Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Deafheaven Ramaikan Proyek Remix Inisiasi Deathpact

Author :

Article Date : 27/03/2021

Article Category : Super Buzz

Kolaborasi antar musisi memang jadi salah satu hal yang menambah daya tarik dalam sebuah industri musik. Tidak jarang kolaborasi tersebut juga datang dari dua genre yang berbeda. Seperti yang dilakukan oleh Deafheaven beberapa waktu yang lalu. Di awal bulan Mei, Deafheaven diketahui menjadi salah satu kolaborator untuk proyek musik yang diinisiasi oleh Deathpact. Kolaborasi yang dilakukan oleh Deathpact dan Deafheaven ini bertujuan untuk menyambut single baru yang dirilis oleh produser dengan identitas yang anonim tersebut.

Proyek tersebut merupakan bagian dari rencana Deathpact untuk merilis sebuah single di waktu yang akan datang. Single tersebut berjudul ID. Namun, demi meningkatkan awareness terkait single terbarunya nanti, Deathpact pun akhirnya menghubungi beberapa musisi untuk terlibat dalam sebuah proyek remix. Di antara berbagai musisi tersebut, Deafheaven merupakan salah satu musisi yang ikut serta dalam proyek remix tersebut. Deathpact mengajak para kolaborator, termasuk Deafheaven untuk melakukan interpretasi ulang sekaligus remix dari single ID yang akan dirilis sang produser dalam waktu dekat. 

Tertarik dengan proyek musik tersebut, akhirnya Deafheaven memutuskan untuk menghadirkan nuansa yang berbeda dari karya-karya mereka. Band post-metal asal Amerika Serikat ini mencoba untuk melakukan interpretasi ulang sekaligus remix dengan pendekatan musik klub industrial di tahun 80-an. Deafheaven memberikan ritme yang konstan untuk menghadirkan kesan kelam di pada karya remix yang dipersembahkan untuk proyek musik garapan Deathpact tersebut. Karya remix yang dilakukan oleh Deafheaven ini sudah dirilis secara resmi oleh Deathpact melalui Soundcloud. Di luar Deafheaven, Deathpact juga mengajak Code Orange untuk ikut terlibat dalam proyek remix ini.

Kolaborasi antara musisi yang baru saja dilakukan Deafheaven ini memang bukan kali pertama. Deafheaven juga sempat merilis album split di tahun 2012 bersama Bosse-de-Nage. Kolaborasi tersebut hadir sebagai langkah menghadirkan solidaritas di antara skena musik black metal di kawasan San Fransisco, Amerika Serikat. Materi yang direkam oleh Deafheaven untuk album split ini merupakan sebuah cover dari lagu Mogwai. Materi tersebut juga merupakan awal mula dari karakteristik musik Deafheaven yang dikenal hingga saat ini. Sebagai band metal, Deafheaven memang dikenal aktif melakukan eksplorasi musik. Karakteristik musik yang hadir di setiap karya-karya Deafheaven seakan mengaburkan garis batas antara black metal, shoegaze, post-rock, dan drone. Atas dasar karakteristik musik tersebut, Deafheaven lebih dikenal sebagai band post-metal ketimbang black metal yang merupakan akar dari bermusik yang mereka usung.

Sedikit sejarah, Deafheaven merupakan sebuah band yang dibentuk pada awal tahun 2010 oleh George Clarke (vokal) dan Kerry McCoy (gitar). Keduanya merupakan teman satu band bernama Rise of Caligula yang bernapaskan grindcore. Nama Deafheaven dipilih oleh George Clarke sebagai sebuah penghormatan dari band shoegaze favoritnya, Slowdive. Meskipun begitu, George Clarke juga mengakui bahwa kata “deafheaven” sendiri sempat dirinya temukan di salah satu karya William Shakespeare berjudul Sonnet 29. Kedua pendiri Deafheaven tersebut akhirnya memutuskan untuk mengoperasikan band ini dalam format duo dan langsung merekam sebuah demo di Atomic Garden Studios bersama Jack Shirley sebagai produsernya. Diketahui untuk merekam demo pertamanya, Deafheaven harus mengeluarkan uang sebanyak 500 dolar. Selain itu, kendala lainnya juga hadir dalam bentuk kelengkapan instrumen. Baik George Clarke maupun Kerry McCoy diketahui tidak memiliki instrumen elektrik dan juga amplifier gitar. Oleh karena itu, Deafheaven memilih untuk merekam demonya menggunakan gitar akustik dengan sisa perlengkapan yang mereka sewa dari studio tersebut. Demo tanpa judul yang telah direkam oleh Deafheaven pun akhirnya secara terbatas mereka rilis. Rilisan tersebut awalnya hanya bersirkulasi di tengah skena metal yang mereka kenal. Musik-musik yang dihadirkan oleh Deafheaven kala itu merupakan perpaduan genre metal dan juga post-rock. Terdengar unik dan berbeda, ternyata demo perdana karya Deafheaven tersebut mendapatkan apresiasi yang positif, sehingga berhasil mendapatkan tawaran untuk dapat mengisi acara di beberapa panggung.

Mendapatkan kesempatan untuk main di atas panggung, Deafheaven pun akhirnya membuat pesan informasi demi menarik beberapa musisi additional untuk membantu aksi panggungnya. Akhirnya, George Clarke dan Kerry McCoy memutuskan untuk mengajak Derek Prine (bass), guitarist Nick Bassett (gitar), dan Trevor Deschryver (drum). Formasi lengkap tersebut pertama kali terlihat di atas panggung pada bulan Juli 2010. Cukup mendapatkan respon positif sepanjang tahun, di akhir tahun 2010, Deafheaven pun berhasil mendapatkan kerja sama dengan Deathwish Inc., sebuah label rekaman milik Jacob Bannon. Awalnya, kerja sama antara Deafheaven dan label rekaman tersebut hanya untuk merilis demo awal mereka secara lebih luas. Namun, Deafheaven yang baru saja merekam materi baru memilih untuk menambahkan rilisan lain di dalam klausul kerja samanya. Akhirnya, selain demo tersebut, Deafheaven pun merilis sebuah piringan hitam 7 inci yang berisi dua buah single Libertine Dissolves dan Daedalus.

Kerja sama tersebut akhirnya berjalan dengan baik dan membuahkan hasil sebuah album penuh debut bagi Deafheaven. Di tahun 2011, Deafheaven resmi merilis album perdana mereka berjudul Roads to Judah. Penulisan lirik oleh George Clarke untuk album perdana Deafheaven ini didominasi oleh pengalaman personalnya dalam beberapa tahun ke belakang. Hadirnya album perdana ini juga menghadirkan beberapa pencapaian mainstream bagi Deafheaven. Banyak media musik internasional memberikan klaim bahwa Deafheaven merupakan salah satu musisi terbaik yang beranjak naik di tahun 2011 berkat album perdananya tersebut.

Image courtesy of Christian Bertrand / Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Metal # deafheaven # remix # deathpact # id

0 Comments

Comment
Other Related Article
Pentingnya Paham Pengertian Artikulasi dalam Bernyanyi

Pentingnya Paham Pengertian Artikulasi dalam Bernyanyi . . . .

27 September 2021

Super Buzz

Gelar Konser, The Script Rilis Album Kompilasi Untuk Pemanasan

Gelar Konser, The Script Rilis Album . . . .

27 September 2021

Super Buzz

Warna Baru Bilal Indrajaya Tertuang di “Niscaya”

Warna Baru Bilal Indrajaya Tertuang di . . . .

27 September 2021

Super Buzz

8 Band Rock yang Tak Pernah Ganti Personel Hingga Sekarang

8 Band Rock yang Tak Pernah . . . .

26 September 2021

Super Buzz

Corey Taylor Tinggal Rekam 3 Lagu, Album Baru Slipknot Segera Rampung

Corey Taylor Tinggal Rekam 3 Lagu, . . . .

26 September 2021

Super Buzz

Gavendri Gandeng Endah N Rhesa di Single ‘Should I’

Gavendri Gandeng Endah N Rhesa di . . . .

26 September 2021

Super Buzz

Jangan Rekam Cover Lagu tanpa 5 Alat Ini

Jangan Rekam Cover Lagu tanpa 5 Alat Ini

25 September 2021

Super Buzz

Enola Mantap Merilis EP “Does Anyone Else”

Enola Mantap Merilis EP “Does Anyone Else”

25 September 2021

Super Buzz

Cara Explosions In The Sky ungkapkan Cinta Ke Kampung Halaman

Cara Explosions In The Sky ungkapkan . . . .

25 September 2021

Super Buzz

Menilik Sejarah dan Perkembangan Musik Country

Menilik Sejarah dan Perkembangan Musik Country

24 September 2021

Super Buzz

1 /