Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Buluk Superglad: Jakarta Bawah Tanah (Part 2)

Author : Admin Music

Article Date : 11/07/2021

Article Category : Noize

Kemana saja para pelaku di era PID PUB ? siapa sih band pertama di Jakarta yang alirannya bawah tanah ini? Atau bahkan ada gak sih orang yang pertama meramaikan skena musik bawah tanah di Indonesia?

Nah..ini tulisan akhir gw di episode pertama kemarin cuy..semua cerita di bawah ini adalah peristiwa yang gw alamin dang w jalankan, jadi ini bukan sejarah yang mungkin ada salahnya. Ini adalah sejarah hidup gw mengenal musik arus non mainstream dan pergerakan bawah tanah di jaman gw dulu hehehe.

Saat ini gw masih berhubungan dengan mereka-mereka para pelaku di era PID PUB, bahkan salah satu pelakunya gw producerin dang w bikini band baru buat dia,Glenn namanya,di era PID PUB ada salah satu band yang mengcover SEX PISTOLS , SHID nama band itu para personilnya juga adalah pentolan group group besar jaman itu hingga kini tapi ada juga yang sudah ke pangkuan yang maha esa.

SHID sendiri ada Alm Ary Yanuar (ROXX) Ucok (DEVINE,BRAIN THE MACHINE) Tony (ROXX) dan Glenn yang saat ini gw bentuk dalam band Glenn & The Vicious Boys ,selain itu ada VACCANT yang baru kemarin lalu kembali berkibar dengan albumnya,mungkin secara kehidupan mereka saat ini ada yang sudah punya usaha,kantoran atau bahkan masih ngeband,di era itu semua band-band banyak yang mengcover lagu-lagu dari band-band luar dan ini beberapa band yang gw kenal personilnya dan gw tau saat itu di luar nama besar ROXX dan SUCKERHEAD.

Buluk Superglad: Jakarta Bawah Tanah (Part 1)

PARAU,DEAD BISCUITS,ALIEN SCREAM,TOILET,INFLECTION,ARMAGEDDON,KETOPRAK dan masih banyak yang lainnya,di era itu juga salah satu radio konvensional MUSTANG FM memutarkan musik-musik tak lazim ini setiap minggunya di acara ROCK AND RYTHEM,dimana kita bisa mendengarkan lagu-lagu dari band yang kita sudah tau sampai yang kita baru dengar saat itu,gw sendiri masih tergabung dalam komunitas pencinta musik cutting edge ini circa 86-91 yang bernama ZORLAC yang juga diambil dari brand skateboard yang artworknya di design oleh PUSH HEAD,dari komunitas ini gw dapetin kaset-kaset band-band underrated di era itu,semakin underrated semakin aneh maka semakin menambah wawasan musik dan koleksi kita,boleh dibilang mereka-mereka yang gedongan lah yang mempunyai kaset-kaset aneh ini karena mereka secara langsung pergi ke negeri paman sam untuk membelinya,sepulangnya dari sana kita yang di indo,ya selain nitip palingan juga menggandakan secara ilegal dengan cover fotokopian hehehehe

Terlepas dari itu semua ,pergerakan bawah tanah Jakarta pun semakin luas,era keemasan PID PUB pun silih berganti hingga lahir era POSTER CAFÉ yang menurut gw inilah era musik non mainstream semakin luas dari segi genre,pelaku musik hingga penikmatnya,terciptanya fanbase juga komunitas subgenre dari HARDCORE , METAL, PUNK,SKA,SKINHEAD,INDUSTRIAL hingga BRITISH POP,dan di awal era ini juga masih banyak band yang masih mengcover dari band-band idolanya hingga akhirnya mereka berhasil merelease album mereka sendiri dengan jalur do it yourself atau yang dikenal dengan DIY.

Beberapa band hingga saat ini pun masih bertahan dan bahkan menjadi band yang sudah boleh dibilang “legend” untuk saat ini,mengapa gw bilang legend?buat anak jaman sekarang GREEN DAY ataupun BLINK 182 sudah menjadi Legend buat mereka,dan band-band yang lahir di poster pun bahkan lebih dulu menjadi punk rockers sebelum lahirnya band-band tersebut,sebut saja STRAIGHT ANSWER yang hingga saat ini masih bertahan dengan ke idealisan HARDCOREnya juga beberapa pelaku musik di era itu saat ini sudah menjadi selebriti tanah air atau bahkan sudah membuat band baru yang sukses di industri musik Indonesia.

Singkat cerita dari era keemasan POSTER CAFÉ ini pun berlanjut dan terus berlanjut mengikuti zaman dari café ke café seperti PARKIT DÉJÀ VU , NIRVANA dan lain-lain hingga berujung di sebuah bar blues di bilangan menteng milik gitaris blues ternama RAMA SATRIA…yuup BB’S café…layaknya CBGB yang juga merupakan bar country bluegrass and blues yang menjadi wadah para pelopor punk amerika seperti RAMONES , IGGY POP, DEAD BOYS dll.

BB’S juga melahirkan band-band yang saat ini sangat dikenal di skena non mainstream seperti SERINGAI,THE BRANDALS ,THE UPSTAIRS ,band gw SUPERGLAD HAHAHA….dan masih banyak lagi,dan buat gw di era ini beberapa pelaku musik sudah jauh lebih baik lagi dari era sebelumnya,lahirnya record label record label indie yang mampu dan bisa mendistribusikan para pelaku musik dan strategi promosi yang jauh lebih baik dari sebelumnya,banyak bermunculan juga zine yang jauh lebih bagus dari segi cetak fisik bahkan artworknya,masuknya para endorsement clothingan ke band-band yang disupport oleh brand-brand clothing pun semakin banyak,dan yang lebih lagi adalah adanya MTV yang sangat mensupport para pelaku musik bahkan para sutradara video klip yang akhirnya band-band bawah tanah ini pun bisa mempunyai video klip yang bisa ditonton oleh kalangan luas.

Tapi tak kalah hebatnya juga mereka-mereka yang berjuang tanpa adanya bantuan dari para media besar pun ikut meramaikan skena musik Jakarta bahkan nasional, mereka yang idealis akan anti media,mereka yang tetap pada jalur independen makin banyak makin besar bahkan mempunyai DIE HARD fans yang sangat luar biasa,buat gw ini adalah masa keemasan gw dalam bermusik,dimana di era inilah gw memutuskan sepenuhnya hidup gw di musik dengan menolak bekerja sebagai karyawan melainkan lebih memilih untuk hidup dari musik yang akhirnya gw jadi karyawan juga hahahaha…tapi penyiar radio cuuuy jadi tetap di musik jalurnya hahaha.

Intinya sekali lagi ini adalah cerita gw yang gw alamin dari gw gak tau apa-apa tentang dunia skena musik non mainstream sampai akhirnya gw terjun di dunia ini sudah lebih dari 25 tahun gak kerasa hehehe…tulisan ini gw persembahkan buat semua teman-teman yang sudah ke pangkuan sang kuasa juga buat teman-teman yang saat ini masih berada di jalurnya…STAY ON YOUR GROUND BROTHA!!!SALUTE!!! YOU KNOW WHO YOU ARE!!!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Superglad #Buluk Superglad #Metal

0 Comments

Comment
Other Related Article
Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

15 September 2021

Noize

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

11 September 2021

Noize

Hasan Dzikrullah: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

Dewo Iskandar: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

31 August 2021

Noize

Evolusi Rockbali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

Evolusi Rockabali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

29 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop Punk Tour 2014

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop . . . .

27 August 2021

Noize

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di Tengah Pandemi

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di . . . .

26 August 2021

Noize

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, Terus Gimana Dong?

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, . . . .

05 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self Healing"

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self . . . .

24 July 2021

Noize

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy Metal

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy . . . .

18 July 2021

Noize

Dewo Iskandar: Jangan Mati Dalam Stagnasi!

Dewo Iskandar: Jangan Mati Dalam Stagnasi!

15 July 2021

Noize

1 /