Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Arief Blingsatan: Geliat Musik Pasca Pandemi Mereda

Author : Admin Music

Article Date : 14/12/2021

Article Category : Noize

Keterbatasan bukan menjadi penghalang bagi musisi untuk tetap berkarya, tinggal bagaimana musisi memanfaatkan sisi kreativitasnya untuk tetap bergerak. Berkoneksi dan kolektivitas menjadi hal penting, pergerakan "circle" musik lokal maupun nasionallah yang membuat industri musik tetap bergerak karena keberadaan dari studio latihan hingga studio rekaman masih aktif dalam rutinitasnya. 

Kemudian, selama "art worker" hingga desainer produk masih menjadi industri prakarya cenderamata untuk band yang masih mempunyai daya beli dan didukung oleh aneka kreativitas audio visual di ranah digital sebagai senjata untuk berpromosi, maka tetap berputarlah roda dunia musik Tanah Air.

Ketika mereka ramai-ramai masih bersikeras untuk tetap bermusik dengan kondisi apa pun, menyesuaikan diri dan mencari celah bertahan dan bergerak adalah solusinya. Telah dirintis yang kemudian berubah menjadi sebuah alternatif dan kelebihan dari situasi seperti ini, di antaranya muncul media-media yang berbasis digital macam podcast, virtual concert, dan lain-lain. Tidak hanya pertunjukan besar sekelas Hellprint, Flsvs, bahkan pensi dan festival band sekolah pun sudah banyak digelar secara virtual, karya-karya mulai bermunculan, tidak sedikit dari mereka yang meluncurkan karya, baik itu berupa single, maupun album, hingga merilis boxset, video lirik, hingga video musik.

Banyak yang tidak sadar bahwa justru keterbatasanlah yang membuat kita semakin kuat. Tidak menyadari bahwa pembatasan membuat kita bekerja lebih keras. Di balik penyesuaian diri dengan kondisi yang ada mereka sangat merindukan musik bisa kembali normal seperti dahulu kala. Hal ini menjadi optimisme bahwa masih ada di antara musisi-musisi di Tanah Air.

Terbukti dengan pasca senggang waktu tiga bulan, antara Oktober sampai dengan Desember 2020, di saat pandemi COVID-19 mereda, mereka berhamburan melakukan aktivitas bermusik. Mulai dari menghelat pesta perilisan dengan gigs kecil, tur-tur kecil, hingga bentuk-bentuk baru perhelatan virtual yang melibatkan musisi skala nasional. Bahkan ada beberapa musisi yang sedang melaksanakan tur dunia, seperti VOB, dan berita ngeri dari Turtles JR yang akan bertandang ke Rebellionase Festival, dan masih banyak lagi.

Hampir di berbagai kota masih tetap menggeliat. Dari kota-kota besar hingga kota kecil di sekitarnya memanfaatkan tempat-tempat yang terbengkalai, tempat-tempat yang nyaris bangkrut, dan sisa-sisa mereka yang bertahan sebagai rumah musik.

Terlihat musisi generasi tua dan muda menggeliat bersama dari berbagai kota di Tanah Air. Terutama musisi-musisi dari kota-kota besar macam Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Medan, Makassar, seputar Pulau Bali, dan lain-lain.

Penulis mencatat, dari geliat musik di Surabaya yang terjadi di baru-baru ini, Fraud menggelar party perilisan Finyl, Silampukau menggelar safari di berbagai kota di Jawa Timur, Blingsatan menggelar media visit yang di mulai dari kota Bandung, Timeless merilis album keduanya, Zombies Daylight merilis boxset eksklusifnya. 

Sementara di kubu hiphop ada Flavaeffect yang merilis album perdananya dengan label record Demajors x Pasukan Records. Tur-tur kecil seperti yang digelar oleh band baru Energi Dini Hari bersama band-band koleganya dengan mobil fans VW Combi-nya sebagai panggung berjalan di space ala kadarnya. Ada juga beberapa party lokal yang digelar, baik di dalam kota maupun di pegunungan dengan konsep “music camp“. Ada beberapa gelaran yang di gelar oleh Gang Setan Movement di skena punk, SBHC di skena hardcore, Blackroc Guerilla di skena hiphop, dan masih banyak lagi. Kurang lebih hal ini sama terjadi di berbagai kota di Indonesia. Terus bergerak kawan.

Image source: https://www.instagram.com/arief_blingsatan/

ARTICLE TERKINI

Tags:

#arief blingsatan #Blingsatan #punk #geliat musik #tur musik

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Noize

Acum Bangkutaman: Apa Kabar Toko Vinyl?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Arief Blingsatan: “Mods Vs Rockers” Menggerakkan Musik Dunia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Cooly Rocks On Tour, Rockabali sebagai Kanon Kultur

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Bentuk-bentuk Baru Musik Tradisional Indonesia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Dewo Iskandar: Pilih Ngeband atau Solo?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Stephanus Adjie: Metal Paska Pandemi Bagian 2

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Acum Bangkutaman: Serunya Tur Konser (Bagian 2)

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Yulio Piston: Mengenal Musik Lewat Video Game

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Dinamika Metal Lokal Setelah Pandemi

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Noize

Lagu Indonesia: Banyak Hit, Sedikit Evergreen?

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /