Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Buluk Superglad: Love Your Idol And Don’t Let It Kill You

Author : Admin Music

Article Date : 27/09/2021

Article Category : Noize

Hallo cuy gimana kehidupan? Semoga masih aman-aman aja ya dengan PPKM yang diperpanjang terus kaya sinetron striping.

ido.la

⇢ Tesaurus

  • orang, gambar, patung, dan sebagainya yang menjadi pujaan: ia senang sekali karena penyanyi --nya tampil dalam pertunjukan itu

Kenapa gw ngutip arti idola menurut KBBI di awal tulisan gw? Yup gw bakal ngebahas tentang idola nih cuy, tapi tetap dalam koridor teori gembel gw ya wkwkwkwkwk.

Setiap orang menurut gw pasti punya sosok idola, mau itu di bidang musiK, film, olahraga bahkan sejarawan. Karena setiap orang itu menurut gw pasti menyukai sesuatu dan dari sesuatu itu biasanya ada pelakunya yang di idolakan,contohnya gw…lifetime idols gw udah pasti dari dunia musik. Di dunia musik ini gw sangat mengidolakan sosok Mike Ness dari Social Distortion. Saking mengidolakan sosok Mike Ness ini banyak hal dari diri doi yang berusaha gw aplikasikan ke hidup gw (walaupun tampang sama isi rekening jauh bener cuy wkwkwkwkwk).

Dari mulai gaya fashion dia yang sangat menginspirasi gaya fashion gw saat perform dengan band gw Superglad, bahkan saat perform dengan Kausa pun walaupun jenis musiknya jauh dari gaya fashion Mike Ness yang rockabilly punk tetep aja gw mengaplikasikan sedikit gaya Mike Ness. Bahkan beberapa tattoo di badan gw juga terinspirasi oleh lirik-lirik doi. Sebegitu mengidolakannya gw pada sosok Mike Ness ini lirik-lirik lagunya pun kadang menurut gw sejalan sama kehidupan gw.

Sebenernya selain Mike Ness masih ada beberapa sosok yang gw anggap idola, seperti Om Iwan Fals. Gw wajib sujud sungkem sama Om Iwan Fals, karena tanpa beliau gw kayanya ga akan pernah bisa nulis lirik lagu dengan bahasa-bahasa lugas, lu bayangin cuy siapa yang kepikiran nulis lirik lagu kaya gini “perempuan malam mandi di kali, buih-buih busa shampo ketengan” Cuma seorang Iwan Fals cuy yang kepikiran wkwkwkwk. Iwan Fals adalah godfather of Indonesia music kalo menurut gw, dari musiknya dan pembawaan dirinya bikin beliau sangat dicintai banyak orang di negeri ini. Waktu pertama kali dipertemukan dengan Om Iwan Fals asli cuy nggak bisa ngapa-ngapain gw, semua cita-cita yang udah disiapin kalo ketemu Iwan Fals buyaaaarrrr sebuyar-buyarnya, gw Cuma bisa diem, gemeter, ngomong aja susah cuy wkwkwkwkwk. Pas Om Iwan nyapa gw wah apa kabar? Pengen nangis kejer gw wkwkwkwkwk.

Mungkin kalian juga pernah ngerasain apa yang gw rasain pas ketemu sama idola kalian, momen ajaib sih kalo menurut gw wkwkwkwkwk.

Perjalanan gw nemuin sosok idola sangat panjang sebelum akhirnya gw menemukan sosok Mike Ness dan sosok Iwan Fals sebagai idola gw sepanjang masa.

Gw udah ngelewatin masa-masa jadi poser, ngejiplak gaya musisi tanpa gw tau isi pikiran musisi itu dan gimana kehidupan musisi itu. Gw pernah ga suka Bon Jovi gara-gara di momen gw lagi suka metal ada gitaris metal yang di gitarnya pake stiker fuck Bon Jovi padahal sebelum dengerin metal gw juga dengerin Bon Jovi wkwkwkwkwk. Hal sereceh itu bisa merubah pandangan kita terhadap sesuatu karena idola kita.

Seseorang pasti akan berusaha menyerupai sosok yang dia idolakan, dari style fashion, gaya rambut, gaya bernyanyi, bahkan yang lebih extreme merubah wajahnya hingga menyerupai sosok idola nya, serem ye…Jangan gitu-gitu amatlah wkwkwkwkwk.

Gw punya sahabat di Bandung yang sangat mengidolakan Lars Frederiksen, semua gaya Lars udah pernah dia ikuti dan gw yakin sahabat gw ini ngikutin semua yang Lars lakukan karena menurutnya semua karya-karya dari Lars mewakili jalan hidupnya. Mungkin dari lagu-lagunya atau dari cara pikir seorang Lars Frederiksen.

Sosok idola itu mempengaruhi pendapat kita kalo menurut gw, contohnya idola kita merilis sebuah karya dan menurut pendapat umum karya tersebut tidak bagus bahkan jelek tapi pasti tetap menurut pendapat kita karya idola kita itu tidak jelek, mungkin hanya sedikit menurun kualitasnya, bahkan untuk bilang jelek sebuah karya idola kita pun kadang kita ga sanggup karena sudah sebesar itu pengaruh idola kita dalam pikiran kita.

Tapi seiring bertambahnya kedewasaan cara berpikir, kita bakal bisa mengontrol sebesar apa pengaruh idola itu buat kita, kita bakal lebih bisa memilih mana yang bagus buat kita ikuti mana yang ga penting-penting amat juga buat di ikutin. Dengan kata lain tambah dewasa kita bakalan lebih bijak buat bertindak.

Sosok idola juga menurut gw adalah sosok yang sakral, sosok yang lebih baik kita hanya mengenalnya dari jauh dan menikmati karya-karya nya saja. Bahkan kalo kata gw sih idola kita itu harus tidak tersentuh oleh kita, untouchable… karena dengan begitu image idola kita tersebut tetap terjaga di mata kita, lu bayangin kalo lu mengidolakan seseorang terus akhirnya lu kenal dengan idola lu itu terus jadi sangat akrab, akhirnya lu tau minusnya kelakuan atau kehidupan idola lu itu gw yakin pasti drop cuy imagenya wkwkwkw. Makanya gw lebih memilih tidak mengenal secara dekat dengan sosok yang gw idolakan takut ilfill hehehehe.

Itulah kenapa tulisan ini gw kasih judul Loves your idol and don’t let it kill you, karena sebaik-baiknya menjaga image idola kita di mata kita adalah dengan tidak mengenalnya secara personal. SO CHOOSE YOUR OWN IDOLS!

“I made it through the hard times,and came back a stronger man…But this time darling it’s just not the same!”

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Buluk Superglad #Supernoize #idola

0 Comments

Comment
Other Related Article
Acum Bangkutaman: Menghargai Lebih Musik Indonesia

Acum Bangkutaman: Menghargai Lebih Musik Indonesia

29 September 2021

Noize

Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

15 September 2021

Noize

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

11 September 2021

Noize

Hasan Dzikrullah: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

Dewo Iskandar: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

31 August 2021

Noize

Evolusi Rockbali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

Evolusi Rockabali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

29 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop Punk Tour 2014

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop . . . .

27 August 2021

Noize

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di Tengah Pandemi

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di . . . .

26 August 2021

Noize

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, Terus Gimana Dong?

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, . . . .

05 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self Healing"

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self . . . .

24 July 2021

Noize

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy Metal

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy . . . .

18 July 2021

Noize

1 /