat, soundcheck, sampai dengan stand by saat tampil, termasuk durasi istirahat di penginapan untuk kemudian berangkat ke kota selanjutnya. Keteraturan ini dibutuhkan agar band bisa melihat tur ini bukan sebagai kesempatan jalan-jalan belaka, namun juga aktivitas penting dari promosi album rekaman. Bahkan kertas-kertas itinerary tur sampai harus ditempel di kaca bus, sekadar pengingat untuk kami semua yang kadang lupa mengecek jadwal di telepon seluler masing-masing.

Makanan pun juga diatur selama tur. Kami disarankan tidak memakan makanan yang terlalu membahayakan bagi tubuh kami. Kekhawatirannya sederhana: jika ada apa-apa yang berhubungan dengan gangguan lambung, kolesterol, dan sejenisnya, pastinya berakibat penampilan kami yang tidak maksimal nantinya. 

Tidak ada begadang sampai larut malam, waktu istirahat benar-benar dibuat serapi mungkin. Waktu bebas benar-benar kami manfaatkan sehabis acara, dari bertemu fans, tanda tangan, ngobrol-ngobrol dengan teman-teman band lain, diakhiri dengan berburu kuliner malam.

Catatan bagi Bangkutaman, karena kami juga terikat dengan pekerjaan kami masing-masing, tentunya kami bertiga mencuri kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan kami. Pekerjaan itu mulai dari menulis, conference call, dan lainnya di mobil atau cafe terdekat selama kru kami soundcheck.

Sampai jurnal kecil ini ditulis, saya bersyukur bahwa akhirnya saya dan band bisa merampungkan tur ini dengan baik dengan banyak banyak cerita di tiap kota. Saya yakin, ini bisa jadi pelajaran bagi kami juga band-band yang hendak melakukan tur bahwa setiap band bisa melakukan tur dengan cara apa pun, bahkan dengan kondisi minimum seperti kami. Bahwa tur ini adalah bagian dari pertemuan fisik yang penting dilakukan di tengah majunya teknologi digital yang kesemuanya bebas untuk merilis dan mempromosikan rekamannya.

Pentingnya bertemu dengan fans, band, dan EO lokal di tiap kota pada saat tur menandakan sebuah hubungan erat yang antara band dengan setiap elemen yang akan menjadikan band tersebut kuat secara grassroot. Pola yang baik adalah ketika makin sering band tersebut tur, kekuatan akar rumput makin terbangun dan begitu band tersebut besar nanti, mereka akan kuat dan kokoh, bukan cepat besar dan tinggi namun mudah patah dan jatuh di tengah jalan.

Image source: Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#acum bangkutaman #Bangkutaman #tur konser #Yogyakarta

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Noize

Acum Bangkutaman: Apa Kabar Toko Vinyl?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Arief Blingsatan: “Mods Vs Rockers” Menggerakkan Musik Dunia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Cooly Rocks On Tour, Rockabali sebagai Kanon Kultur

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Bentuk-bentuk Baru Musik Tradisional Indonesia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Dewo Iskandar: Pilih Ngeband atau Solo?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Stephanus Adjie: Metal Paska Pandemi Bagian 2

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Mengenal Musik Lewat Video Game

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Dinamika Metal Lokal Setelah Pandemi

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Lagu Indonesia: Banyak Hit, Sedikit Evergreen?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Kilas Balik: Mengunjungi Situs-Situs Musik Terpenting Di Belanda

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /