Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Jack White dan Third Man Records: Toko Kreativitas Serba Ada

Author :

Article Date : 12/03/2021

Article Category : Super Buzz

Jack White tidak pernah menyangka, langkah "isengnya" dengan membeli sebuah gedung di Tennesse, Nashville, Amerika Serikat bakal menghadirkan sebuah wadah yang menampung musisi-musisi hebat berkarier dan menjadi salah satu label rekaman juga toko kreativitas serba ada.

 

Gedung itu awalnya hanya akan digunakan oleh Jack White sebagai gudang menyimpan alat-alat bermusiknya dan tempat untuk menyusun rencana me-reissue bandnya bersama Meg, White Stripes. Namun, pada perjalanannya, Jack White malah mengubah haluan menuju produksi musik.

 

Jack White sebetulnya sudah meluncurkan label rekaman miliknya sendiri pada 2001 dengan nama Third Man Records. Meski secara historis label rekaman milik Jack White ini rilis dua dekade lalu, operasional dari Third Man Records baru benar-benar berjalan pada 2009 ketika dirinya pindah ke Nashville.

 

"Ketika saya menemukan tempat ini, saya hanya mencari tempat untuk menyimpan perlengkapan saya. Tapi kemudian saya mulai mendesain seluruh bangunan dari awal," kisah Jack White kepada New York Times.

 

"Sekarang gedung itu memiliki toko kaset, kantor label, tempat konser, tempat rekaman, ruang untuk pesta. Ini adalah toko kreativitas serba ada yang dirancang oleh anak kecil yang imajinatif," tuturnya.

 

Baca juga: Tentang Album Live Jack White: Live at the Masonic Temple

Baca juga: Jack White: Sang Bluesman Abad 21

 

Di sana, Jack White mendirikan lokasi fisik pertama Third Man Records. Jack White membuat kombinasi dari toko rekaman, tempat pertunjukan, dan markas besar untuk label rekaman. Kepada Tingen.org, Jack White menjelaskan alasannya mendirikan label rekaman sendiri.

 

"Untuk waktu yang lama saya tidak ingin memiliki studio rekaman sendiri, terutama karena dengan White Stripes saya ingin memiliki batasan untuk pergi ke studio dan memiliki waktu 10 hari atau dua minggu untuk menyelesaikannya sebuah album dan menggunakan peralatan apa pun yang kebetulan mereka miliki di sana," ujar Jack White.

 

"Setelah 10 sampai 15 tahun merekam dengan cara seperti itu, saya merasa akhirnya sudah waktunya bagi saya untuk memiliki tempat sendiri untuk memproduksi musik dan memiliki apa yang saya inginkan di sana. Mesin tape, mikrofon yang tepat, amplifier yang tepat dan saya sukai, dan sebagainya," kisah Jack White.

 

Pada awal berdirinya Third Man Records, Jack White masih memproduksi musik dari sirkel terdekat seperti album dari bandnya White Stripes juga dua band lain di mana Jack White terlibat di dalamnya: The Raconteurs dan The Dead Weather.

 

Namun dalam beberapa tahun terakhir perjalanannya, roster dari Third Man Records semakin berkembang. Beberapa di antara musisi yang tergabung di label milik Jack White ini seperti Wanda Jackson, The Black Belles, Karen Elson, Loretta Lynn, Seasick Steve, Jerry Lee Lewis, Stephen Colbert, hingga Alabama Shakes.

 

Menjadi sukses di Nashville, Jack White mendirikan cabang Third Man Record di kampung halamannya, Detroit, pada 2015. Untuk mewujudkan ini, Jack White bermitra dengan Tom Kartsotis, pendiri Shinola, sebuah perusahaan berbasis di Detroit yang khusus bergerak di bidang jam tangan, sepeda, semir sepatu, dan barang-barang kulit lainnya.

 

Di Detroit pula Jack White meluncurkan Third Man Pressing (pabrik pengepresan piringan hitam) pada Februari 2017. Ini menjadi pabrik pengepresan pertama yang dibuka di sana sejak 1965. Pada 2019 Jack White memperluasnya dengan menambahkan Third Man Mastering, yang menyediakan layanan audio mastering serta pemotongan vinyl.

