Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

My Idea Tancap Gas dengan Double Single sebagai Debut

Author : Admin Music

Article Date : 23/07/2021

Article Category : Super Buzz

Sejak namanya didaulat sebagai salah satu musisi pendatang baru terbaik dalam situs Pitchfork, Lily Konigsberg langsung berhasil mendapatkan perubahan yang signifikan dalam karier bermusiknya. Setelah mulai berkarier sebagai musisi solo dan memiliki band bernama Palberta, kali ini di tahun 2020 Lily Konigsberg memperkenalkan proyek musik terbarunya bernama My Idea. Proyek musik My Idea ini merupakan inisiasi kolaborasi antara Lily Konigsberg dan Nate Amos dalam menambah warna pada skena indie pop internasional.

Perkenalan proyek musik My Idea garapan Lily Konigsberg dan Nate Amos ini disambut dengan lahirnya mini album perdana berjudul That’s My Idea yang segera rilis pada tanggal 30 Juli mendatang. Mini album perdana dari My Idea ini akan hadir dengan membawa 5 buah lagu yang dirilis oleh Hardly Art Records.

Dalam mengumumkan kabar EP perdananya, My Idea pun meluncurkan dua buah single sekaligus dalam satu paket yang berisi lagu berjudul Stay Away Still dan That’s My Idea. Untuk mencoba menggambarkan tema keseluruhan dari EP atau mini album dari That’s My Idea, Lily Konigsberg dan Nate Amos mempresentasikannya dalam konsep audio visual dalam paket single tersebut.

My Idea menjelaskan bahwa mereka ingin menghadirkan sebuah hal yang menenangkan dan menyenangkan untuk memberi keseimbangan dalam konsep video yang dikonsep secara berantakan. Hal tersebut seakan memberi gambaran bahwa di dalam realita yang tidak karuan, masih ada beberapa aspek dalam kehidupan yang mampu membuat orang merasa bahagia. Selain itu, baik Lily Konigsberg dan Nate Amos juga berperan sebagai tokoh utama yang menggambarkan kehidupan mereka dalam mencari inspirasi bermusik.

Salah satu alasan Lily Konigsberg dan Nate Amos bergabung dalam My Idea adalah atas dasar keinginan mereka untuk bisa bermusik dengan segala kebebasan dalam bernarasi. Menurut My Idea, kesenangan dan kejujuran dalam berkarya mampu menghadirkan output yang baik dalam sebuah lagu, sehingga jadi lebih nyaman untuk didengarkan oleh siapa saja. Oleh karena itu, My Idea tidak hanya sekadar menghadirkan gambaran yang berasal dari pengalaman menyenangkan saja. Pengalaman yang membuat mereka sedih pun menjadi inspirasi yang punya peran besar dalam proses penggarapan mini album perdananya. 

Di luar proyeknya bersama My Idea, Lily Konigsberg baru saja merilis sebuah album kompilasi proyek musik solonya berjudul The Best of Lily Konigsberg Right Now di awal tahun ini. Selain itu, salah satu motor dari My Idea ini juga sempat merilis album untuk bandnya berjudul Palberta5000. Lily Konigsberg sebagai salah satu otak di balik lahirnya My Idea ini mengakui bahwa dirinya sejak kecil sudah memiliki impian untuk bisa bermusik dan menjadi rockstar setelah dewasa nanti. Oleh karena itu, Lily Konigsberg membuka banyak jalan menggapai impiannya dengan membentuk My Idea dan juga Palberta sebagai salah satu wadah kreatifnya.

Lily Konigsberg yang kini tergabung dalam My Idea memulai karier profesionalnya sebagai musisi dengan resmi merilis rangkaian mini album yang diawali dengan EP Good Time Now di tahun 2017. Lalu sebuah album split bersama 4 Picture Tear di tahun 2018, dan It’s Just Like All The Clouds di tahun 2020. Ketiga mini album yang dirilis secara konsisten oleh salah satu motor dari My Idea tersebut dianggap sebagai sebuah pendekatan retrospektif dari sang musisi untuk mengenal dirinya lebih dalam berdasarkan pengalaman yang membantu membentuk kepribadiannya selama ini.

Image courtesy of Michael Wolever

ARTICLE TERKINI

Tags:

#EP #Single #2021

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /