Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Avenged Sevenfold

Author :

Article Date : 21/10/2020

Article Category : Super Buzz

Avenged Sevenfold tak akan terbentuk jika Matthew Charles Sanders (Matt Shadows), Matt Wendt, dan James Owen Sullivan (The Rev) tidak bersekolah di tempat yang sama yaitu Huntington Beach High School, California, Amerika Serikat.

Band yang dibangun dengan latar belakang persahabatan ini berkembang dengan bertambahnya personel, Zacky Vengeance dan Zachary Baker. Mereka menghabiskan masa remaja di sekitar Pacific Coast Highway.

Di Huntington Beach pula Zacky dan Matt Shadows menulis lagu-lagu untuk album pertama Avenged Sevenfold. Proses pembuatan lagu ini diiringi dengan perangai-perangai keseharian mereka yang sering berkumpul di Johnny Bar yang tak jauh dari pantai.

"Johnny Bar adalah tempat yang sangat penting untuk kami. Setelah kami menulis lagu-lagu dari (album) City of Evil dan Waking The Fallen, kami ke sana. Di sana kami berdiskusi," kenang Matt Shadows.

"Di sana kami berkumpul setiap hari, sambil duduk-duduk kami mencoba memainkan lagu hingga akhirnya kami menemukan lagu yang keren. Hal ini sangat penting dalam proses penulisan lagu kami," ujarnya.

Pertemanan yang tertuang dalam hobi bermain musik mengantarkan mereka pada momen di mana harus memilih nama band. Saat jam istirahat sekolah tiba, mereka berdiskusi menyoal hal ini hingga akhirnya dipilih nama Avenged Sevenfold.

Zacky lantas menjadi penggagas munculnya A7X sebagai nama panggilan dari Avenged Sevenfold. Proses selanjutnya dari pembuatan band adalah menentukan logo. Di sini, para personel Avenged Sevenfold menemukan logo 'Death Bat' dari teman mereka yang seorang seniman, Micah.

Avenged Sevenfold di awal kemunculannya mengusung genre heavy metal dan berusaha memperkenalkan musik mereka dengan mengirimkan demo rekaman berisi lima lagu ke label rekaman Belgia, Good Life Recording.

Namun tak lama setelah itu, Matt Wendt keluar dari Avenged Sevenfold karena alasan berkuliah dan tempatnya digantikan oleh Justin Meacham. Di awal tahun 2001, Avenged Sevenfold juga kedatangan anggota baru untuk mengisi posisi gitar, Synyster Gates.

Pada Juli 2001, Avenged Sevenfold akhirnya merilis album pertama mereka dengan tajuk Sounding the Seventh Trumpet. Setelah merilis album ini, mereka diterpa badai setelah Meacham menjalani rehabilitasi usai mencoba melakukan bunuh diri dan akhirnya keluar dari Avenged Sevenfold.

Untuk mengisi kekosongan di posisi bass, Dameon Ash bergabung. Namun, tak berselang lama di keluar dan posisinya digantikan oleh Johnny Christ yang bertahan hingga saat ini. Bergabungnya Christ diikuti dengan peluncuran album kedua Avenged Sevenfold pada Agustus 2003 dengan nama Waking the Fallen.

Album kedua ini membawa kesuksesan lain bagi Avenged Sevenfold dengan datangnya banyak tawaran manggung hingga tur. Pada 2005, Avenged Sevenfold merilis album ketiga dengan nama City of Evil yang sekaligus menjadi album pertama mereka di bawah naungan major label (Warner Bros. Records).

Di album City of Evil ini juga terlihat musik Avenged Sevenfold yang semakin dewasa dengan lebih menonjolkan musik metal klasik dan mulai beralih dari genre metalcore. Di album ini pula bagian scream dari Matt Shadows tidak terlihat usai berlatih vokal dengan Ron Anderson untuk menciptakan karakter suara yang unik.

Pada Oktober 2007, Avenged Sevenfold merilis album studio keempat dengan nama band mereka. Di album ini muncul lagu-lagu Avenged Sevenfold yang kian hit macam Dear God, A Little Piece of Heaven, dan Afterlife. Album keempat mereka terjual lebih dari 500 ribu kopi.

Kepergian James 'The Rev' Sullivan

Ketika tengah berada di puncak karier, sendu datang kepada Avenged Sevenfold.

Hari itu, 27 Desember 2009, menjadi hari berbahagia untuk para personel Avenged Sevenfold karena sedang menghadiri resepsi pernikahan kawan mereka, Matt Berry. Pesta meriah berlangsung hingga akhirnya malam pun akan segera berakhir.

Ide untuk melanjutkan pesta di rumah Matt Shadows pun muncul, namun sang frontman dengan halus menolak ide tersebut karena akan bermain golf keesokan harinya. Personel lain seperti Synyster, Zacky, dan Johnny Christ pun pamit pulang.

Namun, Jimmy--sapaan lain James Sullivan--memutuskan untuk tetap melanjutkan pesta. "Pesta itu mungkin berakhir lebih cepat, tapi pesta tidak akan berakhir untuk Jimmy. Dia seperti seseorang yang mau pergi dengan siapapun, kapanpun dan apapun yang mereka minta, dia bisa berteman dengan siapapun," ujar Matt Shadows.

Siapa menyangka, pesta di malam pernikahan kawan menjadi pertemuan terakhir seluruh personil Avenged Sevenfold dengan Jimmy. Sekitar pukul 1 siang, Matt Shadows mendapat kabar bahwa Jimmy telah meninggal dunia. Penyesalan karena meninggalkan Jimmy di malam setelah pesta itu pun menghantui Matt Shadows beberapa waktu.

"Jika tong bir datang ke rumahku, maka Jimmy tidak akan ada di tempat lain melakukan apapun yang dia lakukan. Dia seharusnya bersamaku dan seluruh teman kami, dan kami ada untuk membantunya jika terjadi sesuatu," jelas Matt Shadows.

"Tapi aku seperti terlalu lelah dan kemudian tidak ada seorang pun yang pergi dengan Jimmy dan dia pergi sesuai kemauannya dan melakukan apa yang ingin dia lakukan tanpa teman yang sangat dekat dengan kami dan akhirnya hal itu terjadi. Hal itu terasa gila, sangat gila."

Avenged Sevenfold tidak bergegas mencari pengganti Jimmy 'The Rev'. Namun, proses bermusik mereka tetap berlanjut dengan mantan drummer Dream Theater, Mike Portnoy, untuk menggarap album kelima.

Album kelima mereka bertajuk Nightmare akhirnya rilis pada Juli 2010. Tak berselang lama, Avenged Sevenfold mengumumkan arin Ilejay menjadi pengganti The Rev. Namun, Avenged Sevenfold tidak melupakan The Rev begitu saja dengan menciptakan lagu So Far Away yang didedikasikan untuk sahabat mereka.

Never feared for anything

Never shamed but never free

A life to heal the broken heart with all that it could

Lived a life so endlessly

Saw beyond what others see

I tried to heal your broken heart with all that I could

Will you stay?

Will you stay away forever?

Video klip dari lagu So Far Away yang diunggah di YouTube juga berisikan fragmen-fragmen kebersamaan Avenged Sevenfold dengan The Rev. Dari masa-masa pertemanan mereka saat remaja hingga perjalanan mereka saat manggung bersama.

Avenged Sevenfold Keep Stepping Forward

Kehilangan personel yang sekaligus sahabat menjadi pukulan telak bagi Avenged Sevenfold. Namun, demi mendiang sahabatnya itu, Avenged Sevenfold terus melanjutkan karier dengan menciptakan karya-karya baru.

Avenged Sevenfold merilis album keenam pada Agustus 2013 dengan tajuk Hail to the King. Namun, Arin Ilejay memutuskan keluar pada Juli 2015 karena alasan perbedaan visi dan misi. Empat bulan kemudian, Avenged Sevenfold merekrut Brooks Wackerman sebagai drummer yang bertahan hingga saat ini.

Baca Juga: Brent Hinds Epiphone Ltd

Album ketujuh Avenged Sevenfold pun muncul pada Desember 2017 yang berisikan satu lagu orisinil baru, enam lagu cover, dan empat live track dari tur mereka di Eropa pada tahun tersebut. Kini, Avenged Sevenfold dikabarkan tengah mempersiapkan pengerjaan dari album kedelapan.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Avenged Sevenfold # a7x #Metal # rock # american metal band # internasional # the rev # james sullivan

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /