Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

tren karaoke

Author :

Article Date : 08/11/2019

Article Category : Super Buzz

Beberapa tahun terakhir, “karaoke” kembali disorot muda-mudi hingga mengalami pergeseran. Karaoke sudah keluar dari bilik-bilik kecilnya. Demam karaoke menyebar kencang dan mendarat di tempat-tempat tak terduga. Saat ini karaoke bisa saja hadir di klab malam, bar, hingga panggung-panggung festival. Karaoke, seiring berkembangnya zaman, tidak lagi berbekal TV dan mic, tapi justru DJ set, tenggorokan, dan sepatu dansa.

Bagaimana bisa sampai seperti ini? Rumitnya, mungkin akan jatuh ke dalam bahasan psikologis terkait hasrat bernostalgia dan hubungannya dengan gaya hidup remaja kontemporer. Demand untuk melantangkan lagu-lagu lawas secara berbarengan di tempat ramai orang ini tidak datang dari nol, pengaruhnya banyak.

Mengutip Ryo Wicaksono melalui wawancaranya dengan pihak Whiteboard Journal, ia menyatakan bahwa, “Kalau soal kenapa (karaoke massal )menjamur sih efek latah saja menurut saya. Ada tempat yang berhasil bikin acara karaoke full orang-orang sampai mengantre masuknya, di social media juga tersebar fotonya kalau karaokenya meriah, ya sudah tempat-tempat yang lain mulai mengikuti.”

Selain memang seru, interaktif, dan umum; karaoke massal hadir sebagai hiburan alternatif di tempat-tempat terbuka. Bar? Memang ada live music, tapi DJ set membuat semuanya jadi lebih mudah dan menjaga orisinalitas lagunya.

Klab malam? Bola disko tidak lagi menaungi remaja joget, tapi juga sambil bernyanyi. Festival musik? Kenapa tidak? Semakin ramai maka semakin seru! Melaluinya, terlihat jelas bagaimana karaoke mampu—secara fleksibel—menyusup masuk dan memberikan tandingan alternatif yang paten.

Tren ini dijaga stabilnya oleh para pegiat sadar akan demand besar karaoke massal. Meski begitu, tren tetaplah tren, dan biasanya bersifat temporer. Maka, akan selalu ada cara agar karaoke massal supaya lebih variatif dan tidak menjemukan. Tema, kostum, bintang tamu, atau gimmick lainnya; seribu jurus pun dilancarkan.

Contoh saja Oomleo, personel Goodnight Electric ini sudah lama berkecimpung di dunia karaoke. Jam terbangnya tidak main-main, yaitu sejak awal dekade 2000-an. Namun, barulah pada tahun 2010 ia menyadari teknologi sudah mumpuni untuk menggelar acara karaoke massal dengan merek "Oomleo Berkaraoke".

Agar gelarannya lebih berbumbu, ia sering menghadirkan bintang tamu mengejutkan. Secara totalitas, ia bisa menghadirkan musisi yang lagunya ia mainkan. Oomleo pernah mendatangkan Wali, Radja, boyband SMASH, dan musisi lainnya ke panggung set-nya.

Sumber foto

Ada juga Videostarr dengan pendekatan pop culture yang lebih kental. Bedanya di mana? Visualisasi. Kuratorial tidak berhenti di musik dan merambah ranah visual yang membuat party-party mereka terasa lebih tematik.

Tak jarang, undang-mengundang ke balik bilik DJ juga jadi senjata mereka. Itulah beberapa contoh upaya penggerak karaoke massal di Jakarta demi keunikan dan karakter khas gelaran mereka. Menghindari kejenuhan dan memberikan variasi jadi dorongan mereka, selain tentunya, bersenang-senang juga.

Namun, tren karaoke massal yang “lihai menyusup” tak hanya menerabas ke berbagai lokasi fisik. Budaya, atau lebih spesifiknya, “kancah” juga tak lekang dari bidikannya. Pernah dengar Lawless YouTube Squad? Bagaimana dengan Mayhem X?

Mereka juga pengusung format karaoke massal, bedanya, target penonton mereka lebih terarah—lebih spesifik. Jika kalian menyukai musik keras ala punk HC, ikut moshing dan minum bir dalam jumlah banyak, maka hadirilah aksi-aksi gila dari Arian, Gofar dan Sammy di pesta pora Lawless.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

The Beagle Boys of Kemang. . . Pic: @fabrikeatery #lawlessyoutubesquad

A post shared by Sammy Bramantyo (@sam_bram) on

Sementara, kalau kalian ingin mendengarkan lagu dari album pertama Primal Scream, koor massal “Love Will Tear Us Apart”, dan melihat jagoan band indie nge-DJ, Mayhem X akan jadi pilihan tepat. Di sini, kita dihadapkan dengan penempatan karaoke massal yang diterapkan oleh masing-masing scene untuk merebus antusiasme penggemarnya.

Bukan lagi berbicara skena, kali ini cakupannya jauh lebih luas: genre musik. Genre apa lagi yang sedang bangkit dari kubur selain emo? Emo Night nama produknya, penggeraknya? Memang masih pelaku scene, tapi banyak dan lintas kota. Ada benang merah antara emo dan karaoke massal, mereka identik dengan nostalgia. Begitu jadinya di berbagai Emo Night lintas kota di Indonesia.

Gelaran-gelaran serupa sudah berjalan kuat untuk beberapa tahun. Musiknya juga beragam; dari yang lawas, guilty pleasure, koplo dan dangdut, hingga musik yang lebih spesifik sekalipun. Selain itu, menggelarnya juga tidak serumit live music, karaoke hanya butuh gerak budaya populer yang mampu merubah pengertian mendasar “karaoke” menjadi inklusif.

Akankah karaoke massal terus berkembang? Berapa lama lagi usianya? Entahlah. Namun, menyikapi tahun baru 2020, tampaknya posisi karaoke massal masih aman. Peminat masih banyak, dan lagu-lagu lawas belum terdengar menjenuhkan. Apakah kalian temasuk salah satu yang suka menyambangi acara serupa? Jawab jujur, apa lagu-lagu favorit kalian kala menghadiri karaoke massal bersama teman-teman? Suarakan jawabnya di kolom komentar!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#tren #karaoke #karaoke massal #oomleo #mayhem x #emo night #lawless youtube squad #videostarr #tren musik #berita musik indonesia #oomleo berkaraoke

0 Comments

Comment
Other Related Article
Sam Fender Kisahkan Hubungan Ayah dan Anak di Single ‘Spit of You’

Sam Fender Kisahkan Hubungan Ayah dan . . . .

28 October 2021

Super Buzz

The Panturas Rilis Film Pendek Bareng Edy Khemod

The Panturas Rilis Film Pendek Bareng Edy Khemod

28 October 2021

Super Buzz

Dead Bachelors Gaet Pamungkas di Single ‘Two Bottles of Wines’

Dead Bachelors Gaet Pamungkas di Single . . . .

28 October 2021

Super Buzz

Interpol Gandeng Produser Kawakan Inggris Garap Album Baru

Interpol Gandeng Produser Kawakan Inggris Garap . . . .

28 October 2021

Super Buzz

Sun Eater Rilis Mini Album Kompilasi Bersama Sejumlah Musisi

Sun Eater Rilis Mini Album Kompilasi . . . .

27 October 2021

Super Buzz

Kanda Brothers Rilis Single Hello Sebagai Perkenalan Diri

Kanda Brothers Rilis Single Hello Sebagai . . . .

27 October 2021

Super Buzz

Avenged Sevenfold Siap Guncang Belgia

Avenged Sevenfold Siap Guncang Belgia

27 October 2021

Super Buzz

Vicky Mono Buktikan Produktivitas lewat Single Perdana

Vicky Mono Buktikan Produktivitas lewat Single . . . .

27 October 2021

Super Buzz

5 Lagu Bahasa Inggris yang Mudah untuk Dihafal

5 Lagu Bahasa Inggris yang Mudah untuk Dihafal

27 October 2021

Super Buzz

7 Lagu Bahasa Inggris Tentang Persahabatan untuk Playlist Harian

7 Lagu Bahasa Inggris Tentang Persahabatan . . . .

26 October 2021

Super Buzz

1 /