Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Alaium Records: Wadah Daniel Mardhany Melestarikan Rilisan Fisik

Author :

Article Date : 07/02/2021

Article Category : Super Buzz

Daniel Mardhany punya cara sendiri untuk melanggengkan sebuah nostalgia dalam ranah musik. Berawal dari hobinya mengumpulkan rilisan fisik seperti CD, vinyl, hingga kaset, pentolan band dead metal kenamaan Tanah Air, Deadsquad, itu merambah dunia produksi musik.

Berangkat dari sana, sekitar lima tahun yang lalu, Daniel Mardhany menggarap sebuah label rekaman sendiri dengan nama Alaium Records. Ini adalah label independen yang merilis kaset-kaset band Indonesia dari berbagai genre musik.

Awal berdirinya label rekaman ini merupakan proyek sampingan Daniel Mardhany pada Oktober 2014. Ketika itu, ia merilis album pertama dari band-band seperti Slutguts - Hollow , Deadsquad - Horror Vision dan Profanatik , Death Vomit - Forging A Legacy.

Visi awal dari Alaium Records disebut Daniel Mardhany adalah merilis format kaset dari album band-band yang ia sukai karena dirinya masih mendengarkan kaset. Visi itu berkembang menjadi keinginan untuk merilis band-band dalam format kaset, terutama band-band baru atau underrated yang menurut Daniel Mardhany punya materi oke.

"Sebelumnya, Alaium Records bukan label yang khusus merilis kaset doang, tapi mayoritas rilisannya memang dalam format kaset. Gue selalu pingin punya label sendiri yang bisa merilis band-band atau album-album yang gue suka. Itu dari zaman gue SMA mungkin, ya, angan-angannya, tapi baru terealisasi beberapa bulan yang lalu (2015). Alasannya mungkin karena soal nyali kali, ya, nyali harus lebih besar dari uang kalau buat gue pribadi sih," kata Daniel Mardhany kepada Gigsplay pada 2015.

"Jelas (membuka kesempatan untuk band baru dan underrated). Malah itu jadi prioritas utama gue, lebih ada tantangannya dalam promo dan jualannya. Lebih ngelatih skill gue sebagai sarjana periklanan sih intinya," tuturnya.

Nama Alaium sendiri diambil Daniel Mardhany dari bahasa sansekerta, hompimpa alaium gambreng, yang punya arti Dari Tuhan kembali ke Tuhan ayo kita bermain. Daniel menggunakan kata-kata yang familiar sejak ia kecil dan akrab baginya. Dalam hal ini, Daniel Mardhany sangat erat dengan kaset.

Beberapa band seperti Slutguts – Hollow, deadsquad - horror vision, Deadsquad – Profanatik, Death Vomit - Forging A Legacy, Godless Symptoms – Crossover, Kelelawar Malam – Nokturnal, ZOO – Prasasti, Dethkrokodil – Dethiscoming, Violence Of Crusade – Dead, Ade Paloh, Roman Catholic Skulls – Gospel, Gigantor, Bottle Smoker, Sentimental Moods, Speedy Gonzales, Zoo –Trilogi sudah pernah dire-issue oleh Alaium Records.

Menurut Daniel Mardhany, respons yang diberikan band-band tersebut sangat baik. Daniel juga berujar bahwa dirinya berusaha semaksimal mungkin untuk mempromosikan band-band yang dirilis melalui Alaium Records.

Dalam menjalankan roda pergerakan Alaium Records, Daniel Mardhany berpegang teguh pada prinsipnya untuk memilih band yang sesuai dengan selera musiknya. Baginya, band bagus dengan penjualan yang juga bagus belum tentu masuk ke selera musiknya.

Sebagai seorang musisi dan memiliki label rekaman sendiri, Daniel Mardhany menyebut tidak ada kesulitan berarti dalam membagi waktu. Ia meyakini gairahnya pada musik dan rilisan fisik akan membawanya kepada jalan yang lebih luas menjalankan kesukaannya.

"Memang waktu kadang jadi kendala juga tapi gue yakin dengan passion yang membara semua itu bisa diatur atau di bisa-bisain. Terkadang gue menghayal seandainya badan gue bisa dipecah kaya amoeba gitu, jadi bisa dibagi mengurus Dhroned (brand clothing), band, dan Alaium.

Daniel Mardhany juga berharap bahwa masyarakat bisa menganggap berbagai macam rilisan musik fisik seperti CD, kaset, vinyl sebagai sesuatu yang lumrah atau biasa untuk membiasakan kultur membeli rilisan fisik. Ia berharap keinginan membeli rilisan fisik bukan hanya sekadar untuk bergaya dan terlihat keren.

Daniel Mardhany dengan Merchandise

Daniel Mardhany dikenal sebagai kolektor merchandise dari berbagai macam band. Namun, kepada Supermusic dalam acara QuickQ, Daniel Mardhany mengisahkan awal mula kesukaannya mengoleksi barang-barang.

Ia menyebut bahwa sejak kecil, dirinya memang gemar mengumpulkan berbagai macam barang seperti mainan dan komik. Daniel Mardhany juga mengaku sempat gemar mengoleksi jersi-jersi klub sepak bola hingga kartu basket.

"Zaman dulu gue pernah ada era, dua atau tiga tahun, pernah ada fase di mana gue pakai baju band terus tapi nggak berulang. Dulu waktu kecil gue koleksi komik dan mainan," kata Daniel Mardhany.

"Zaman dulu gue suka banget sama bola. Dulu salah satu sudut kamar gue, ada Manchester United semua. Gue juga suka mengumpulkan kartu basket. Gue nggak bisa main basket, tapi mungkin gue poser (a person who act in an affected manner to impress others). Gue lebih ke passionnya," tuturnya.

Meski sudah memiliki banyak merchandise dari band-band yang ia sukai, Daniel Mardhany mengaku masih ada beberapa barang-barang yang belum bisa didapatkan. Menurutnya, nilai dari sebuah merchandise dilihat dari kadar sejarahnya.

"Banyak belum yang gue dapat, kayak kaus-kaus dari band-band metal dari keluaran tahun 1989. Selain mahal, belum tentu juga ada barangnya kalau barang kayak gitu. Nilai dari sebuah merchandise band itu dilihat dari sejarahnya dan fanatisme lo akan band itu," tuturnya.

Di saat pandemi melanda Indonesia yang bikin berbagai kegiatan terganggu termasuk pekerjaan Daniel Mardhany sebagai musisi dan pekerja seni. Merchandise yang ia koleksi selama ini ternyata menjadi sumber investasi yang bisa menjadi jalan keluar hadirnya pemasukan.

"Itu investasi, kayak kemarin pas awal pandemi, banyak kaus gue yang laku nya lumayan. Dulunya gue beli Rp 200 ribu, sekarang laku bisa sampai jutaan rupiah," ujar Daniel Mardhany.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Daniel Mardhany # deadsquad # Metal # heavy metal # band metal indonesia # alaium records # label indie

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /