Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ardhito Pramono Lepas Album Terbaru, Wijayakusuma

Author : Admin Music

Article Date : 05/08/2022

Article Category : Super Buzz

Setelah sempat vakum selama beberapa waktu, Ardhito Pramono kembali hadir dengan merilis album terbaru dengan tajuk Wijayakusuma. Album baru Ardhito Pramono ini dirilis pada 13 Juli 2022 yang lalu di bawah label Aksara Records. 

Berbeda dengan karya Ardhito Pramono yang lain, seluruh lagu dalam album Wijayakusuma ini memiliki lirik bahasa Indonesia dengan nuansa musik pop lawas Indonesia. Pemilihan kata dalam penulisan lirik menggunakan diksi aksara Indonesia, dimana Narpati Awangga atau Oomleo membantu Ardhito dalam penulisannya.

Nuansa dan pemilihan bahasa dalam album ini dipilih Ardhito Pramono karena ia mengamati ada dampak lain dari kemunculan karya musiknya yang lalu dengan menggunakan bahasa inggris. Misalnya saja, banyak musisi baru yang bermunculan yang memilih menggunakan bahasa inggris dalam karya mereka. Ardhito Pramono berharap bahasa Indonesia tidak lenyap dan digantikan dengan bahasa asing dalam sebuah pengkaryaan.

Inspirasi lagu-lagu dalam album Wijayakusuma ini juga diambil dari banyak peristiwa hidup Ardhito Pramono yang banyak terjadi belakangan ini. Menurutnya, Wijayakusuma berisi keresahan, penyesalan, keindahan dan banyak hal lainnya yang terjadi beberapa tahun belakangan. Musisi muda ini ingin melampiaskan dan mendokumentasikan beberapa kejadian lewat album ini.

Salah satu lagu dalam album barunya yang bertajuk Wijayakusuma, diceritakan Ardhito Pramono tercipta ketika ia menjadi saksi penggusuran kawasan alam di wilayah Canggu, Bali untuk pembangunan villa yang dibangun oleh warga negara asing.

Melihat itu, Ardhito Pramono mempertanyakan fungsi dirinya setelah melihat peristiwa tersebut. Ia menceritakan pengalamannya ini kepada Oomleo yang kemudian akhirnya ia sertakan dalam liriknya. Di dalam lirik Wijayakusuma, Ardhito mengaitkan makna hidup dengan alam semesta yang digambarkan dengan kekayaan alam atau budaya Indonesia.

Aransemen dalam lagu ini adalah penggabungan musik orkestra dan paduan suara yang juga dibumbui dengan gamelan dan nyanyian sinden dari Peni Candra Rini. Sehingga lagu ini terkesan mewah meski bergenre pop.

Ardhito Pramono mengaku saat take pertama lagu ini, ia masih belum bisa menguasai dengan baik. Sehingga yang SuperFriends dengarkan saat ini adalah take ke 100 sekian yang akhirnya digunakan. Ia menggunakan metode satu kali rekam supaya esensi olah vokal lebih maksimal.

Simak lirik lagu dan video Wijayakusuma dari Ardhito Pramono:

Laju senja

Pasrah, gelap tiba

Tertunduk, termenung, terkulai, terlunta

Cemas akan guna

Musnah asa

Hampa relung sukma

Hempasan badai dari seb'rang sana

Hanyutkan

Ku untuk terbiasa sama

Tiada puja

Bangga pun tak jua

Larut tenggelam kala senantiasa

Meneropong hingga

Tak berkaca

Di cermin yang ada

Enggan percaya bahwa bayang nyata

Mustika

Karunia luhur bertakhta

Ingkar dan terlupa

Segala nuansa

Ragam-rupa, saga-darma

Hijau-biru terbentang rata

Citra pesona

Tak dianggap ada

Berpaling dari indahnya pusaka

Aksara

Tak tergoda gita irama

Wijayakusuma

Bersemi, mekarlah

Beri kami nyawa lagi

Dwipa pertiwi nan tercinta

Sang pinujo atmo, roso, rogo

Ngenggoni welas asih

Oh, Maitreya, ndiko kang anggayuh kawijayan

Wit buko dumugi akhir (wit buko dumugi akhir)

