Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Sepultura vs Obituary

Author :

Article Date : 12/05/2020

Article Category : Super Buzz

Salah satu album paling monumental dalam perkembangan sejarah musik thrash metal dunia, Beneath The Remains milik Sepultura rilisan tahun 1989, ternyata memiliki kisah konflik di dalamnya.

"Saya mengetahui gambar-gambar Michael Whelan dari serial buku H.P. Lovecraft yang saya temukan di Brazil," papar Max Cavalera, mantan pentolan dan pendiri Sepultura, yang pada saat itu memberi ide tentang gambar-gambar dari Michael Whelan untuk dijadikan sampul album Beneath The Remains.

Album ini juga menandakan hijrahnya Sepultura dari kota kecil Belo Horizonte di Brazil, ke Sao Paolo untuk lebih serius bermusik dengan segala kemudahan akses yang dimiliki di sana, serta bergabung bersama label musik ekstrem raksasa Roadrunner Records, yang masih berkibar hingga saat ini.

Sepultura circa akhir 80-an

Roadrunner selaku pihak label, kemudian menjembatani Max Cavalera dengan Michael Whelan, yang memang sudah kadung jatuh cinta dengan karyanya dan ingin sekali menjadikannya sebagai kover dari album yang kemudian melambungkan nama Sepultura di jagat metal dunia tersebut.

Saat resmi dirilis di bawah bendera Roadrunner, Sepultura menggunakan artwork Nightmare in Red dari Michael Whelan. Kesan ngeri dan mencekam, dengan tegas terpampang di depan mewakili sembilan nomor bengis di dalamnya. Melalui pengakuannya, Max Cavalera ternyata harus "terpaksa" setuju dengan pemilihan gambar tersebut.

Pada rencana awal, sebetulnya bukan Nightmare in Red-lah yang menjadi pilihan dari Max cs, melainkan artwork berjudul Bloodcurdling Tales of Horror and the Macabre. Namun sayangnya, gambar tersebut diberikan oleh Roadrunner kepada Obituary untuk album Cause of Death, yang sudah direncanakan untuk dirilis pada tahun 1990. Roadrunner menilai bahwa pembagian jatah artwork ini mampu merepresentasikan kegarangan materi-materi yang ada di dua album tersebut dengan tepat.

Artwork Bloodcurdling Tales of Horror and the Macabre pada akhir 1980-an menjadi salah satu kover dari tujuh buku H.P. Lovecraft. Penerbit buku H.P. Lovecraft saat itu hanya memiliki dana untuk membayar dua artwork saja, oleh karena itu Michael Whelan menggambar beberapa panel lagi dengan nuansa yang sama dan menyerahkan kepada penerbit untuk dipilih sebagai kover.

Dari sana, karya-karyanya kemudian banyak diperbincangkan orang-orang. Lukisan bergaya surealis berpadu dengan fantasi milik Michael Whelan digandrungi bukan dari hanya dari kalangan seni rupa saja, bahkan hingga ke metalhead, seperti Max Cavalera. Namun, diakui oleh Michael Whelan, meski banyak yang menawar lukisannya, Obituary menjadi yang pertama mendapatkan hak paten artwork tersebut untuk diaplikasikan sebagai kover album.

"Saya memberikan saran kepada Monte, bahwa kami harus mencoba dan menghubungi orang ini untuk urusan kover album. Dan ketika Monte sudah berbincang dengan Michael, Michael mengirimkan banyak gambar, salah satunya yang kami gunakan untuk album Beneath The Remains ini," terang Max Cavalera.

Monte Conner adalah salah satu staff Roadrunner yang kala itu kedapatan mengurusi berbagai keperluan Sepultura. Usai gagal mendapatkan artwork Bloodcurdling Tales of Horror and the Macabre sebagai kover album Beneath The Remains, drummer Sepultura saat itu, Igor Cavalera, yang juga merupakan saudara kandung dari Max, dikabarkan kesal selama bertahun-tahun kepada Monte karena hal ini.

"Saat pertama kali mendengar materi-materinya, saya berpikir bahwa anak-anak ini memiliki selera yang keren. Saya bisa merasakan kemarahan yang melekat di dalam musik mereka. Saya menyukainya, rasanya seperti semua indra saya terbangun. Intensitas dan energinya membuat saya terpesona," ujar Michael Whelan tentang album Beneath The Remains.

Michael Whelan

Pertemuan Sepultura dengan Michael Whelan di Beneath The Remains ini, meski dicampuri dengan sedikit bumbu-bumbu tidak sedap yang melibatkan mereka dengan Roadrunner dan Obituary, menjadi pembuka dari serangkaian kerjasama di kemudian hari.

Bahkan tiga album setelah Beneath The Remains, yaitu Arise (1991), Chaos A.D (1993) dan Roots (1996), nama Michael Whelan masih dipercaya oleh Sepultura untuk menggarap kover dari album-album tersebut.

Foto: berbagai sumber

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Sepultura #Max Cavalera #Igor Cavalera #michael whelan #Obituary #Roadrunner Records #Thrash Metal #Artwork #album metal legendaris

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /