Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

hari libur unik

Author : Admin Adventure

Article Date : 02/08/2022

Article Category : News

Kalau diperhitungkan, mungkin ada jutaan kebudayaan di seluruh dunia ini. Di Indonesia sendiri, kurang lebih ada 2.000 kebudayaan. Pastinya negara lain pun punya karakteristik budayanya sendiri. Seperti bahasa, tarian, rumah adat, ritual, musik, hingga hari libur.

Yup, beberapa negara memang punya hari libur yang berkaitan dengan budaya mereka. Biasanya pada hari tersebut digelar tradisi warisan dari nenek moyang mereka. Menariknya, perayaan ini bisa disaksikan langsung oleh wisatawan.

Jadi kalau lo ingin merasakan pengalaman liburan yang berbeda dan nggak terlupakan, lo harus tahu negara mana saja yang punya tradisi unik di hari libur.

Ta Chiu, Hong Kong

Image source: 

Pada tanggal 27 Desember, masyarakat Hong Kong biasanya menggelar festival Ta Chiu. Ini adalah tradisi berdoa kepada dewa-dewa serta arwah leluhur agar keinginan mereka bsia terkabul di tahun berikutnya.

Dalam festival ini ada seorang pemimpin upacara yang bertugas untuk membacakan nama setiap pengunjung yang datang. Setelah itu, dia menempelkan daftar nama pada kuda kertas lalu dibakar. Asap dari pembakaran ini dipercaya bisa membawa nama-nama tersebut kepada para dewa.

Omisoka, Jepang

Image source: 

Kalau lo termasuk orang yang senang merayakan tahun baru dengan meriah, coba datang ke Jepang, deh. Di sana, ada festival Omisoka yang dirayakan di hari terakhir bulan Desember. Ini merupakan cara orang Jepang untuk meminta umur panjang sebelum pergantian tahun.

Pada saat festival, setiap keluarga di Jepang makan malam dengan udon atau mie soba di jam sebelas malam. Kemudian, mereka mengunjungi kuil pada tengah malam. Di beberapa tempat bahkan ada sebuah bel yang berbunyi sebanyak 108 kali sebagai simbol pengusiran keserakahan.

Noel, Perancis

Image source: 

Hari raya Natal di Perancis dikenal juga dengan perayaan Noel. Secara umum, perayaan ini mirip dengan festival hari raya Natal di Amerika. Namun ada beberapa perbedaan yang lumayan mencolok.

Di Perancis, ada tokoh atau figur yang menjadi “Ayah Natal” bernama Pere Noel. Sang Ayah Natal ini akan mendatangi rumah-rumah dengan membawa hadiah. Kalau di Amerika, Pere Noel mirip dengan Sinterklas.

Di dalam rumah, anak-anak sudah menyiapkan sepatu di dekat perapian yang nantinya akan diisi oleh hadiah. Setelah pagi datang, anak-anak akan menemukan kacang, buah, atau bahkan mainan kecil di dalam sepatu mereka.

Sviata Vechera, Ukraina

Image source: 

Lain Perancis, lain pula Ukraina. Di negara ini, perayaan Natal disebut juga dengan Sviata Vechera yang berarti makan malam suci. Perayaan ini biasanya digelar saat bintang pertama terlihat di sisi Timur langit pada malam hari.

Berbeda dengan Amerika Serikat dan negara lainnya, Ukraina merayakan hari Natal pada tanggal 6 sampai 7 Januari. Dalam perayaan ini, kepala rumah tangga akan membawa seikat gandum lalu diberikan kepada komunitas petani.

Gandum ini merupakan “Didukh” atau roh leluhur yang menjadi bentuk dari rasa syukur masyarakat di tahun berikutnya dan juga simbol panen.

St Stephen's Day, Irlandia

Pada tanggal 26 Desember, di Irlandia ada perayaan St Stephen’s Day. Ini merupakan perayaan yang digelar sejak malam Natal sampai tanggal 6 Januari. Menariknya, di Irlandia Natal dirayakan dengan suasana yang lebih religius daripada hanya bersenang-senang saja.

Pada saat hari raya St Stephen’s Day, anak-anak akan pergi dari satu rumah ke rumah yang lain sambil bernyanyi dan membawa tongkat. Tongkat ini merupakan tongkat khusus yang sudah diatapi semak serta burung wen sebelumnya.

Anak-anak kemudian meminta uang untuk burung wren yang kelaparan. Meskipun sebenarnya, merekalah yang menggunakan uang tersebut. Di jaman dulu, tradisi ini menggunakan burung wren yang masih hidup. Seiring berjalannya waktu, populasi burung wren nggak sebanyak dulu, sehingga masyarakat mulai menggunakan imitasinya.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Urban Action #Urban Places #Beginner

Source:https://travel.detik.com/international-destination/d-2394710/-7-negara-dengan-kebiasaan-unik-di-hari-libur

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
News

Spot Anti Mainstream Pengibaran Bendera Merah Putih, Merdeka!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Akar dan Serat Tanaman yang Bisa Digunakan Sebagai Pengganti Tali

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Manusia Biasa, Startup Sosial Mengatasi Masalah Kesehatan Mental

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Pengertian dan Manfaat Bivak, Tempat Berlindung Sementara di Alam Bebas

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Mengenal Dasar Arah Mata Angin, Wajib Tahu!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

5 Makanan Khas Papua Timur Paling Unik, Tertarik untuk Coba?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Culture Academy Indonesia, Cara Ciamik Bantu UMKM

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Identifikasi Ciri-Ciri Tanaman Beracun yang Pendaki Harus Tahu dan Pahami

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Obat Luka dari Bahan di Sekitar yang Mudah Lo Temukan

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
News

Begini Aturan Membuang Sampah di Korea Selatan

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /