Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Jack White: Sang Bluesman Abad 21

Author :

Article Date : 10/01/2019

Article Category : Super Icon

Berbicara soal guitar hero modern, tidak mungkin melewatkan nama Jack White. Pentolan The White Stripes ini dikenal khas dengan sound blues berbau garasi yang menyalak dan vokal mentahnya. White juga dianggap mempopulerkan kembali blues ke anak muda. Selain The White Stripes, pria bernama asli John Anthony Gillis ini dikenal pula dengan proyek lain macam The Raconteurs, The Dead Weather dan masih banyak lagi, serta tentu saja proyek solonya.

Dari kecil, White sudah tertarik dengan delta blues dari Son House dan Blind Willie McTell, tapi ia memilih drum sebagai instrumennya. Menginjak usia remaja, White mulai melirik gitar. Kemudian ia sempat tergabung ke band cowpunk lokal bernama Goober & The Peas, walau usianya tak lama.

Pertengahan 90-an, White bertemu dengan seorang bartender bernama Meg White. Keduanya pun kemudian menikah pada 1996. Setelah  itu, Jack dan Meg membentuk duo The White Stripes yang mengusung rock n’ roll bertemu punk-blues. Dengan raw-nya musik The White Stripes, mereka menjadi bagian dari garage rock revival di penghujung 90-an, sebelum meledak di awal 2000-an oleh The Strokes, Yeah Yeah Yeahs, dan The Libertines.

Pada awal karier The White Stripes, Jack dan Meg mengaku sebagai sepasang kakak adik. Namun kemudian terungkap saat proses perceraian mereka pada tahun 2000. Dengan perpisahan rumah tangga itu, ternyata tak menghentikan laju The White Stripes. Mereka makin melejit dengan deretan album macam White Blood Cells (2001), Elephant (2003), Get Behind Me Satan (2005), serta album terakhir Icky Thump (2007) sebelum bubar pada 2011.  

Selepas The White Stripes, Jack White mulai menyibukkan diri dengan berbagai proyek solo, membentuk The Raconteurs bersama Brendan Benson, serta The Dead Weather bareng Alison Mosshart. Album-album solo mumpuni seperti Blunderbuss (2012), Lazaretto (2014), dan Boarding House Reach (2018) dilepas oleh penggemar tim baseball Detroit Tigers itu. Kini ia juga sibuk menjalankan label rekamannya, Third Man Records.

Jack White juga dikenal telah membintangi sejumlah film, tapi yang paling tersohor adalah saat dia membintangi film dokumenter It Might Get Loud besutan Davis Guggenheim. Di film itu ia “beradu” main gitar bersama dua gitaris rock veteran: Jimmy Page dari Led Zeppelin dan The Edge dari U2.

Majalah Rolling Stone menaruhnya pada posisi 70 di daftar 100 gitaris terbaik sepanjang masa. 12 piala Grammy pun telah ia kantongi.  Dengan berbagai pencapaian yang telah ia raih, tentu tak bisa dipungkiri bahwa White sudah termasuk “dewa gitar” papan atas.          

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Jack White #The White Stripes #the raconteurs #Third Man Records

0 Comments

Comment
Other Related Article
Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial

Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial . . . .

13 April 2021

Super Icon

greg graffin

Greg Graffin: The Punk Professor

29 September 2020

Super Icon

childish gambino

Childish Gambino: Ikon Multitalenta Generasi Milenial . . . .

14 September 2020

Super Icon

kendrick lamar

Kendrick Lamar sebagai King of Today Hip-Hop

26 August 2020

Super Icon

Yellow Magic Orchestra supericon

Yellow Magic Orchestra: Pelopor Musik Elektronik . . . .

28 July 2020

Super Icon

The Upstairs

The Upstairs Membawa Gelombang Musik Baru . . . .

22 July 2020

Super Icon

tyler the creator

Tyler, The Creator: Ikon Rapper Nyentrik Masa Kini

27 May 2020

Super Icon

mitch lucker

Mitch Lucker: The Fallen Prince of Deathcore

28 April 2020

Super Icon

gerard way

Gerard Way si Frontman Emo Mulitalenta

22 April 2020

Super Icon

the weeknd

The Weeknd: Starboy yang Terus Meroket

23 March 2020

Super Icon

1 /