Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Muse Jajal Metal Sebagai Warna Musik Baru

Author : Admin Music

Article Date : 13/01/2022

Article Category : Super Buzz

Sejak tahun 2021, secara perlahan Muse mencoba untuk meniti langkahnya untuk bisa kembali aktif berkarya. Hal tersebut dilakukan dengan cara merilis ulang album terdahulu dan juga menghadirkan konser virtual interaktif. Kini, Muse pun kembali membocorkan rencana baru untuk proyek musik terbaru mereka di masa yang akan datang.

Bocornya informasi terbaru dari Muse ini seakan dilakukan secara sengaja. Matt Bellamy, selaku frontman dari Muse memberikan kisi-kisi musik baru yang akan diperkenalkan Muse di masa mendatang. Hal tersebut dilakukan ketika Matt Bellamy sedang mengadakan sesi Instagram Live. lagu yang terdengar pun sedikit punya elemen musik kental dan di bagian belakang video live tersebut, terlihat putra dari Matt Bellamy melakukan headbang yang seakan memberikan jempol terhadap warna musik baru yang coba diusung oleh Muse.

Tidak sekadar mengumumkan warna musik terbaru dari Muse, Matt Bellamy juga sempat mengumumkan judul dari lagu terbaru Muse tersebut. Meskipun belum resmi diperkenalkan, hingga saat ini Matt Bellamy menjelaskan bahwa Won’t Stand Down merupakan judul yang dipilih untuk merepresentasikan musik baru dari Muse.

Meskipun punya nuansa metal yang khas, nyatanya Muse tetap mencoba untuk menggabungkan elemen musik otentik mereka. Hal ini dilakukan agar hadir sebuah jembatan yang kokoh dalam memberikan ruang vokal dari Matt Bellamy yang punya jangkauan nada tinggi. Elemen metal bisa terdengar melalui hentakan bass yang cukup kasar dan punya ketukan yang tertata dengan rapi. 

Diperkenalkan warna musik baru dari Muse semakin menguatkan bahwa band rock asal Inggris tersebut memang serius dan konsisten untuk kembali menjaga eksistensi mereka di mata penikmat musik dunia. Kabar mengenai rencana Muse dalam membuat album atau lagu baru ini sudah pernah diungkapkan oleh Matt Bellamy di tahun 2020 lalu. Aksi protes Black Lives Matter diakui oleh sang vokalis sebagai salah satu pemicu bagi dirinya untuk kembali bermusik secara serius.

Mewakili Muse, Matt Bellamy menjelaskan bahwa dunia yang sudah kacau balau akibat Covid-19 harus kembali ditempa dengan isu rasialisme membuat dirinya geram. Kekesalan yang dirasakan oleh vokalis Muse ini pun dikonversikan ke dalam sebuah lagu. Dirinya mengakui bahwa cukup aneh rasanya menulis lagu yang berisi amarah dan kekesalan. Meskipun begitu, hal tersebut dilakukan agar menjadikan karya tetap punya unsur kejujuran yang digalangkan.

Terkait konser virtual interaktif yang dibuat oleh Muse di tahun 2021 lalu, hal tersebut datang dari rasa ingin tahu ketiga personel Muse akan potensi pengembangan konser virtual. Pengembangan potensi tersebut hadir melalui fitur virtual reality atau VR. Konser virtual yang dibantu dengan fitur VR ini hadir dengan tajuk Enter The Simulation. Untuk membuat konsep futuristis ini Muse bekerja sama dengan Stageverse. Stageverse merupakan platform dan aplikasi digital baru yang menyuguhkan konser virtual dengan nuansa layaknya konser nyata yang interaktif. Sebagai dasar dari konsep tersebut, Muse mencoba untuk menghadirkan kembali konser tur album Simulation Theory di Madrid pada tahun 2019 lalu.

Konser ini terselenggara virtual dengan pengalaman berbeda yang disuguhkan oleh Muse ini terselenggara pada 21 September lalu. Para penggemar Muse masuk ke ruang simulasi konser virtual melalui aplikasi Stageverse yang diberi nama Stageverse Stadium. Dalam konser virtual ini, para penikmat konser pun bisa hadir dalam bentuk avatar dan bertegur sapa dengan sesama penikmat konser lainnya dalam menikmati suguhan Enter The Simulation dari Muse ini.

Matt Bellamy menjelaskan bahwa ketika dirinya pertama kali mencetuskan ide untuk album Simulation Theory, sang musisi ingin Muse bisa jadi jembatan yang mampu memberikan pengalaman berbeda mengenai teknologi dalam kehidupan manusia. Menurut pentolan Muse tersebut, kehadiran konser Enter The SImulation ini jadi salah satu langkah yang baik untuk mencoba kembali mencari jalur tengah untuk manusia bisa hidup dengan teknologi secara menyeluruh. 

Di luar proyek musiknya bersama Muse maupun proyek musik solonya, Matt Bellamy juga ikut serta dalam sebuah supergroup yang dibentuk oleh Miles Kane. The Jaded Hearts Club merupakan supergroup yang didirikan di tahun 2017 dan dii tahun 2021 ini, supergroup rock ini pun akhirnya kembali dengan single terbaru mereka Do I Love You (Indeed I Do). Single baru dari The Jaded Hearts Club ini juga merupakan materi anyar di tahun 2021 yang pertama kali mereka rilis. Meskipun jadi materi baru bagi The Jaded Hearts, lagu Do I Love You (Indeed I Do) bukanlah lagu yang asing untuk didengarkan oleh para penikmat musik R&B dan soul klasik.

Lagu Do I Love You (Indeed I Do) merupakan karya original dari Frank Wilson yang direkam di tahun 1965 dan didistribusikan melalui Motown Records. Karya tersebut juga jadi satu-satunya karya Frank Wilson ketika dirinya bergabung bersama Motown Records sebelum akhirnya berlabuh di label rekaman besar lainnya. Demi mempreservasi karya klasik ini, The Jaded Hearts memutuskan untuk mendaur ulang karya tersebut menggunakan karakteristik musik rock mereka di tahun 2021 ini.

Nic Cester selaku vokalis dari The Jaded Hearts menyatakan, alasan dipilihnya lagu Do I Love You (Indeed I Do) berasal dari kisah Frank Wilson sebagai seorang musisi sendiri. Vokalis yang juga tergabung dalam band rock Australia, Jet ini menjelaskan bahwa sangat disayangkan jika lagu ini harus dilupakan oleh generasi-generasi di masa depan. Menurutnya, di balik musikalitas yang terbilang sederhana, lagu Do I Love You (Indeed I Do) memiliki kesan magisnya tersendiri dan hal tersebut juga yang berhasil memikat para anggota The Jaded Hearts untuk merilis ulang lagu tersebut.

 

Image courtesy of A.PAES / Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#muse #Matt Bellamy #proyek album #Metal #Rock

0 Comments

Comment
Other Related Article
Guerilla Toss buka Lembaran Baru di 2022

Guerilla Toss buka Lembaran Baru di 2022

25 January 2022

Super Buzz

Mengenal Death Metal Lewat 5 Band Ini

Mengenal Death Metal Lewat 5 Band Ini

25 January 2022

Super Buzz

Parquet Courts Suguhkan Single Baru di Layar Kaca

Parquet Courts Suguhkan Single Baru di Layar Kaca

25 January 2022

Super Buzz

Mengenal Fungsi Metronome Serta Peran Pentingnya dalam Musik

Mengenal Fungsi Metronome Serta Peran Pentingnya . . . .

24 January 2022

Super Buzz

Down For Life Rilis Single Baru Children Of Eden

Down For Life Rilis Single Baru Children Of Eden

24 January 2022

Super Buzz

Kolaborasi Snoop Dogg dan Heidi Klum untuk Single Terbaru

Kolaborasi Snoop Dogg dan Heidi Klum . . . .

24 January 2022

Super Buzz

Forgotten, Single Cadas Terbaru dari Korn

Forgotten, Single Cadas Terbaru dari Korn

24 January 2022

Super Buzz

Eddie Vedder Mantap Buka Jalan Album Baru

Eddie Vedder Mantap Buka Jalan Album Baru

23 January 2022

Super Buzz

Sambut Album Baru Avril Lavigne di Bulan Februari!

Sambut Album Baru Avril Lavigne di Bulan Februari!

23 January 2022

Super Buzz

Sejarah Terbentuknya Band Bergenre Alternative Rock

Sejarah Terbentuknya Band Bergenre Alternative Rock . . . .

23 January 2022

Super Buzz

1 /