Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

AC/DC

Author :

Article Date : 25/12/2020

Article Category : Super Buzz

Kebanyakan vokalis atau frontman sebuah band punya ciri khas saat tampil, tak terkecuali Brian Johnson sang vokalis unit veteran metal hardocre asal Australia, AC/DC. Musisi kawakan berusia 73 tahun tersebut punya ciri khas mengenakan topi pat ikoniknya saat tampil.

Baru-baru ini kepada Planet Rock, Brian Johnson mengungkapkan alasannya selalu mengenakan topi pat saat tampil bersama AC/DC di atas panggung. Faktanya, kebiasaan Brian Johnson mengenakan topi itu sudah dilakukan sebelum ia bergabung dengan AC/DC.

"Dulu saya bermain di band di sekitar timur laut Inggris dan kami memainkan musik yang benar-benar rock," kata Brian Johnson memulai kisahnya mengenai topinya.

"Band ini bernama Geordie dan saya sering berkeringat karena mereka tidak memiliki AC. Terutama di musim dingin, klub-klub penuh dan mereka menyalakan pemanas ruangan karena di luar sangat dingin. Dulu aku selalu berkeringat hingga rambut basah dan membuat mata saya perih," lanjutnya.

Kondisi Brian Johnson yang kerap berkeringat saat manggung dengan bandnya saat itu membuatnya kerap tidak nyaman. Kebetulan adiknya Maurice saat itu membeli topi pat untuk melengkapi style-nya setelah membeli sebuah mobil baru.

Kebetulan saat Brian Johnson beristirahat usai manggung dan duduk bersama adiknya, sang adik menyadari kondisi mata Brian Johnson yang merah karena terkena keringat. Tanpa pikir panjang, Maurice memberikan topi pat tersebut kepada Brian Johnson.

"Kami setengah jalan saat memainkan set lagu dan saya sedang duduk minum bir bersamanya dan dia berkata, 'Matamu merah!' Saya berkata, 'Saya tahu, ini semua karena keringat.' Dia berkata, 'Ya, pakai ini.' Dan saya berkata, 'Oh, saya akan mencoba," kenang Brian Johnson.

"Dan saya memakainya, karena di daerah utara Inggris semua orang memakai topi. Anda tahu, setelah perang dan sebagainya, itu semacam seragam untuk Geordies dan Yorkshiremen dan orang-orang seperti itu," jelasnya.

"Dan saya memakainya untuk paruh kedua pertunjukan dan saya berkata, 'Itu luar biasa! Ini brilian!' Saya berkata, 'Saya akan membeli sebuah topi, dan dia berkata, "Kamu bisa menyimpan itu. Aku tidak akan memakainya." Jadi saya menyimpan topi milik adik saya saat itu."

Efek mengenakan topi itu tak sekadar membikin Brian Johnson tidak bermasalah ketika berkeringat, lebih dari itu kebiasaan Brian Johnson mengenakan topi pat tersebut memberi berkah dan sebuah trademark untuk band dan penampilannya.

"Dan kemudian orang-orang mulai mengingat, 'Oh, itu band yang bagus. Penyanyi yang memakai topi. Dia.' Dan kemudian langsung, kami mendapat pengakuan instan dengan hal-hal seperti itu,"kata Brian Johnson.

"Dan kami mendapat panggilan untuk tampil di sebuah pertunjukan, kemudian kami mendapat tawaran pertunjukan lain lagi. 'Kami ingin grup itu. Apa namanya? Kamu tahu, penyanyi itu memakai topi!' "Oh, benar. Geordie!."

Brian Johnson, Topi, dan AC/DC

Kebiasaan mengenakan topi saat manggung terus berlanjut ketika Brian Johnson bergabung dengan AC/DC pada 1980. Brian Johnson dipilih untuk menggantikan tempat vokalis sebelumnya, Bon Scott. Band hard rock yang memulai karier pada era 1974 bersama Scott ini menuai banyak kesuksesan di dunia musik internasional.

Namun, pada Februari 1980 Scott tewas usai mengalami kecelakaan mobil. Tak berselang lama, band ini kembali melanjutkan karier bermusik mereka dengan Brian Johnson yang merupakan mantan vokalis band rock asal Inggris, Geordie.

Ketika mengikuti audisi untuk menjadi vokalis AC/DC, Brian Johnson saat itu menyanyikan beberapa lagu dari AC/DC seperti 'Whole Lotta Rosie', 'Let There Be Rock, dan lagu 'Nutbush City Limits' dari duo legendaris Amerika Serikat, Ike & Tina Turner.

Bersama dengan Brian Johnson, AC/DC merampungkan penulisan lirik lagu yang mereka mulai dengan Scott untuk album Back in Black. Album ini menuai banyak kesuksesan dengan menempati urutan pertama di tangga lagu Inggris dan nomor empat di Amerika Serikat.

Perjalanan karier Brian Johnson di AC/DC sempat terganggu dan putus karena Brian Johnson keluar dari band lantaran masalah pendengaran dan sempat digantikan oleh Axl Rose, sementara Cliff Williams (bass) memutuskan pensiun.

Namun, grup musik asal Sydney, Australia, ini kembali dengan format vokalis Brian Johnson dan drummer Phil Rudd. Dengan formasi ini, AC/DC juga sudah merilis album studio ke-18 mereka yang diberi tajuk Power Up.

Kabar kembalinya Brian Johnson ini diketahui sejak beberapa waktu lalu. Dilansir dari NME, AC/DC mengunggah foto dengan formasi personel lawasnya di situs resmi mereka. Menurut fansite AC/DC Brasil, foto-foto bersama Brian Johnson dan Rudd itu sempat diunggah sebentar pekan lalu, tapi kemudian dihapus.

Foto-foto itu dikabarkan diambil saat proses syuting video dan pertunjukan drummer Phil Rudd bermain dengan Stevie Young untuk pertama kalinya. Situs penggemar itu mengklaim bahwa rekaman tersebut diambil di Belanda pada awal tahun ini.

Kepada Music Week pada 28 Oktober, vokalis Brian Johnson mengungkapkan harapan AC/DC terhadap album Power Up agar bisa menjadi inspirasi bagi generasi baru. Harapan ini muncul setelah sejumlah video menunjukkan anak-anak muda generasi kiwari banyak memainkan Shot In The Dark.

"Sungguh luar biasa, mereka langsung memainkan lagu ini. Saya harap album Power Up melahirkan sekelompok anak yang ingin belajar gitar. Mungkin musik rock n' roll menjadi tidak mainstream, tapi setidaknya diputar lebih banyak di radio dibandingkan dengan sebelumnya, ayo kita buat seperti itu. Ini akan keren,” ujar Johnson.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#brian johnson # ac/dc # topi brian johnson #Metal # metalcore # hardrock # berita musik internasional

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /