Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Kisah Indah di Balik Lagu Fenomenal My Chemical Romance

Author : Admin Music

Article Date : 13/11/2021

Article Category : Super Buzz

Meskipun konser reuni My Chemical Romance harus kembali tertunda hingga tahun 2022 nanti, Gerard Way selaku pentolan masih punya amunisi untuk tetap menjaga momentum di tangan mereka. Salah satunya adalah dengan mengungkapkan kisah di balik proses kreatif yang dirinya lakukan dalam menulis lagu untuk salah satu lagu populer dari My Chemical Romance, yaitu Welcome The Black Parade.

Bagi kalian yang sudah mengenal My Chemical Romance di pertengahan tahun 2000-an, tentu memahami dampak kultur global yang hadir berkat lagu Welcome To The Black Parade tersebut. Berkat lagu tersebut, tidak hanya berhasil memberikan dampak popularitas yang besar terhadap My Chemical Romance. Namun, Welcome To The Black Parade juga jadi salah satu faktor pendukung besar untuk meluasnya jangkauan pendengar genre emo di seluruh dunia. 

Namun di balik gegap gempita yang hadir berkat rilisnya lagu Welcome To The Black Parade oleh My Chemical Romance, Gerard Way menjelaskan bahwa ada sisi dramatis di balik penulisan lagu tersebut. Vokalis dari My Chemical Romance tersebut menjelaskan inspirasi besar lahirnya lagu Welcome To The Black Parade ini mengisahkan tentang perjuangan seseorang untuk keluar dari masa kelam yang ada di dalam hidupnya. Kisah mengenai latar belakang lagu tersebut diungkapkan oleh Gerard Way pada sebuah sesi wawancara untuk My Turning Point, sebuah siniar milik Steve Baitlin.

Gerard Way menjelaskan bahwa proses penulisan lagu tersebut cukup berjalan secara kolaboratif. Sang vokalis My Chemical Romance tersebut menyatakan bahwa kisah kelam tersebut berasal dari masa-masa sulit yang dialami oleh seluruh anggota My Chemical Romance, baik secara kolektif maupun personal. Para anggota My Chemical Romance kala itu mencoba untuk saling menceritakan tentang perjalanan hidup mereka untuk bisa berkembang dan melewati masa lalu yang kelam bahkan cenderung traumatis Oleh karena itu, lagu tersebut dibilang berhasil menjadi representasi My Chemical Romance secara utuh menurut Gerard Way. 

Menurut sang vokalis, bahwa kegelapan akan selalu ada di dalam kehidupan. Namun, bagaimana orang bisa melewati kegelapan itu yang harusnya sering jadi pembicaraan umum. Semua orang memiliki caranya masing-masing untuk lepas dari belenggu yang mereka miliki. Namun, semangat tersebut bisa dibagikan sebagai sebuah inspirasi untuk banyak orang yang sedang membutuhkan. Vokalis dari My Chemical Romance tersebut juga menjelaskan setiap kisah pengalaman hidup yang berakhir bahagia merupakan hal indah yang tidak bisa dilupakan yang membuat dunia jadi lebih berwarna. 

Meskipun punya pesan dan kisah yang indah di balik proses penulisan lagunya, My Chemical Romance juga membutuhkan aspek horor untuk mewakili tema besar dari album The Black Parade sendiri. Oleh karena itu, My Chemical Romance memutuskan untuk menulis beberapa lagu pada album tersebut di sebuah rumah mewah berhantu. Kisah mengenai proses penulisan dan rekaman My Chemical Romance di rumah hantu ini bukan jadi rahasia lagi di ingatan para penggemarnya. My Chemical Romance menggarap album tersebut di sebuah rumah berhantu yang cukup terkenal, bernama The Paramour. Kejadian aneh, seperti suara bantingan pintu secara misterius sering terdengar selama proses penggarapan album di rumah itu. Bahkan sang vokalis, Gerard Way, merekam cerita tentang pengalaman buruknya selama di sana melalui lagu Sleep yang jadi salah satu nomor di album The Black Parade.

