Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Author :

Article Date : 06/02/2017

Article Category : Super Buzz

“Sejauh apapun kita melangkah, kita selalu punya tempat untuk kembali pulang.”

Mungkin rasanya mayoritas awam pernah bahkan tak asing mendengar sebuah pepatah klasik seperti penggalan kalimat di atas. Ya, ungkapan ini mungkin pantas disematkan kepada juru heavy metal legendaris Black Sabbath. Unit kebanggaan tanah Britania Raya itu baru saja menggelar pertunjukkan terakhir mereka pada Sabtu, 4 Februari kemarin.

Pentas akbar ini tentu menjadi momen spesial tersendiri bagi Black Sabbath. Pasalnya trio Ozzy Osbourne - Tony Iommi - Geezer Butler melangsungkan konser perpisahan di kampung halaman mereka di Birmingham, Inggris. Panggung megah Genting Arena menjadi saksi perpisahan sang legenda

Lembaran tiket konser pun ludes terjual diborong para fans fanatik hanya dalam waktu hitungan jam. Predikat sebagai dedengkot musik rock ternyata masih ampuh menjadi daya pikat kepada seluruh kalangan pencinta metal dunia.

Pementasan terakhir dari rangkaian tur The End menghadirkan total 16 lagu andalan Black Sabbath. Meski sudah tak muda lagi, Ozzy Osbourne dkk mampu bermain agresif nan liar di hadapan penggemar dengan durasi hampir mencapai dua jam. Sebelum memulai konser, Osbourne bersorak riuh di depan hadapan penggemar, lantas berteriak kencang sembari memanaskan pit, “Ayo, mari menggila bersama!”

Track bertitel “Black Sabbath” mengawali repertoar di malam penuh intimasi itu. Penonton pun menyambut dengan sorak sorai meriah, kerumunan tampak khidmat mengikuti iringan musik khas Sabbath berkumandang di venue. Lagu-lagu klasik jagoan dibawakan penuh energi oleh band yang terbentuk di tahun 1968 silam itu. Beberapa single di album esensial seperti Paranoid dan Master of Reality dibawakan apik secara bergantian oleh kelompok kontroversial itu.

Sebut saja deretan nomor jempolan seperti “War Pigs”, “Iron Man”, “Children of the Grave” hingga “N.I.B” menghiasi setlist. Tak lupa juga mereka menyelipkan sesi instrumental di track “Sabbath Bloody Sabbath” dan “Rat Salad” di pertengahan konser.  Jelang babak akhir konser, Black Sabbath menutup manis salam perpisahan mereka lewat encore lagu “Paranoid.” Mudah ditebak, seisi panggung pun kemudian bergumuruh heboh ketika anthem itu menggaung kencang.  

Konser The End menjadi kali terakhir Black Sabbath pentas di belantika musik. Mengingat kondisi kesehatan sang gitaris Tony Iommi yang sudah tak prima lagi. Iommi sebelumnya sempat didiagnosa mengidap kanker di tahun 2012. Hal ini tentu berpengaruh vital ke berbagai aktivitas pentas Black Sabbath.

Dilansir melalui BBC, Osbourne memberikan komentar harunya perihal konser terakhir Black Sabbath di kampung halamannya.

“Perasaanku saat itu seperti sedang melayang di sekeliling arena. Ya, aku kembali ke tempatku berasal. Aku sangat senang, aku pun menangis terharu. Salah satu hal yang paling kubanggakan di dalam hati adalah kenyataan bahwa Black Sabbath itu bukanlah band yang diciptakan oleh sekumpulan maestro besar, melainkan empat orang yang selalu bermimpi dan menjadi kenyataan jauh melampaui harapan liar kami sebelumnya” ungkap Osbourne dengan rasa suka cita.

Baca Juga : Xotic EP Booster

Black Sabbath resmi mengakhiri perjalanan tur panjang The End di Birmingham. Pencapaian berkarier selama 49 tahun bukanlah waktu yang singkat. Walau sempat bongkar-pasang personil, Black Sabbath tetap dikenal sebagai unit fundamental peletak pertama ‘batu’ heavy metal.

Intip keseruan konser perpisahan Black Sabbath di tur The End di bawah ini:

 

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Black Sabbath #Ozzy Osbourne #tony iommi

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /