Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Enam Label Rekaman Independen Indonesia Pilihan SUPERMUSIC

Author : Admin Music

Article Date : 24/03/2020

Article Category : Super Buzz

Bagi kalian pendengar rilisan dan album-album musisi independen lokal, ada satu fenomena tersembunyi yang kelamaan mencolok mata: labelnya kok ganti-ganti terus?! Dari sejumput masalah, keuntungan dan benang merah di kancah musik Indonesia, elemen yang satu ini memang sering terlupakan. Tapi, kalau mereka-mereka ini enggak ada, yakin kita sebagai pendengar juga skip rilisan lokal yang oke punya.

Sementara era 2000 dipegang kuartet Fast Forward, Aksara, Rottrevore dan Demajors, di dekade 2010 makin banyak label rekaman independen yang muncul atau gulung lapak. Di artikel kali ini, SUPERMUSIC bakal kasih kalian contekan buat ngulik album-album dan label lokal jagoan selama sepuluh tahun kemarin. Lezgo!

1. Kolibri Rekords
Who: Sekelompok pemuda(i) dari suburban satelit Jakarta, banyak yang bilang ada di spektrum sound Captured Tracks. Singkatnya: musik tenang yang bikin gerak (dikit), buat kalian yang kupingnya nempel ke Beach Fossils, DIIV dan sebangsanya.

Essential Releases: Bedchamber - Perennial (2014), Grrl Gang - Not Sad, Not Fulfilled (2018), Low Pink - Phases (2016) & Jirapah - Planetatrium (2019)

2. Anoa Records
Who: Pendeknya: Peter Walaandouw. Panjangnya: kolase college rock, punk rock ramah, flannel, blogspot, playlist alternatif sore-sore atau pemanasan berangkat ke bar sempit. Buat kalian yang terlalu kecanduan Fugazi, Husker Du sambil tipis-tipis koleksi t-shirt shoegaze 90-an.

Essential Releases: Seaside - Undone (2013), Holy Noise - Indonesian Shoegazer Compilation (2015), Barefood - Milkbox (2017) & Damascus - Superblaster (2019)

3. Orange Cliff Records
Who: Musik-musik di tepian hasil kuratorial dari Bandung Utara: heavy rock berbumbu psikedelik/space rock, solois perempuan French Pop, elektronika berdecit sampai ke prog-rock instrumental dan jazz/New Age/noise. Lengkap bukan? Label ini cocok buat kalian yang suka Autechre tapi kadang (masih suka) nyetel Dead Meadow menjelang maghrib.

Essential Releases: Bin Idris - ST (2016) & Mahabharata (2012-2019), Sigmun - Cerebro (2013) & Crimson Eyes (2016), KUNTARI - Black Shirt Attracts More Feather (2020)

4. Lawless Jakarta Records
Who: Bagian paling seru dan underrated dari Lawless-Entertainment Complex di sebuah pengkolan Kemang, Jakarta Selatan. Heavy metal ngebut, post-punk kuburan, horror punk feat. pocong dan sludge sadis. Tentunya label ini buat kalian yang suka ke Lawless (duh!), dari belanja sambil ngemil sampai motor lupa parkir di sebelah mana. Kalau ada yang tanya rock dan metal Indonesia ke mana, coba suruh ke sini saja.

Essential Releases: Godplant - Turbulensi (2018), Kelelawar Malam - Jalan Gelap (2017), Hurt 'Em - Condolence (2017), Pelteras - Meranggas/Pusaran (2017)

5. Grimloc Records
Who: Slogan label ini adalah “Bring the Noise Like Its 88”, atau kode pos kandang hip-hop jeep beats dan boom bap paling garang sepuluh tahun belakangan di Indonesia. Kolektif/koperasi berbentuk label rekaman asal Bandung ini adalah garapan muka-muka lama (ingat Homicide dan D’Army?), jadi, segala rilisannya tentu old school cool atau sekaligus instant classic. Penasaran? Sudah seharusnya.

Essential Releases: Semua EP Homicide, Hark! It’s A Crawling Tar-Tar - Dorr Darr Gelap Communique (Rerelased), Flukeminimix - Between Spaces Into Space (2015) & Krowbar - Swagton Nirojim (2018)

6. Yes No Wave Music
Who: Save the best for the last. Netlabel paling menarik di pulau Jawa sejak 2007 yang bermarkas di Yogyakarta ini sukses menjodohkan pelantun vokal Rully Shabara dan multi-instrumentalis bambu Wukir Suryadi menjadi Senyawa, memberi ruang buat Zoo menyelesaikan epiknya, menggali arsip dan merekam ulang lagu-lagu Dialita, memperkenalkan Bvrtan ke telinga kita, melepas satu-satunya album duo dark folk Rabu, hingga berhasil merekam ulang materi proto-funkot Barakatak. Cara terbaik membuang waktu luang adalah dengan menggali katalog Yes No Wave.

Essential Releases: Kelelawar Malam - Desmodus Totundus (2009), Bvrtan - Pemuja Sawah Tebu (2011), semua rilisan Zoo dan Senyawa (dan semua proyek Rully Shabara dan Wukir Suryadi), Barakatak - Bergoyang Again (2019), Rabu - Renjana (2013), Frau - Starlit Carousel (2010), Dialita - Dunia Milik Kita, dan Gabber Modus Operandi.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#label rekaman independen #Indonesia #kolibri rekords #anoa records #Orange Cliff Records #Lawless Jakarta Records #grimloc records #yes no wave music #Feature

0 Comments

Comment
Other Related Article
Pale Waves Beri Bocoran Sedang Garap Album Ketiga

Pale Waves Beri Bocoran Sedang Garap Album Ketiga

16 October 2021

Super Buzz

The Panasdalam Bank Awali EP Baru dengan Single ‘Kamu Orang Gula’

The Panasdalam Bank Awali EP Baru . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Mari Rayakan Semangat Hellprint: Spirit Of The Decade

Mari Rayakan Semangat Hellprint: Spirit Of . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Tips dan Langkah-langkah Membuat Studio Rekaman di Rumah

Tips dan Langkah-langkah Membuat Studio Rekaman . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Bangkutaman Rilis Album Ketiga Setelah Penantian Lama

Bangkutaman Rilis Album Ketiga Setelah Penantian . . . .

15 October 2021

Super Buzz

Placebo Rilis Single Baru setelah 5 Tahun Lamanya

Placebo Rilis Single Baru setelah 5 Tahun Lamanya

15 October 2021

Super Buzz

5 Teknik Bernyanyi yang Bantu Jaga Vokal Tetap Prima

5 Teknik Bernyanyi yang Bantu Jaga . . . .

15 October 2021

Super Buzz

“Same Shoes, No Company” Lanjutan Langkah BAP Menyambut Album Baru

“Same Shoes, No Company” Lanjutan Langkah . . . .

14 October 2021

Super Buzz

Ada Paul Pogba di Panggung Burna Boy

Ada Paul Pogba di Panggung Burna Boy

14 October 2021

Super Buzz

Inilah 5 Lagu Rock yang Terinspirasi Film Horor

Inilah 5 Lagu Rock yang Terinspirasi Film Horor

14 October 2021

Super Buzz

1 /