Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Buluk Superglad: SECOND CITY TERROR!

Author : Admin Music

Article Date : 22/02/2022

Article Category : Noize

Akhir-akhir ini gua sering banget dapet DM atau email dari teman-teman luar kota yang jauh dari hiruk-pikuk Pulau Jawa dan sekitarnya. Mereka mengirimkan gua lagu-lagu hasil karya mereka, mau itu dalam format band ataupun solo. Yang bikin gua takjub adalah musik mereka keren-keren, cuy, nggak kalah sama band-band metropolitan atau band dari kota besar lainnya. 

Makassar, Pontianak, Palembang, Pekanbaru adalah segelintir contoh kota yang menghasilkan band/musisi keren bahkan dari tanah Papua banyak lahir rapper-rapper keren yang karyanya banyak bertebaran di YouTube. Dari Makassar, lo coba simak lagu-lagu dari band bernama KAPAL UDARA; dari kota khatulistiwa Pontianak ada SECRET WEAPON yang muncul dari skena hardcore; sementara dari Medan ada FINGERPRINT.

Banyak sekali band-band keren dari luar Jawa yang akhir-akhir ini berseliweran di lini masa gua atau yang ngirim-ngirim link rilisan mereka. Bahkan hampir semuanya diproduksi secara profesional dan sangat layak dengar. Dari segi hasil rekaman, teman-teman di sana sudah mengerti bagaimana mengarahkan sound band mereka. Artwork yang mereka tempelkan di karya musik mereka juga nggak kalah seru dengan lagu-lagunya, mereka sudah sangat paham bagaimana mengemas rilisan band mereka.

Sering akhirnya, setelah menyimak lagu-lagu dari band yang mengirim link karya mereka, akhirnya gua terpancing untuk tahu lebih jauh tentang band-band ini yang akhirnya membuat gua membuka obrolan dengan mereka. Yang paling sering gua tanyakan ke teman-teman yang berasal dari kota yang bisa dibilang “second city” ini adalah apakah skena di daerah mereka memang ada atau mereka jalan masing-masing? Kerennya hampir semua jawaban mereka adalah skena musik di daerah mereka itu ada dan semakin tumbuh pergerakannya. Dan setelah gua browsing-browsing, ternyata event-event musik non-mainstream di daerah-daerah sekarang sering banget digelar oleh kolektif musik di daerah masing-masing, dan dari situlah banyak muncul band-band keren yang karyanya nggak kalah dengan band-band dari Jawa dan sekitarnya.

INTERNET! Yup, ini adalah kunci dari bermunculannya band-band berbahaya dari kota-kota di luar Jawa. Kemudahan mendapatkan informasi lewat internet menjadi salah satu pemicu teman-teman di daerah untuk berkarya dengan hasil yang mumpuni, saat ini referensi musik bisa dengan mudah didapat. Selain event-event kolektif internet memang obat paling mujarab untuk membangun skena musik.

Gua jadi ngebayangin gimana serunya teman-teman di daerah mengembangkan skena musik di daerah mereka, energi yang mereka keluarkan pasti sama dengan teman-teman di Pulau Jawa di awal-awal era 1990-an saat itu kita berusaha untuk melawan arus utama musik-musik yang disuguhkan oleh media. Energi yang sama ketika Pas Band dan Pure Saturday merilis album DIY mereka, energi seperti itu yang sekarang pasti lagi liar-liarnya dijalani oleh teman-teman di daerah.

Masih ingatkan ketika Superman Is Dead (SID) tiba-tiba menyeruak ke permukaan? Band dari sebuah pulau yang lebih terkenal dengan pariwisatanya membuat kita terhenyak “wow ada band kaya gini lahir di Bali?” tanpa kita ketahui ternyata Bali menyimpan banyak sekali band-band keren dan SID adalah pembuka pintunya. Bisa kita lihat setelah SID muncul, Navicula, lalu ada The Hydrant, Dialog Dini Hari, dan lain-lain. Band yang lahir dari sebuah pulau yang kita nggak pernah berpikir akan lahir band-band keren di sana.

Gebrakan dari pulau Bali itu pula lah yang menurut gua menyulut pergerakan skena musik di daerah-daerah lain di Indonesia yang selama ini masih sangat Jawa sentris (gile bahasa gua wkwkwkwkwk).

