Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Mike Patton Bangun Ipecac Records untuk Berikan Independensi Bermusik

Author :

Article Date : 17/03/2021

Article Category : Super Buzz

Bukan cuma aksi panggung dan kemampuan olah vokal yang bikin Mike Patton menjadi sosok ikonik di industri musik global. Sumbangsihnya di sirkuit musik dunia juga hadir dalam wujud label rekaman yang ia dirikan pada 1999 dengan nama, Ipecac Recordings.

Dalam proses mendirikan label ini, Mike Patton yang dikenal sebagai vokalis Faith No More itu bekerja sama dengan Greg Werckman yang merupakan mantan manajer band Alternative Tentacles juga mantan vokalis band rock DUH. Label rekaman yang bergerak di jalur independen ini berbasis di California, Amerika Serikat.

Awalnya, Ipecac didirikan untuk merilis album debut dari band proyekan Mike Patton bersama para musisi ternama lain seperti Buzz Osborne, Trevor Dunn, dan Igor Cavalera yang menamai diri mereka dengan Fantomas.

Mike Patton bercerita bahwa dirinya sudah berupaya untuk mencari label rekaman lain sebagai wadah merilis lagu-lagu Fantomas. Namun, musik Fantomas yang dianggap tidak terlalu masuk ke pasaran bikin upaya Mike Patton tak membuahkan hasil.

Pada kenyataannya, setelah merilis album itu banyak tawaran dari label kepada Mike Patton di Fantomas. Namun, Mike Patton menyebut dari sekian tawaran itu tidak membikin dirinya goyah untuk bergabung dengan label lain. Oleh karena itu, eksistensi dari Ipecac Recordings garapannya bisa berlanjut hingga sekarang.

"Saya melakukan ini dan mengirimkannya terlebih dahulu ke semua musisi dan setelah itu saya memikirkan “apa-apaan ini” dan mengirimkannya ke beberapa label. Karena saya tahu bahwa Warner, yang sebenarnya terikat kontrak dengan saya, tidak akan menginginkannya," kata Mike Patton.

"Saya pikir saya tetap mengirimkannya kepada mereka sebagai rasa hormat, lalu kami mengirimkannya ke beberapa orang lain. Saya hanya berpikir jika saya harus memadamkan ini, saya sebaiknya mencoba dan memadamkannya dengan seorang mayor atau siapa pun - saya ingin sebanyak mungkin orang mendengar hal ini semampu saya," jelasnya.

"Dan ada banyak sekali minat, pada awalnya. Bahkan setelah saya mengirim rekaman orang-orang dari Geffen dan hal-hal seperti ini keluar ke pertunjukan. Tapi setelah pertunjukan, mereka menghilang ke dalam kayu. Ada indie yang tertarik, tapi tidak ada yang menarik," jelas Mike Patton.

Baca juga: Mike Patton: Vokalis Seribu Suara

Setelah merilis album Fantomas, Ipecac Records terus berkembang dengan merilis album-album hingga lagu dari band lain macam Melvins, Isis, serta beberapa proyek musik sampingan Mike Patton dan proyek kolaborasinya dengan musisi lain.

Ada hal unik yang menjadi dasar bergeraknya Ipecac sebagai label rekaman. Jika kebanyakan label rekaman lain menyodorkan kontrak merilis lebih dari satu album kepada sebuah band, lain hal dengan Ipecac yang hanya memberi kontrak untuk merilis satu album.

Werckman dalam kesempatan wawancara dengan M3event pada 2012 silam, menjelaskan alasan di balik kebijakan yang diambil oleh Ipecac. Menurutnya dengan skema kontrak satu album untuk satu band akan membuat kerja sama lebih lancar. Di lain sisi, Ipecac berupaya untuk memberi kesejahteraan yang lebih besar kepada band yaitu dalam bentuk royalti lebih besar.

"Kami percaya bahwa musik sebagai bentuk seni. Jadi, ketika memulai label rekaman, kami memutuskan bahwa tidak tepat untuk memiliki artis di label kami. Sebagai gantinya, kami akan menyewa atau melisensikan rekaman dari artis yang kami sukai. Dengan semangat yang sama, kami memutuskan bahwa kami akan melakukannya atas dasar rekaman demi rekaman sehingga hubungan tidak terasa dipaksakan," jelas Werckman.

"Jika artis tidak senang dengan kami atau mendapatkan kesepakatan yang lebih baik, mereka dapat pergi. Begitu juga jika kita tidak suka bekerja dengan artis atau ingin mencoba hal lain, kita tidak dipaksa untuk melepaskan apapun yang tidak kita inginkan," ujarnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Faith No More (@faithnomore)

Dengan sistem seperti ini, Mike Patton dan Werckman secara sadar mengetahui bahwa dasar mereka mendirikan label rekaman bukan cuma perkara duit atau keuntungan. Ipecac Records yang punya slogan "Ipecac Recordings...making people sick since 1999" berupaya membangun atmosfer sehat di industri musik.

"Manfaatnya adalah menciptakan suasana yang tidak banyak tekanannya dan fokusnya ada pada proses kreatif. Saya kira kerugiannya adalah bahwa setiap saat artis bisa pergi jika mereka mau, tapi sungguh, terus kenapa? Ada banyak artis hebat di luar sana yang ingin kami ajak kerja sama, belum lagi jika kami melakukannya dengan benar, sebagian besar artis tidak akan mau pergi," jelas Werckman.

Tidak asal bunyi pernyataan yang dilontarkan Mike Patton dan rekannya. Jika memang setengah-setengah, mana mungkin Ipecac Recordings bisa eksis hingga sekarang. Bahkan, saat perayaan 20 tahun berdirinya mereka, Mike Patton dan Werckman menyebut Ipecac Recordings tetap merasakan profit.

Lebih jauh, Mike Patton dan Werckman menegaskan bahwa musisi-musisi yang ingin kaya dengan cara cepat tidak akan bisa mendapatkan itu di Ipecac Recordings. Ipecac menekan anggaran dalam hal promosi dan produksi. Patton sendiri melakukan banyak rekaman di studio rumahnya, sehingga menghemat banyak waktu.

Label tersebut mungkin mengeluarkan beberapa ribu dolar untuk membantu sebuah band membayar proses rekamannya, tetapi tidak memberikan jenis pembayaran di muka yang dibayarkan oleh perusahaan rekaman besar kepada artis. Sebaliknya, Ipecac membayar tarif royalti yang lebih tinggi dan memiliki kesepakatan lisensi daripada kesepakatan jangka panjang.

“Jika Anda ingin menjadi kaya dengan cara instan, kami adalah tempat yang salah, karena kami tidak akan memberi Anda keuntungan besar,” kata Werckman. “Tapi ketika Anda memulai dengan ekspektasi kecil, Anda akan terkejut.”

Terkadang memang ada pengecualian yang dilakukan oleh Ipecac Recordings sehingga harus mengeluarkan duit lebih besar dalam proses pembuatan album. Hal itu terjadi ketika band Mike Patton, Faith No More memutuskan merekam album studio ketujuh mereka pada 2015 bertajuk Sol Invictus.

Faith No More terbiasa memiliki dukungan label besar di belakangnya, setelah mengeluarkan album melalui anak perusahaan Warner Music Group, tetapi anggaran harus turun untuk proses bekerja dengan Ipecac. Itu menempatkan Patton dalam posisi "sulit", seperti yang dia gambarkan, karena dia bertindak sebagai anggota band dan salah satu pemilik label.

“Rasanya seperti ada saat-saat ketika saya merasa, astaga, apakah ini konflik kepentingan?. Saya memang harus melangkah dengan ringan dan memastikan semua orang senang dan nyaman dengan semuanya dan bahwa saya tidak terlalu memaksa tentang apa pun," jelas Mike Patton.

Namun semuanya berhasil. Faith No More melakukan sebagian besar rekaman album sendiri yang menghemat uang dan kehadiran Mike Patton, salah satu pemilik label, selama proses membuat segalanya lebih efisien. Album itu laris manis bagi Ipecac dengan menghabiskan empat minggu di Billboard 200 dan menempati urutan ke-15 sebagai posisi terbaik.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Mike Patton # Metal # post-metal # alternative metal # post-punk # ipecac recordings # label rekaman # musisi luar negeri # berita musik internasional # faith no more

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /