Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Musik Grunge: Sejarah, Masa Kejayaan, dan Rombongannya

Author : Admin Music

Article Date : 06/08/2021

Article Category : Super Buzz

Nirvana. Satu nama band itu yang biasanya terlintas di benak ketika berbicara soal musik grunge. Nirvana dengan sang vokalis ikonisnya, Kurt Cobain, seolah jadi representasi musik-musik grunge di era kejayaannya.

Namun, bagaimana sebetulnya perjalanan musik grunge hingga bisa begitu digilai hampir di seluruh dunia dua dekade lalu? Kali ini, Supermusic bakal membahas lebih dalam tentang sejarah dan band-band yang membikin musik grunge mendunia.

Grunge merupakan aliran musik yang awalnya tak dikenal dan hanya menjadi konsumsi komunitas lokal di Barat Laut Amerika Serikat, yakni kota Seattle. Oleh karena itu musik grunge juga sering disebut dengan Seattle Sound.

Grunge sendiri merupakan subkultur dari alternative rock yang muncul di pertengahan 1980-an. Grunge punya makna kumuh, kotor, namun kemudian menjadi sesuatu yang "digilai" seluruh dunia lebih dari 20 tahun yang lalu.

Musik grunge memadukan elemen punk rock dan heavy metal, tetapi tanpa memasukkan kecepatan dan struktur punk. Tak cuma punk dan metal, beberapa menggunakan noise rock yang mentah dan terdistorsi. Perpaduan ini tidak menghasilkan suara yang bising, melainkan melahirkan nada baru yang menggerakan tren anak muda di zaman itu.

Sisi lirik menjadi salah satu faktor yang membuat musik grunge saat itu berkembang pesat. Lirik biasanya dipenuhi kecemasan dan introspektif, sering membahas tema-tema seperti keterasingan sosial, keraguan diri, pelecehan, pengabaian, pengkhianatan, isolasi sosial dan emosional, trauma psikologis dan keinginan untuk kebebasan yang mencerminkan gejolak kawula muda.

Sejarah mencatat bahwa Nirvana bukan band pertama yang mempopulerkan musik grunge. Adalah band lokal Seattle, Green River, yang dianggap sebagai embrio dari lahirnya band-band grunge lainnya.

Bersama lima band lainnya, Soundgarden, Melvins, Malfunkshun, Skin Yard, dan The U-Men, mereka merilis sebuah album kompilasi bertajuk Deep Six pada 1986. Album ini menjadi perhatian karena permainan musik mereka tergolong berat dengan suara agresif yang bercampur nada dengan tempo lambat dari heavy metal sulit dideskripsikan masuk ke dalam genre tertentu.

Perlahan tapi pasti, media mulai melirik musik grunge. Jika awalnya band-band yang mengusung musik grunge cuma bernaung di label indie kecil di Seattle, memasuki tahun 1990-an banyak band-band grunge yang bergabung dengan label besar. Popularitas musik grunge yang sudah menyebar membuat band-band grunge lain di luar Seattle bermunculan.

Baca juga: Pionir Grunge Green River Rilis Ulang Album Klasik

Musik grunge mencapai sukses secara komersial pada awal hingga pertengahan 1990-an berkat beberapa rilisan dari band-band grunge macam Nirvana. Album kedua Nirvana, Nevermind, dengan hits mereka Smells Like Teen Spirit bahkan disebut punya jasa besar membawa semangat baru di musik rock.

Tak cuma Nirvana, band-band yang mengusung musik grunge saat itu macam Pearl Jam dengan album Ten, Soundgarden dengan album Badmotorfinger, Alice in Chains dengan album Dirt, hingga Stone Temple Pilots dengan album Core juga punya pengaruh besar mempopulerkan musik grunge di masa itu.

Seperti sudah menjadi hukum alam, musik grunge juga mengalami penurunan popularitas. Hal ini tentunya juga dialami oleh genre-genre musik lain yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Beberapa di antaranya yang menyebabkan musik grunge mulai menurun selama pertengahan 90-an adalah banyak band grunge yang bubar.

Popularitas grunge semakin merosot setelah meninggalnya Kurt Cobain di usia 27 tahun pada 1994. Selain itu, dikabarkan pula pudarnya popularitas musik grunge karena banyak band dari Seattle yang kecewa dengan penjualan rekaman dan tak mampu menjadi sesuatu yang besar seperti Nirvana.

Meskipun kebanyakan band grunge telah bubar atau memudar dari pandangan pada akhir 1990-an, mereka mempengaruhi musik rock modern, karena lirik mereka membawa isu-isu kesadaran sosial ke dalam budaya pop dan menambahkan introspeksi dan eksplorasi tentang apa artinya menjadi diri sendiri. Tak sedikit band-band yang terbentuk setelah era kejayaan grunge, mengaku terinspirasi dari musik grunge.

Band-band yang Mempopulerkan Musik Grunge

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Nirvana bukan band pertama dan bukan satu-satunya band yang membuat popularitas musik grunge meroket. Cukup banyak band lain yang punya jejak serupa.

Di antaranya Pearl Jam. Bahkan, band-band di era 2000-an baik di Indonesia dan dunia banyak terinspirasi oleh Pearl Jam, khususnya dengan karakter vokal dari sang vokalis, Eddie Vedder. Dianggap sebagai band grunge terbesar kedua setelah Nirvana, Pearl Jam cenderung mengangkat tema depresif yang berkaitan dengan isu sosial.

Selain Pearl Jam, Alice In Chains juga dianggap punya pengaruh besar di musik grunge. Band ini bahkan disebut band paling metal di antara band grunge lainnya. Alice In Chains menghadirkan sisi yang lebih kelam dari grunge dengan lirik depresif yang dipadukan dengan distorsi gitar ala doom metal.

Selanjutnya ada Soundgarden. Siapa, sih, yang tak mengenali karakter suara khas dari sang vokalis, Chris Cornell. Bersama Soundgarden, Cornell digadang-gadang sebagai Robert Plant-nya era 90an, dengan gaya yang ikonik dan performa vokalnya yang menakjubkan. Berikutnya hadir pula Stone Temple Pilots. Mereka merupakan salah satu band di luar kota Seattle yang mempopulerkan musik grunge.

Meski masa kejayaan musik grunge terbilang tak terlalu lama, momen meroketnya musik grunge dua dekade lalu menjadi suatu fenomena besar di industri musik global. Toh, musik grunge tak hilang begitu saja karena pengaruh-pengaruhnya masih bisa terlihat di perkembangan musik hingga sekarang.

 

Image source: Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#grunge # band grunge #rock alternatif #punk #nirvana #Pearl Jam #Soundgarden #Stone Temple Pilots #Alice In Chains #Kurt Cobain

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /