Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

All Time Low Resmi Merilis Single Perdana di Tahun 2021

Author :

Article Date : 15/04/2021

Article Category : Super Buzz

Setelah sebelumnya kembali dengan kabar perilisan novel grafisnya, kini All Time Low akhirnya merilis sebuah karya yang lekat dengan identitasnya sebagai kelompok musisi. Pada tanggal 24 Maret lalu All Time Low resmi merilis sebuah single baru berjudul Once In A Lifetime, setelah sebelumnya rencana perilisannya diumumkan oleh sang vokalis, Alex Gaskarth melalui akun Twitter pribadinya. Single Once In A Lifetime ini merupakan lagu pertama yang dirilis oleh All Time Low untuk tahun 2021.

Alex Gaskarth selaku frontman dan vokalis All Time Low menjelaskan bahwa single Once In A Lifetime ini merupakan karya yang didasari oleh sudut pandang reflektif tentang mengatasi rasa kehilangan. Lirik yang ditulis oleh All Time Low mencoba untuk menceritakan tentang kehilangan yang jadi motivasi atau landasan dalam menjalani kehidupan yang terus-menerus menimpa seseorang. Alex Gaskarth juga menjelaskan bahwa perkembangan realita yang cukup terus mengkhawatirkan kondisinya menjadi landasan bagi dirinya bersama All Time Low untuk serius menggarap lagu Once In A Lifetime ini. 

Alex Gaskarth juga menyatakan bahwa lagu Once In A Lifetime ini merupakan sebuah respon bagi All Time Low dalam menyesuaikan bentuk kehidupan sosial yang baru. Secara garis besar All Time Low menginginkan untuk menghadirkan sebuah sentimen atau perasaan yang nyata dialami oleh seluruh personel band pop punk asal Amerika Serikat ini. Lagu ini jadi bentuk acuan bagi All Time Low bahwa saat permasalahan di dunia ini selesai, kehidupan akan terus berlanjut dan Once In A Lifetime bisa jadi pengingat yang baik untuk menjalani kehidupan dengan sudut pandang yang lebih preventif.

Hadirnya Once In A Lifetime juga jadi momen untuk merayakan kerja sama yang kembali terulang antara All Time Low dengan kehadiran Zakk Cervini dan Andrew Goldstein yang berperan sebagai produser. Ketiganya saling memiliki hubungan yang baik secara profesional. Pasalnya, Zakk Cervini dan Andrew Goldstein juga sempat mengemban tugas sebagai produser dalam penggarapan album ke delapan All Time Low, berjudul Wake Up Sunshine di tahun 2020 lalu. Alex Gaskarth juga mengakui bahwa Once In A Lifetime terasa memiliki semangat yang identik dengan lagu All Time Low dari album sebelumnya berjudul Monsters. Semangat tersebut dipupuk oleh All Time Low untuk menghadirkan progresi yang lebih baik dari arahan kreatif dalam hal bermusik yang dipegang oleh All Time Low. 

Meskipun sudah menyatakan terkait harapan dalam aspek bermusiknya, All Time Low masih belum mengumumkan apakah mereka akan merilis mini album atau album penuh untuk melengkapi konteks cerita yang diangkat dari single Once In A Lifetime. Namun, All Time Low sudah mengumumkan kepastian bahwa mereka akan mulai kembali menjalankan tur konser di tahun 2021 ini. Rencananya All Time Low akan menjalankan tur konser di Inggris Raya bulan September mendatang yang akan terselenggara di London, Manchester, serta Glasgow sembari menunggu rilisnya novel grafis perdana berjudul Young Renegades.

Young Renegades merupakan karya pertama dari All Time Low yang hadir dalam bentuk literatur. Dalam penggarapannya, All Time Low bekerja sama dengan Tres Dean, seorang penulis untuk Z2 Comics, Robert Wilson IV salah satu kreator Heartthrob, serta Megan Huang yang merupakan seorang ilustrator. Kabar pertama kali terkait novel grafis All Time Low ini diungkapkan melalui akun Twitter resmi milik band asal Amerika Serikat tersebut. Dalam cuitannya, dijelaskan bahwa selain novel grafis, para penggemar All Time Low bisa mendapatkan memorabilia lainnya dalam bentuk piringan hitam eksklusif serta poster-poster yang dicetak secara terbatas. 

All Time Low melalui Alex Gaskarth mengakui bahwa konsep rencana untuk membuat novel grafis hadir ketika mereka sedang menggarap album Last Young Renegade di tahun 2017. Kala itu All Time Low menginginkan album Last Young Renegade menjadi sebuah entitas baru di dalam karier mereka baru dan tidak ingin mengasosiasikan album tersebut dengan karya-karya All Time Low sebelumnya. Alex Gaskarth pun sempat mengungkapkan bahwa saat proses penggarapan albumnya, seluruh anggota All Time Low berembuk untuk menghadirkan konsep visual dan universe sendiri dari album ketujuh tersebut. Berkat dasar konsep yang sudah lahir sejak tahun 2017, All Time Low mengakui bahwa proses pembuatan novel grafis Young Renegades menjadi terkesan lebih mudah untuk dijalani. Secara mendalam, All Time Low telah lebih dulu memiliki gambaran konsep tentang kehidupan dan dunia yang ingin dibangun melalui novel grafis tersebut. Sehingga, kolaborator pun dapat menghadirkan dinamika yang lebih jelas dari visual yang ditawarkan. 

Alex Gaskarth juga sempat mengungkapkan bahwa bekerja dengan sosok profesional di bidang komik dan novel grafis merupakan pengalaman yang menyenangkan. Pengalaman tersebut juga membantu All Time Low untuk mendapatkan sumber inspirasi yang beragam dan mengasah talenta kreatif yang dimiliki oleh setiap anggotanya. Sinopsis dari novel grafis Young Renegades ini menceritakan tentang kedua teman sekolah yang terpisah selama 10 tahun dan kembali bertemu di sebuah konser rahasia milik All Time Low. Pertemuan tersebut membawa aspek nostalgia sekaligus juga membuat kedua karakter yang ada di Young Renegades memahami tentang betapa indahnya musik yang mereka sukai. Cerita tersebut juga cukup menawarkan elemen nostalgia bagi All Time Low, karena masa-masa remaja dan masa sekolah merupakan sebuah masa yang tepat untuk mengeksplorasi kegemaran atau hobi, begitu juga yang dilakukan oleh seluruh anggota All Time Low demi membentuk band di tahun 2003.

Image courtesy of Maj.l / Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#genre: pop #all time low # single # once in a lifetime # novel grafis # young renegades

0 Comments

Comment
Other Related Article
5 Lagu Country Modern yang Bisa Jadi Inspirasi

5 Lagu Country Modern yang Bisa Jadi Inspirasi

01 December 2021

Super Buzz

BAP Hadirkan Single Ketiga Sebagai Jembatan Album Baru

BAP Hadirkan Single Ketiga Sebagai Jembatan . . . .

01 December 2021

Super Buzz

Simple Plan Bawa Penawar Rindu lewat “The Antidote”

Simple Plan Bawa Penawar Rindu lewat . . . .

01 December 2021

Super Buzz

U2 Eksplorasi Musik di Single Baru Your Song Saved My Life

U2 Eksplorasi Musik di Single Baru . . . .

30 November 2021

Super Buzz

Danilla Riyadi dan Sejumlah Musisi Kembali Bermusik Bersama

Danilla Riyadi dan Sejumlah Musisi Kembali . . . .

30 November 2021

Super Buzz

Spoon Lepas Single Baru yang Kental Aura Rock n’ Roll

Spoon Lepas Single Baru yang Kental . . . .

30 November 2021

Super Buzz

Supermusic Playlist November 2021 dari Henry Foundation

Supermusic Playlist November 2021 dari Henry . . . .

30 November 2021

Super Buzz

Radiohead Rilis Video Musik untuk Single Follow Me Around

Radiohead Rilis Video Musik untuk Single . . . .

29 November 2021

Super Buzz

Every Time I Die Rilis Album Baru yang Siap Tampar Pendengar

Every Time I Die Rilis Album . . . .

29 November 2021

Super Buzz

Warren Hue Jaga Konsistensi dengan “West”

Warren Hue Jaga Konsistensi dengan “West”

29 November 2021

Super Buzz

1 /