Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Down For Life

Author :

Article Date : 01/06/2020

Article Category : Super Buzz

Sebagai sebuah respons terkait situasi dunia yang dilanda pandemi, unit metal kawakan asal kota Solo, Down For Life, merilis sebuah lagu baru berjudul “Apokaliptika” via Blackandje Records pada tanggal 31 Mei 2020 kemarin. Simak video liriknya di bawah ini:

Mengutip siaran pers yang diterima SUPERMUSIC, “Single kedua ini menjadi semacam pembuka dari kotak pandora album keempat Down For Life. Bersiaplah menyambut perubahan peradaban bersama ‘Apokaliptika’.”

Lagu baru ini menyusul perilisan sebelumnya, yakni “Mantra Berhala” di tahun 2019 kemarin. Dikatakan bahwa kedua single ini akan “menjadi bagian dari album keempat yang rencananya akan rilis di tahun 2020 ini.” Meski begitu, proses rekaman harus terhambat karena pembatasan terkait pandemi.

Berbicara lagu baru mereka, “Apokaliptika” awalnya sudah mulai direkam semenjak bulan Oktober 2019 di Darktone Studio Jakarta TImur. Aslinya bertajuk “Dead Shall Rise”, judul lagunya pun diubah untuk lebih relevan dengan kondisi yang ada. Stephanus Adjie mengusulkan untuk “merubah judul dan lirik dalam bahasa indonesia agar lebih relevan,” terangnya. Alhasil, rekaman vokal baru kembali digarap pada Maret 2020 silam.

Halaman aransemen dari “Apokaliptika” diisi oleh Rio Baskara yang dibantu juga oleh Isa Mahendrajati, Muhammad ‘Abdul’ Latief, dan Ahman ‘Jojo’ Ashar, serta Mattheus Amadeus Aditirtono. Proses mixing dikerjakan oleh Adria Sarvianto, yang merangkap produser bersama vokalis Stephanus Adjie. Adapula Benitho Siahaan yang mengerjakan proses mastering-nya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

APOKALIPTIKA Ini adalah himne kami dalam pandemi covid-19 dan menyambut New Normal. Video liriknya sudah dirilis di saluran youtube @blackandje . Lagu ini adalah single kedua setelah "Mantra Bentala" yang akan ada di album keempat yang akan dirilis @blackandjerecords . Sebelumnya berjudul "Dead Shall Rise" kemudian di rubah aransemen dan liriknya sesuai situasi sekarang. Rekaman dilakukan di Dark Tones Studio. @adria.sarvianto kembali memegang kendali mixing dan dimastering @bennythosiahaan . Artwork dikerjakan oleh @jahlogomes dan video oleh @keretabadja . . Tautan video ada di bio . Selamat datang di normal baru.. APOKALIPTIKA! . #downforlife #pasukanbabineraka #blackandjerecords #apokaliptika #dfl4 #metalband #metalhead

A post shared by down for life (@downforlifesolo) on

Pada single berdurasi lima menit 40 detik ini, Down For Life melanjutkan eksplorasi sound yang hadir pada lagu sebelumnya. Mereka meracik sound modern metal yang dipadu dengan karakteristik yang sudah matang. Aransemen digiring lebih heavy melalui balutan blasting drum nan rapat, riff gitar cadas, dan variasi vokal growl dan scream yang mencakar.

“Apokaliptika” dikemas ke dalam video lirik garapan tim visual asal Purwokerto, Kerta Badja, yang menggunakan visualisasi dari Jahlo Gomes--seniman asal Solo yang juga turun tangan menggarap artwork-nya. Selain itu, dengan meluncurnya single ini, Down For Life juga membuka koleksi merch baru yang dipersembahkan oleh labelnya, Blackandje Records. Segera amankan, Superfriends!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#down for life #lagu baru #single baru #apokaliptika #album baru #solo #Metal #blackandje records #stephanus adjie #covid-19 #coronavirus

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /