Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Melihat Langsung Permainan Profesional Atlet Esports di Super Fun Match IV eFootball PES

Author : Admin Challenge

Article Date : 17/09/2021

Article Category : E-sport

Keseruan Road to Super Esport Series berlanjut nih dengan Super Fun Match Day IV pada Kamis, 16 September  2021 lalu. Kali ini, Super Challenge mempertemukan seorang pemain profesional eFootball PES sama seorang fans yang menantang dia main game simulasi sepakbola itu, Superfriends!

Challenger bernama Fadli Hasibuan lolo seleksi dan bisa ketemu Ryan Tama, pemain eFootball PES professional asal Cimah. Nggak cuma tanding, pemenangnya juga dapet hadiah yang nggak kecil yaitu total 1.500.000 BCA Flazz!

Di pertandingan yang panas banget ini, Fadli memilih untuk memainkan Juventus pakai formasi 4-1-2-3 dengan Ronaldo, Morata, dan Dybala di lini paling depan. Sedangkan Ryan memilih Bayern Munchen dengan formasi 4-3-1-2, Superfriends. Sebelum peluit dibunyikan, Super Host Mario dan Super Caster Sanskuy mewarnai Super Fun Match dengan pantun-pantun yang ciamik seputar keadaan dunia sepakbola saat ini mengingat Juventus baru saja ditinggal Ronaldo pulang ke Manchester United.

Pertandingan dimulai dengan kick-off dari Juventus di bawah kendali Fadli. Fadli langsung membuka permainan dengan serangan yang cepat dan passing jauh yang sangat beresiko. Ternyata Challenger satu ini memang nggak main-main, Superfriends! Sayangnya, umpan terobosan yang diarahkan ke Ronaldo berhasil dipotong oleh Sane, dan Ryan Tama langsung mengembalikan bola ke tengah lapangan. Baru pembukaan aja udah langsung panas, Superfriends!

Dari awal lo bisa banget lihat dua pemain ini pakai strategi yang berbeda. Fadli Hasibuan cenderung bermain dengan umpan-umpan yang jauh, kayaknya sih mengincar quick counter-attack yang bisa langsung ngebom gawang Ryan pakai Ronaldo. Sedangkan Ryan bermain lebih hati-hati dan teratur dengan tarik-ulur yang maju dengan perlahan tapi pasti. Di awal babak pertama ini mereka ganti-gantian saling serang, tapi belum ada gol, Superfriends. Pastinya mereka masih cek ombak dulu nih, saling membaca permainan satu sama lain.

Strategi  quick counter yang mengandalkan Ronaldo sebagai ujung tombak ini ternyata berhasil memberikan 1 gol untuk Juventus di menit ke-9 setelah Ryan Tama kehilangan bola di tengah lapangan yang langsung diikuti umpan terobosan yang mendarat mulus di kaki Ronaldo! Tembakan dilakukan dari sudut yang sempit banget tapi bola berhasil masuk ke gawang Munchen setelah memantul dari badan Neuer, Superfriends! Sayangnya, gol itu dihitung sebagai own goal karena sempat kena Neuer dulu sebelum masuk gawang. Tapi, gol tetap gol, Superfriends, dan ini membuat Fadli Hasibuan unggul terhadap atlet eFootball profesional Ryan Tama!

Nggak lama setelah kick-off, Ryan Tama langsung menggempur Fadli tanpa ampun sampai memaksa backpass yang hampir jadi gol bunuh diri buat Juventus! Kayaknya setelah dikagetkan sama satu gol dari Challenger, Ryan Tama langsung dendam dan menyerang terus tanpa ampun. Setelah bola ditendang balik ke tengah lapangan, Ryan Tama langsung memotong operan Fadli dan menyerang balik dengan switch bergantian antara sisi tengah dan kanan lapangan. Passing backheel yang mulus akhirnya mengantarkan bola ke kaki Lewandowski, dan ditembak langsung ke dalam gawang Juventus! Skor langsung jadi imbang 1-1 dan Fadli Hasibuan harus kembali mencari peluang mencetak gol sebelum digempur lagi sama Ryan!

Setelah skornya imbang, permainan juga jadi imbang lagi nih, Superfriends. Kedua tim saling serang bergantian tapi serangan Juventus kelihatan sulit mencapai gawang Munchen, dan sebaliknya serangan dari Munchen sering berakhir di tangan Szczesny. Ini ada hubungannya juga sama strategi yang digunakan kedua pemain. Fadli Hasibuan yang tampak mau main cepat dengan quick counter malah mengorbankan ball possession karena Ryan mulai bisa membaca permainannya jadi bola selalu dipotong sebelum bisa sampai ke Ronaldo. Sedangkan permainan Ryan yang cenderung pelan tapi pasti membuat serangannya lebih efektif dan terstruktur karena bisa sedikit demi sedikit memukul mundur pertahanan Juventus.

Perbedaan strategi ini kelihatan banget dengan gol yang satu persatu dicetak Ryan di babak pertama, yang ditutup dengan skor 4-1 untuk Bayern Munchen.

Babak kedua dimulai dan nggak pakai nunggu lama, Ryan Tama langsung menggempur Fadli Hasibuan tanpa ampun. Di sini Ryan Tama benar-benar menunjukkan skillnya yang mumpuni sebagai seorang pemain profesional. Nggak cuma di sisi teknis permainannya tapi juga mentalnya, Superfriends! Ryan Tama yang merasa taktiknya nggak bisa bertahan melawan serangan cepat dari Fadli Hasibuan sampai kecolongan gol di awal pertandingan. Di mata Ryan Tama, masalah itu harus segera dicari solusinya, dan di sinilah mental seorang atlet esport bisa terlihat. Ryan Tama langsung menyesuaikan permainannya untuk nge-counter taktik quick counter Fadli. Dengan fokus di ball possession dan positioning, Ryan Tama terus mendorong Juventus dan hanya memberi ruang yang sangat sedikit untuk Fadli.

Bagi Fadli, pertandingan ini menjadi sebuah pengalaman luar biasa yang memberikan dia kesempatan untuk mengintip ke dalam pikiran seorang pemain profesional yang menghadapi kesulitan di awal pertandingan. Sayangnya, skill dan pengalaman yang dimiliki atlet profesional kayak Ryan Tama itu nggak bisa didapat dari satu pertandingan aja, Superfriends. Pelajaran terbesar yang bisa diambil sama Fadli di sini adalah seorang pemain profesional harus bisa menyesuaikan strateginya dengan situasi yang ternyata di luar ekspektasi. Kalau ternyata taktik yang lo gunakan nggak berhasil, atau bahkan malah di-counter sama lawan, lo harus bisa counter lagi taktik lawan lo. Ini bukan cuma soal skill di belakang controller, tapi juga mental dan wawasan, dan pengalaman, Superfriends!

Sebagai Challenger, Fadli Hasibuan benar-benar menunjukkan mentalitas yang gigih dan pantang menyerah. Tapi, Super Challenge pastinya nggak menyajikan tantangan yang bisa-biasa aja, Superfriends. Meskipun berakhir dengan kekalahan, pengalaman ini menjadi pelajaran berharga banget buat Fadli karena ini bisa jadi satu-satunya kesempatan dia bisa uji kemampuan melawan pemain profesional, Superfriends! Pengalaman yang belum tentu bisa Fadli dapatkan lagi.

Lo penasaran juga nggak gimana sebenarnya skill lo kalau diadu sama pemain profesional? Ikutin terus Road to Super Esport Series dan coba daftarin diri lo di Super Fun Match eFootball PES yang berikutnya, Superfriends!

Tonton video replay Super Fun Match PES batch ke-2 antara Ryan Tama dan Fadli Hasibuan pada video di bawah ini.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Super Esport Series

0 Comments

Comment
Other Related Article
Seberapa Besar Faktor Hoki dari Mekanisme Random Number Generator dalam PUBG Mobile?

Seberapa Besar Faktor Hoki dari Mekanisme . . . .

14 October 2021

E-sport

IceFrog, Sosok Tunggal Paling Berkuasa dalam Esport DOTA 2

IceFrog, Sosok Tunggal Paling Berkuasa dalam . . . .

13 October 2021

E-sport

EVOS Esports Esports Dirikan Integrated Training Facility untuk Esports Pertama di Indonesia!

EVOS Esports Esports Dirikan Integrated Training . . . .

12 October 2021

E-sport

Biar Makin Terasa Nuansa Perangnya, Cobain Komunikasi Ala Militer di PUBG Mobile!

Biar Makin Terasa Nuansa Perangnya, Cobain . . . .

11 October 2021

E-sport

Capek Main Game Kompetitif? Ini 3 Game Mobile Kasual yang Bisa Lo Mainkan Sambil Istirahat!

Capek Main Game Kompetitif? Ini 3 . . . .

09 October 2021

E-sport

“Satu Suara, Satu Komitmen”: Mindset Seorang Kapten yang Memimpin Rainbow Savior Jadi Juara Super Fun Match Day VII PUBG Mobile

“Satu Suara, Satu Komitmen”: Mindset Seorang . . . .

08 October 2021

E-sport

Adu Strategi dan Kelihaian Manuver di Medan Perang Super Fun Match Day VII PUBG Mobile

Adu Strategi dan Kelihaian Manuver di . . . .

08 October 2021

E-sport

Ini Rahasia di Balik Peperangan Abadi antara Radiant dan Dire di Dota 2!

Ini Rahasia di Balik Peperangan Abadi . . . .

07 October 2021

E-sport

Ini 3 Hal yang Harus Dilatih Kalau Lo Mau Jadi Pemain Profesional!

Ini 3 Hal yang Harus Dilatih . . . .

05 October 2021

E-sport

21% ATLET ESPORT LEBIH SEHAT DARI ORANG BIASA, INI ALASANNYA!

21% ATLET ESPORT LEBIH SEHAT DARI . . . .

05 October 2021

E-sport

1 /