Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Author : Admin Music

Article Date : 22/09/2021

Article Category : Super Buzz

Nama besar tidak melulu cukup untuk membuat seorang musisi berani mengambil langkah baru dalam kariernya. Butuh modal lain, seperti nekat, untuk mendorong seorang musisi akhirnya mau memulai sesuatu yang cukup baru dalam kariernya.

Begitulah yang terjadi pada diri Heru Wahyono atau yang akrab disapa Heruwa dan band yang ia jalankan sejak Juni 1997 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejak berdiri, mereka selalu berusaha untuk tidak terikat dengan label rekaman.

Bukan, bukan merasa idealis, begitu menurut Heruwa. Keputusan ini diambil karena Shaggydog menilai tidak ada kesamaan visi dan misi dengan setiap label rekaman yang mengajukan penawaran.

Keputusan ini bukan tak menimbulkan persoalan, selain kritikan dan pendapat sentimentil dari publik, Shaggydog sempat kesulitan ketika ingin menyertakan label rekaman yang menaungi Shaggydog saat ingin mempromosikan karya mereka di sebuah majalan di tahun 2000an.

Ketika itu, Heruwa, Bandiz, dan Memet (eks manajer Shaggydog) yang sedang bercakap, memutuskan untuk mencantumkan nama DoggyHouse Records. Nama itu tidak benar-benar merujuk pada sebuah label rekaman sungguhan dan punya wujud bangunan atau tempat.

Meski begitu, melalui label 'bayangan' yang hanya ada nama saja itu, Shaggydog melepas album debut dan kedua mereka. Memang pada perjalanannya ketika semakin besar, Shaggydog bergabung dengan label EMI Records dan menghasilkan album ketiga mereka vertajuk 'Hot Dogz'.

"Sebenarnya ini masalah hati dan pilihan saja. Ibarat mau pacaran, kalau tidak sreg, mau bagaimana lagi. Walau pada akhirnya, kami bergabung dengan label EMI di album Hot Dogz, itu pun karena EMI memberi kebebasan kepada kami dalam hal musikal, dan tidak mencampuri urusan manajemen serta image band," ujar Heruwa pada tulisannya di Supermusic.

Belasan tahun Shaggydog berdiri, akhirnya mereka nekat meresmikan Doggyhouse Records pada 4 September 2014. Label ini diresmikan di tengah perhelatan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) yang ke-26.

 

Dalam mendirikan label rekaman sendiri, Heruwa dan Shaggydog banyak belajar dari label-label indie luar negeri seperti Moonska, Victory, atau Nuclear Blast Records. Kepada label-label itu, mereka mempelajari sedikit banyak bagaimana cara kerja dan 'jualan' mereka; mulai dari kurasi band, kampanye, sampai pendistribusiannya.

Satu hal yang menjadi kesimpulan Shaggydog akan label-label indie luar negeri itu adalah 'passion' mereka terhadap musik. Passion itu pula yang mengantarkan mereka bisa menghasilkan dan membuat band-band atau musisi mendapat tempat lebih baik.

Rilisan pertama Doggyhouse Records adalah sebuah kompilasi bertajuk Doggy Barks! Vol. 1. Ini merupakan kompilasi yang berisikan band-band Yogyakarta yang menurut mereka mempunyai musik dan karakter yang kuat. Kompilasi ini dicetak sebanyak 500 keping dengan format CD dan digital serta dibagikan gratis.

Sebagai label yang berbasis komunitas, Doggyhouse Records menggandeng beberapa pelaku dari skena musik independen Jogja, seperti Indra Menus (LKTDOV, Kongsi Jahat Syndicate, Jogja Noise Bombing), yang sekarang menjadi General Manager di Doggyhouse Records.

Sementara Heruwa dan beberapa anggota Shaggydog lainnya menjabat sebagai CEO sekaligus A&R (artist and repetoire) atau orang yang menemukan bakat baru, lalu mendampingi proses rekaman sampai promosi mereka. 

Doggyhouse Records juga berkolaborasi dengan seniman-seniman Jogja untuk artwork dan rilisan-rilisan mereka. Intinya, Doggyhouse Records berusaha untuk mewujudkan proses simbiosis mutualisme dengan lingkungan mereka di Jogja yang notabene dikelilingi oleh atmosfer kesenian.

Sudah cukup banyak rilisan yang dilepas oleh Doggyhouse selama lebih dari 6 tahun keberadaan 'resmi' mereka. Di antaranya Sangkakala (DVD dokumenter), Summer In Vienna (kaset), single (digital) "Ora Minggir Tabrak" dari Kill The DJ x Libertaria (Soundtrack AADC 2), dan tentu saja album ke-6 Shaggydog, Putra Nusantara, yang dirilis pada 17 Agustus 2016 dalam format CD, vinyl dan box set. 

Selain bekerja sama dengan produsen lokal untuk merilis rilisan kaset, Doggyhouse juga menjalin kerja sama dengan perusahaan produsen vinyl di Amerika Serikat untuk beberapa rilisan tertentu.

Beberapa rilisan terakhir yang dilepas oleh Doggyhouse Records adalah melepas single dari grup ska punk asal Malang, Slowright, pada Mei 2021. Slowright bermula dari Luki (Vocal, Gitar) bersama Jono (Drum) dan Raja (Gitar) yang menemukan spirit untuk mengumpulkan beberapa teman di tongkrongan bergabung di band baru. Akhirnya bergabunglah Aria Hadi (Trombone), Baihaqi (trompet) dan Peter Rahadi (Bass). Mereka kemudian intens berlatih dan menulis lagu.

Memasuki pertengahan tahun 2021 yang penuh dengan badai, Slowright datang menyanyikan harapan baru melalui single Jejak. Dengan masih mengusung musik Ska Punk dibumbui sedikit sentuhan Dub, Slowright mengajak semua untuk tetap tenang karena mereka yakin tidak ada badai yang tidak berlalu, tidak ada perih yang tak terobati.

Selain lagu Slowright, melalui Doggyhouse Records, Heruwa baru saja melepas single solonya bertajuk 'Ngopi Dulu Lah' yang bertepatan dengan HUT Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 2021. Dari segi musikalitas, proyek solo ini tidak jauh berbeda dengan musik Shaggydog yang kental dengan nuansa dub reggae. Namun, Heruwa membawakannya dengan semi akustik yang dibarengi suara berat khas Heruwa di Shaggydog.

Sebagai informasi, Doggyhouse Records bergerak di luar manajemen Shaggydog sehingga langkah mereka menjadi lebih independen. Doggyhouse Records sebagaimana dengan visi dan misi mereka, ingin menjadi corong bagi rilisan-rilisan Shaggydog sekaligus untuk musisi-musisi lain dari berbagai genre di seluruh Indonesia.

 

Image source: Doggyhouse Records

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Doggyhouse Records #Shaggydog #Heruwa #slowrigh #label indie #label indie jogja #fstvlst

0 Comments

Comment
Other Related Article
Mr. Jarwo Lepas Single Kedua Rama dan Shinta untuk Album Solo

Mr. Jarwo Lepas Single Kedua Rama . . . .

22 October 2021

Super Buzz

Lagu Semangat dari Ranah Musik Rock untuk Playlist Harian

Lagu Semangat dari Ranah Musik Rock . . . .

22 October 2021

Super Buzz

One Ok Rock Rilis Film Dokumenter di Netflix ‘Flip a Coin’

One Ok Rock Rilis Film Dokumenter . . . .

22 October 2021

Super Buzz

Holy City Rollers Rilis Ulang Album Debut ‘First Chapter of Allordia’

Holy City Rollers Rilis Ulang Album . . . .

22 October 2021

Super Buzz

James Blake dan Tiga Rangkaian Penuh Makna

James Blake dan Tiga Rangkaian Penuh Makna

21 October 2021

Super Buzz

Cradle Of Filth Kembali Sebar Teror Lewat Single Baru

Cradle Of Filth Kembali Sebar Teror . . . .

21 October 2021

Super Buzz

Travis Scott Ungkap Pentingnya Komunikasi Lewat Album Baru

Travis Scott Ungkap Pentingnya Komunikasi Lewat . . . .

21 October 2021

Super Buzz

Band Bali, Milledenials, Merilis Debut EP '5 Stages of Doomed Romance'

Band Bali, Milledenials, Merilis Debut EP . . . .

20 October 2021

Super Buzz

Sambut Album Kesembilan, Biffy Clyro Rilis Lagu 'A Hunger In Your Hunt'

Sambut Album Kesembilan, Biffy Clyro Rilis . . . .

20 October 2021

Super Buzz

Kanye West Kenang Mendiang Ibunya di Video Klip 'Donda Chant'

Kanye West Kenang Mendiang Ibunya di . . . .

20 October 2021

Super Buzz

1 /