Melalui lagu tersebut, Gerard Way menceritakan bagaimana sang adik, sekaligus pemain bass My Chemical Romance, Mikey Way, yang pada saat itu sedang mengalami gangguan psikologis harus menempati kamar yang paling menyeramkan di rumah tersebut. Pengalaman mistis tersebut semakin mengganggu pikirannya, bahkan hingga di suatu malam, Mikey meminta untuk bermalam di kamar sang kakak meskipun harus tidur di atas lantai. Atas kejadian itu, akhirnya My Chemical Romance memutuskan untuk pergi untuk kesehatan dan keselamatan semua personelnya.

Ternyata kejadian mistis dan supranatural yang dialami oleh My Chemical Romance tidak berhenti ketika mereka menyudahi proses rekaman di rumah hantu tersebut. Kejadian mengerikan lainnya datang ketika My Chemical Romance tengah menjalani proses pembuatan video klip untuk singleFamous Last Words. Di balik tema video klipnya yang terlihat kacau, ternyata cerita mengenai proses pembuatan video klip Famous Last Words cukup mengancam keselamatan beberapa anggota My Chemical Romance. Jadwal syuting video klip dilakukan pada 4 Agustus 2006, berselang satu hari setelah pembuatan video klip single Welcome to The black Parade

Kelelahan akibat jadwal padat menjadi faktor utama yang membuat Gerard Way mengalami cedera pada ligamen di bagian pergelangan kakinya seusai Frank Iero, salah satu gitaris dari My Chemical Romance melompat ke arah pentolan band tersebut. Tidak hanya itu, pembuatan video klip ini juga memakan satu korban lainnya.

Pada saat pengambilan gambar terakhir untuk video klip single My Chemical Romance, latar tempat proses syuting dilakukan membutuhkan elemen api sebagai sentuhan akhir pada adegannya. Sayangnya, api yang menjalar menghampiri kaki sang penggebuk drum, Bob Bryar. Berusaha untuk menyelesaikan video klip dengan tepat waktu. Namun sayang, pilihan tersebut menyebabkan infeksi pada luka bakar yang dialaminya. Berkat kejadian aneh tersebut, banyak yang menganggap bahwa album The Black Parade merupakan salah satu album yang punya kutukan. Diketahui juga bahwa kejadian aneh tersebut berlanjut hingga My Chemical Romance menyudahi tur mereka di Mexico City pada tahun 2013.

Image courtesy of My Chemical Romance

ARTICLE TERKINI

Tags:

#My Chemical Romance #Gerard Way #the black parade #2021

0 Comments

Comment
Other Related Article
Daftar Lagu Baru Indonesia Terbaik Sepanjang Tahun 2021

Daftar Lagu Baru Indonesia Terbaik Sepanjang . . . .

02 December 2021

Super Buzz

Heals, Coba Obati Kondisi Masa Kini dengan Karya Musiknya

Heals, Coba Obati Kondisi Masa Kini . . . .

02 December 2021

Super Buzz

Avril Lavigne Gabung Label Travis Barker, Rilis Single Baru

Avril Lavigne Gabung Label Travis Barker, . . . .

02 December 2021

Super Buzz

Rich Brian Luncurkan Video Musik untuk Single New Tooth

Rich Brian Luncurkan Video Musik untuk . . . .

02 December 2021

Super Buzz

5 Lagu Country Modern yang Bisa Jadi Inspirasi

5 Lagu Country Modern yang Bisa Jadi Inspirasi

01 December 2021

Super Buzz

BAP Hadirkan Single Ketiga Sebagai Jembatan Album Baru

BAP Hadirkan Single Ketiga Sebagai Jembatan . . . .

01 December 2021

Super Buzz

Simple Plan Bawa Penawar Rindu lewat “The Antidote”

Simple Plan Bawa Penawar Rindu lewat . . . .

01 December 2021

Super Buzz

U2 Eksplorasi Musik di Single Baru Your Song Saved My Life

U2 Eksplorasi Musik di Single Baru . . . .

30 November 2021

Super Buzz

Danilla Riyadi dan Sejumlah Musisi Kembali Bermusik Bersama

Danilla Riyadi dan Sejumlah Musisi Kembali . . . .

30 November 2021

Super Buzz

Spoon Lepas Single Baru yang Kental Aura Rock n’ Roll

Spoon Lepas Single Baru yang Kental . . . .

30 November 2021

Super Buzz

1 /