(Nuduhke kasaenan) nuduhke kasaenan

(Kasaenan numrap jagad) nuduhke kasaenan numrap jagad

Hasrat, rasa, dan cipta karsa, karya

Memberkati

Nusantaraku, Indonesia

Siro tan biso amupus karso

Meniko sifat lan kinodrating janmo

Dalam mengemas album Wijayakusuma, Ardhito Pramono dibantu oleh tiga nama produser. Ketiganya adalah Gusti Irwan Wibowo, Erikson Jayanto dan Hezky Y. H. Nainggolan.

Ardhito Rifqi Pramono adalah seorang penyanyi dan penulis lagu, aktor dan juga penyiar radio. Ia lahir di Jakarta pada 22 Mei 1995. Diketahui darah seni didapat Ardhito dari neneknya yang adalah seorang penyanyi jazz, Sarwi Mumpuni. Sebelum menjadi musisi yang dikenal hingga saat ini, Ardhito Pramono pernah bekerja di stasiun TV, pernah menjadi DJ dan barista sebelum memutuskan untuk menggunakan waktunya penuh menjadi musisi.

Ardhito Pramono mengawali karir musiknya setelah banyak membuat cover lagu di YouTube pada tahun 2013. Ia pertama kali muncul di YouTube pada tahun 2013 saat mengcover lagu-lagu AJ Rafael seperti She Was Mine. 

Album Wijayakusuma adalah lanjutan dari langkah Ardhito dalam dunia musik setelah sebelumnya merilis Ardhito Pramono, Playlist, Vol. 2, a letter to my 17 year old, Craziest thing happened in my backyard, dan Semar & Pasukan Monyet.

Karya musik yang dibuat Ardhito Pramono dimulai pada tahun 2013 saat ia berkuliah jurusan perfilman di JMC Academy yang berada di Australia. Hingga akhirnya pada tahun 2016, Ardhito Pramono merilis single perdananya yang berjudul The Sun. Lagu ini terdapat dalam mini album pertamanya, Ardhito Pramono yang dirilis pada tahun 2107.

Debut akting Ardhito Pramono dilakukannya pada film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini di tahun 2020 sebagai Kale. Lanjut pada sekuel dari film ini yang berjudul Story of Kale: When Someone's in Love dan Story of Dinda: Second Chance of Happiness. Di tahun 2022, Ardhito juga berperan sebagai Afkar pada film Dear Nathan: Thank You Salma.

Ardhito Pramono banyak mendapatkan nominasi penghargaan atas karyanya. Salah satunya ia berhasil meraih Favourite Newcomer Actor untuk Indonesia Movie Actor Awards pada tahun 2020 untuk aktingnya sebagai Kale di Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini. Selain itu, ia juga berhasil meraih Best Vocal Jazz Performer dalam Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2020 untuk lagu Fine Today (OST. Nanti Kita Cerita tentang Hati Ini).

Image Sources: Merah Putih

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Pop #Jazz #Wijayakusuma #nanti kita cerita tentang hari ini #oomleo #Aksara Records

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Super Buzz

Bayu Febrian Merilis Single Baru, Akhirnya Aku Mencintaimu

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

The Cure Terbitkan Ulang Album Wish Berisi 40 Trek!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

The Milo Rilis Single Flow untuk Refleksikan Perjalanannya

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

Morgensoll Lepas Dua Single Sekaligus

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

The Adams Tampil Epik di Supermusic Live 360 Virtual Concert

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

Tiket Comeback, “Dihidupkan Kembali” oleh Formasi Awalnya

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

Retlehs Lepas EP Debutnya yang Penuh Amarah, Satyr’s Satire

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

Chris Shiflett Bagikan Single Baru, Long, Long Year

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

Tove Lo Bagikan Single Baru yang Energik, 2 Die 4

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Super Buzz

Kolaborasi HNATA dengan A.G.O untuk Single Baru, TALK!

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /