Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Fractal Axe-FX II

Author :

Article Date : 15/03/2016

Article Category : Tips & Gears

Pada tahun 2006 Fractal Audio System Axe-FX processor hadir dengan menawarkan amp modeling dan effect processor dalam satu produk, dimana benda tersebut juga membawa sebuah revolusi di dunia audio khususnya untuk guitar processing. Meskipun amp modeling saat itu sudah banyak beredar di market, namun Axe-FX mempunyai sound yang lebih realistis dibandungkan dengan produk lainnya pada saat itu, pada tahun 2008 Fractal melanjutkan dengan mengeluarkan Axe-FX ultra, dan yang belum lama ini keluar adalah Axe-FX II.

Benda ini mempunyai sound yang terdiri dari 50 ampli, 39 cabinet, 10 jenis microphone, dan effect-effect berkelas studio (delay, reverb, EQ dan lain sebagainya. Dari segi penggunaan, bisa dibilang benda ini mudah untuk digunakan, karena semua knob dan connector menggunakan istilah umum.

Secara sound Fractal Axe-FX ini memang mempunyai respon hampir mirip dengan ampli tabung; dimana respon dinamika dari picking kita sangat berpengaruh terhadap sound yang keluar. meskipun kita memainkan tuning rendah ataupun gitar 8 senar, artikulasi drive dari Fractal tetap terjaga tanpa berubah menjadi muddy.

Untuk penggunaan dan mobilitas, ampli ini memang lebih simple jika dibandingkan dengan head ampli yang pastinya mempunyai bobot lebih berat. Namun untuk sound mungkin akan kembali lagi ke masalah selera, karena meskipun sound dari benda ini bisa dibilang “mirip” dengan ampli sebenarnya namun tetap ada beda dari sound analog ;) 

ARTICLE TERKINI

Tags:

0 Comments

Comment
Other Related Article
Agung Hellfrog: Bermain-main dengan Plug-in

Agung Hellfrog: Bermain-main dengan Plug-in

28 September 2021

Tips & Gears

Agung Hellfrog: Impulse Response dan Seputar Wilayahnya

Agung Hellfrog: Impulse Response dan Seputar . . . .

26 September 2021

Tips & Gears

Perluas Inspirasi Musikmu dengan Valeton GP-100

Perluas Inspirasi Musikmu dengan Valeton GP-100

23 August 2021

Tips & Gears

Meneropong Perjalanan Pedal Gitar Overdrive Legendaris dan Ikonik ‘Ibanez Tube Screamer’

Meneropong Perjalanan Pedal Gitar Overdrive Legendaris . . . .

22 August 2021

Tips & Gears

4 Merek Gitar Elektrik Terbaik Buatan Anak Negeri

4 Merek Gitar Elektrik Terbaik Buatan Anak Negeri

30 July 2021

Tips & Gears

Membuat dan Memutar Musik Apapun dengan Zoom R8

Membuat dan Memutar Musik Apapun dengan Zoom R8

29 July 2021

Tips & Gears

Panduan Penggunaan DI Box

Panduan Penggunaan DI Box

25 June 2021

Tips & Gears

Mencari Sound Gitar Terbaik Bagi Musikmu- Bagian II

Mencari Sound Gitar Terbaik Bagi Musikmu- . . . .

24 June 2021

Tips & Gears

JANGAN MAIN MUSIK METAL TANPA PEDAL DISTORSI INI

JANGAN MAIN MUSIK METAL TANPA PEDAL DISTORSI INI

30 May 2021

Tips & Gears

Mencari Sound Gitar Terbaik Bagi Musikmu - Bagian I

Mencari Sound Gitar Terbaik Bagi Musikmu . . . .

29 May 2021

Tips & Gears

1 /