Gua sempet ngobrol via chat dengan teman-teman dari Pontianak. Kata mereka, dulu, di Pontianak, itu band-band yang lahir banyak dari festival band dan musik yang dimainkan itu-itu saja. Musik-musik era glam rock banyak dimainkan band-band dari Pontianak di saat itu dan karier bandnya hanya mentok sebagai band festival. Setelah jadi juara, ya sudah nggak ada kelanjutannya. Nah, hal-hal kayak gitu sekarang sudah nggak ada lagi di Pontianak, sekarang anak-anak muda di sana rajin bikin event-event musik non-mainstream dan sudah banyak juga yang merilis album mereka secara independen bahkan membuka koneksi dengan teman-teman di Jawa yang akhirnya membuat bandnya bisa tampil di luar Pontianak, Manjakani contohnya, mereka sudah sering main di event-event besar di pulau Jawa. Bahkan, kata mereka, band dengan genre non-mainstream itu nggak cuma berkembang di kota Pontianaknya saja, bahkan dari kota-kota pinggiran Pontianak seperti Singkawang, atau Sintang juga banyak bermunculan band-band keren dengan genre non-mainstream. Semua itu terjadi karena kolektif permusikan di sana berjalan dengan baik.

Dari obrolan dengan teman-teman di Pontianak itu, gua yakin di daerah-daerah lain juga pasti sedang terjadi hal yang sama, band-band keren bermunculan dari daerah-daerah kecil di Indonesia dan nggak sedikit dari mereka yang bisa berbicara di kancah musik non-mainstream nasional.

Gua secara pribadi seneng banget dengan perkembangan skena musik yang sedang terjadi di daerah-daerah kecil di Indonesia. Bisa dibilang saat ini kekuatan musik non-mainstream di Indonesia seimbang. Sudah nggak ada lagi yang namanya Jawa sentris, lo sekarang bakal sering ketemu band-band keren yang lahir dari kota-kota yang bahkan lo nggak nyangka kalo daerah tersebut ada band keren.

Atau, kalau lo punya band, terus band lo diundang main di daerah kecil di Indonesia, jangan kaget kalau di daerah itu lo bakal nemuin banyak band-band keren asal kota tersebut. Kita sekarang sama cuy, bahkan mungkin mereka lebih keren dari band-band kota besar di Pulau Jawa.

Makdarit, mari kita berkoneksi, kita besarkan skena musik non-mainstream bareng-bareng, kita berbagi ilmu dan pengalaman. Kebayang nggak lo Indonesia yang sebesar dan seluas ini di semua daerahnya tumbuh subur band-band non-mainstream yang keren. Gua sih pengen banget hal itu terjadi, wkwkwkwk.

Semua pergerakan musik di Indonesia harus terdokumentasikan seperti kata fren gout, Jimi, lewat The Upstairs, “Semua terekam tak pernah mati”.

Panjang umur pergerakan!

Image source: Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Buluk Superglad #Supernoize # band lokal #Pulau Jawa

0 Comments

Comment
Other Related Article
Arief Blingsatan: Musik Religi Indonesia dari Masa ke Masa

Arief Blingsatan: Musik Religi Indonesia dari . . . .

25 April 2022

Noize

Semarak Festival di Bali: Tumbuhnya Optimisme Kembali

Semarak Festival di Bali : Tumbuhnya . . . .

20 April 2022

Noize

Yulio Piston: Peran Road Manager, Penting Nggak Penting?

Yulio Piston: Peran Road Manager, Penting . . . .

19 April 2022

Noize

Acum Bangkutaman: Selamat Datang Konser Tatap Muka!

Acum Bangkutaman: Selamat Datang Konser Tatap . . . .

17 April 2022

Noize

Dewo Iskandar: Penunjang Terbentuknya Skena Musik Lokal

Dewo Iskandar: Penunjang Terbentuknya Skena Musik . . . .

11 April 2022

Noize

Buluk Superglad: Soundtrack di Sebuah Film

Buluk Superglad: Soundtrack di Sebuah Film

01 April 2022

Noize

Rudolf Dethu: Kancah Kongkow Rock ‘N’ Roll di Bali 2022

Rudolf Dethu: Kancah Kongkow Rock ‘N’ . . . .

07 March 2022

Noize

Agung Hellfrog: Mengintip Kelebihan Kemper Profiler

Agung Hellfrog: Mengintip Kelebihan Kemper Profiler . . . .

05 March 2022

Noize

Agung Hellfrog: Mana Lebih Keren, Distorsi Ampli atau Distorsi Pedal?

Agung Hellfrog: Mana Lebih Keren, Distorsi . . . .

03 March 2022

Noize

Alvin Yunata: Hak Cipta Lagu, Hak Cipta Milik Siapa?

Alvin Yunata: Hak Cipta Lagu, Hak . . . .

16 February 2022

Noize

1 /