 

"Setiap stasiun pengepres dilengkapi dengan kontrol layar sentuh digital untuk suhu, kompresi hidrolik, dan kecepatan ekstruder, yang menyamai peningkatan kontrol untuk staf yang sangat terlatih serta produk unggulan. Pabrik ini dirancang tidak hanya agar ramah lingkungan, tetapi juga peka terhadap masyarakat dengan teknik konstruksi pengurangan kebisingan yang inovatif," bunyi dari keterangan di situs resmi Third Man Pressing.

 

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Third Man Records (@thirdmanrecords)

Jack White dan Karier Bermusiknya

Sebelum besar dengan Third Man Record miliknya, Jack White memulai karier sebagai seorang musisi. Dari kecil, White sudah tertarik dengan musik, tapi ia memilih drum sebagai instrumennya. Menginjak usia remaja, White mulai melirik gitar. Kemudian ia sempat tergabung ke band cowpunk lokal bernama Goober & The Peas, walau usianya tak lama.

 

Pertengahan 90-an, White bertemu dengan seorang bartender bernama Meg White. Keduanya pun kemudian menikah pada 1996. Setelah  itu, Jack dan Meg membentuk duo The White Stripes yang mengusung rock n’ roll bertemu punk-blues. Dengan raw-nya musik The White Stripes, mereka menjadi bagian dari garage rock revival di penghujung 90-an, sebelum meledak di awal 2000-an oleh The Strokes, Yeah Yeah Yeahs, dan The Libertines.

 

Jack White dan Meg merilis debut album studio dengan nama band mereka sendiri (self-titled). Sebagai album debut dengan mengusung nama band sendiri, The White Stripes terbilang sukses memperkenalkan musik mereka. Dirilis pada 15 Juni 1999, album ini disebut Jack White banyak dipengaruhi oleh musisi blues yang besar di Detroit bernama Son House.

 

Pada awal karier The White Stripes, Jack dan Meg mengaku sebagai sepasang kakak adik. Namun kemudian terungkap saat proses perceraian mereka pada tahun 2000. Dengan perpisahan rumah tangga itu, ternyata tak menghentikan laju The White Stripes. Mereka makin melejit dengan deretan album macam White Blood Cells (2001), Elephant (2003), Get Behind Me Satan (2005), serta album terakhir Icky Thump (2007) sebelum bubar pada 2011

 

Selepas The White Stripes, Jack White mulai menyibukkan diri dengan berbagai proyek solo, membentuk The Raconteurs bersama Brendan Benson, serta The Dead Weather bareng Alison Mosshart. Album-album solo mumpuni seperti Blunderbuss (2012), Lazaretto (2014), dan Boarding House Reach (2018) dilepas oleh penggemar tim baseball Detroit Tigers itu.

 

Selain grup musik dan band, Jack White juga aktif berkarier solo. Karya terbarunya sebagai musisi solo baru saja dirilis pada Januari 2021 melalui album live  yang diberi tajuk Jack White: Live at the Masonic Temple.

 

Dirilis melalui label rekaman bentukannya sendiri, Third Man Record, album live ini merupakan rekaman dari penampilan langsung Jack White di Detroit's Masonic Temple pada 30 Juli 2014. Terdapat 38 lagu yang dimainkan Jack White dalam pertunjukan selama tiga jam itu.

 

Image source: Instagram/Jack White

ARTICLE TERKINI

Tags:

#genre: rock # jack white # rock # blues # rock blues # The White Stripes # third man records # label rekaman

0 Comments

Comment
Other Related Article
Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

Iron Maiden Kembali Buka Jalur untuk Terbitnya “Senjutsu”

Iron Maiden Kembali Buka Jalur untuk . . . .

19 September 2021

Super Buzz

4 Teknik Olah Vokal untuk Tingkatkan Kemampuan Bernyanyi

4 Teknik Olah Vokal untuk Tingkatkan . . . .

19 September 2021

Super Buzz

Musik Reggae: Menilik Sejarah Perkembangannya di Dunia dan Indonesia

Musik Reggae: Menilik Sejarah Perkembangannya di . . . .

18 September 2021

Super Buzz

Every Time I Die Umumkan Album Kesembilan dan Lepas Lagu Baru

Every Time I Die Umumkan Album . . . .

18 September 2021

Super Buzz

LVRN Records: dari Teman Kuliahan Jadi Label Hip-hop Kenamaan

LVRN Records: dari Teman Kuliahan Jadi . . . .

18 September 2021

Super Buzz

Rumahsakit Rilis Dua Single Sekaligus untuk Tahun 2021

Rumahsakit Rilis Dua Single Sekaligus untuk . . . .

17 September 2021

Super Buzz

1 /