Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Langkah Awal Japanese Breakfast jadi Komposer Video Game

Author : Admin Music

Article Date : 23/09/2021

Article Category : Super Buzz

Di tahun 2021 ini, Japanese Breakfast sudah berhasil membuktikan bahwa dirinya mampu untuk tetap menelurkan karya di tengah masa pandemi yang masih berkelanjutan. Namun, tampaknya hal tersebut masih belum cukup memuaskan hati sang musisi. Di penghujung bulan Agustus lalu, Japanese Breakfast pun kembali merilis sebuah single berjudul Glider.

Karya terbaru dari Japanese Breakfast yang berjudul Glider ini merupakan lagu baru yang dirilis oleh sang musisi di luar strategi promosi album ketiganya, JubileeGlider merupakan lagu persembahan yang ditulis oleh Japanese Breakfast untuk kebutuhan soundtrack sebuah video game, Sable. Video game dengan genre petualangan ini merupakan karya dari game developer bernama Shedworks. Dengan latar dunia post-apocalyptic, Japanese Breakfast merasa tertantang untuk mencoba mengilustrasikan keseluruhan cerita permainan melalui musiknya.

Japanese Breakfast atau Michelle Zauner menjelaskan bahwa dalam menggarap proyek soundtrack video game ini, sosok komposer ternama seperti Alan Menken dan Joe Hisaishi jadi sumber inspirasinya. Proyek soundtrack video game ini datang langsung dari Daniel Fineberg dan Gregorios Kythreotis yang merupakan perwakilan dari Shedworks kepada Michelle Zauner.

Musisi yang menggunakan nama Japanese Breakfast untuk kebutuhan panggungnya ini mengakui dirinya cukup merasa beruntung bisa mendapatkan tawaran tersebut sedari awal. Sang musisi juga menyatakan kekagumannya dengan dunia yang dibuat oleh para developer video game di Shedworks untuk menghadirkan kehidupan yang berbeda di dalam Sable. Japanese Breakfast juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa memiliki kesamaan dengan karakter utamanya. Seorang perempuan muda yang mencoba keluar dari zona nyaman dan mengitari dunia luas untuk menemukan makna kehidupan yang dipenuhi dinamika.

Glider bukanlah satu-satunya lagu yang disumbangkan oleh Japanese Breakfast untuk soundtrack video game Sable ini. Sebelumnya di pertengahan Juni lalu, Japanese Breakfast sempat merilis soundtrack perdananya berjudul Better The MaskSoundtrack persembahan pertama dari Japanese Breakfast ini didesain secara apik untuk bisa menjadi ambiance dari dunia yang dibangun di dalam video game Sable.

Komposisi lagu Better The Mask didominasi oleh permainan alat musik akustik bernuansa orkestra, seperti grand piano dan strings section yang sengaja dipilih untuk jadi pemantik yang dapat membangun suasana bermain secara imersif. Lagu Better The Mask ini pertama kali diperkenalkan oleh Shedworks sebagai bagian dari trailer Sable untuk event E3. Japanese Breakfast menyatakan bahwa seluruh komposisi soundtrack dikerjakan oleh dirinya dengan hanya 3 lagu yang memiliki lirik. 

Menurut Michelle Zauner, soundtrack yang digarapnya memiliki keunikan dengan sendirinya. Alih-alih bisa menyentuh sisi personal seseorang, sang musisi memilih untuk menggali aspek universal. Sehingga baik para pendengar musik setianya maupun pemain video game bisa menikmati olahan musik yang dibuatnya.

Bisa dibilang proyek soundtrack yang dilakukan oleh Japanese Breakfast ini merupakan proyek musik video game besar pertamanya. Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa mengomposisi soundtrack video game bukan hal baru bagi seorang Michelle Zauner. Di tahun 2017 lalu, Japanese Breakfast sempat menggubah keseluruhan lagu di album Soft Sounds From Another Planet ke dalam karya musik 8 bit. Aransemen ulang tersebut dilakukan oleh Japanese Breakfast untuk kebutuhan video game independen garapan sang musisi, Japanese BreakQuest.

Berbicara mengenai album ketiganya yang rilis di tahun 2021, Jubilee, beberapa kritikus dan media musik langsung bisa menemukan perbedaan dari album Japanese Breakfast sebelumnya. Ketika dua album Japanese Breakfast, Psychopomp dan Soft Sounds from Another Planet berputar secara personal dan mengangkat kehidupan Michelle Zauner dalam menjalani hidup sesuai meninggalnya sang Ibu. Untuk album Jubilee ini, Japanese Breakfast memutuskan menggarap kumpulan lagu bernuansa menyenangkan.

Keputusan mengubah warna musik tersebut dipilih oleh Michelle Zauner untuk bisa terus berkembang di luar zona nyaman dan mengasah kemampuannya. Tidak hanya sebagai seorang musisi, tapi juga sebagai komposer dan penulis lagu. Perubahan warna musik yang signifikan tersebut dibuktikan melalui single perdana dari Jubilee berjudul Be Sweet.

Be Sweet merupakan sebuah single yang ditulis secara kolaboratif oleh Japanese Breakfast dan Jack Tatum dari WIld Nothing. Proses penulisan lagu tersebut sendiri sebenarnya sudah rampung beberapa tahun lalu. Namun dengan alasan pribadinya, Michelle Zauner memutuskan untuk menyimpan lagu tersebut. Dengan warna musik yang berbeda, di album Jubilee, akhirnya sang musisi merasa saat ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan lagu tersebut. Total ada 10 lagu yang ditulis oleh Japanese Breakfast untuk melengkapi album ketiganya. 

Di luar aktivitas bermusik, tahun 2021 ini, Michelle Zauner juga baru saja resmi menjadi penulis buku berkat rilisnya buku memoar perdananya berjudul Crying in H Mart. Michelle Zauner membahas tentang perubahan yang dialami oleh dirinya di kesehariannya setelah kepergian sang ibu akibat kanker enam tahun yang lalu. Musisi penulis buku ini bekerja sama dengan Knopf Publishing sebagai pihak yang mencetak dan mendistribusikan buku perdananya. Michelle Zauner selaku musisi penulis buku menjelaskan bahwa bukunya tersebut akan fokus dengan eksplorasi tentang bagaimana cara mengenali dan menyayangi diri sendiri. 

Di dalam bukunya, Japanese Breakfast atau Michelle Zauner mengutarakan bagaimana dirinya dan seluruh keluarga yang ditinggalkan seakan merasa kehilangan arah dan identitasnya. Sesuai dengan judulnya, Crying in H Mart, di dalam bukunya, Michelle Zauner menjelaskan tentang kenangan dirinya yang mengalami mental break down secara tiba-tiba di sebuah supermarket bernama H Mart. Musisi penulis buku ini juga menginformasikan tentang bagaimana dirinya bisa melewati itu semua dan menjadikannya sebagai elemen pada proses kreatifnya dalam menulis musik di dalam buku tersebut.

Image courtesy of Peter Ash

ARTICLE TERKINI

Tags:

#japanese breakfast #sable #Video Game #Soundtrack #2021 #Album #Single #Pop #better the mask #shedworks #glider #jubilee #be sweet

0 Comments

Comment
Other Related Article
Mr. Jarwo Lepas Single Kedua Rama dan Shinta untuk Album Solo

Mr. Jarwo Lepas Single Kedua Rama . . . .

22 October 2021

Super Buzz

Lagu Semangat dari Ranah Musik Rock untuk Playlist Harian

Lagu Semangat dari Ranah Musik Rock . . . .

22 October 2021

Super Buzz

One Ok Rock Rilis Film Dokumenter di Netflix ‘Flip a Coin’

One Ok Rock Rilis Film Dokumenter . . . .

22 October 2021

Super Buzz

Holy City Rollers Rilis Ulang Album Debut ‘First Chapter of Allordia’

Holy City Rollers Rilis Ulang Album . . . .

22 October 2021

Super Buzz

James Blake dan Tiga Rangkaian Penuh Makna

James Blake dan Tiga Rangkaian Penuh Makna

21 October 2021

Super Buzz

Cradle Of Filth Kembali Sebar Teror Lewat Single Baru

Cradle Of Filth Kembali Sebar Teror . . . .

21 October 2021

Super Buzz

Travis Scott Ungkap Pentingnya Komunikasi Lewat Album Baru

Travis Scott Ungkap Pentingnya Komunikasi Lewat . . . .

21 October 2021

Super Buzz

Band Bali, Milledenials, Merilis Debut EP '5 Stages of Doomed Romance'

Band Bali, Milledenials, Merilis Debut EP . . . .

20 October 2021

Super Buzz

Sambut Album Kesembilan, Biffy Clyro Rilis Lagu 'A Hunger In Your Hunt'

Sambut Album Kesembilan, Biffy Clyro Rilis . . . .

20 October 2021

Super Buzz

Kanye West Kenang Mendiang Ibunya di Video Klip 'Donda Chant'

Kanye West Kenang Mendiang Ibunya di . . . .

20 October 2021

Super Buzz

1 /