Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Travis Scott

Author :

Article Date : 02/11/2020

Article Category : Super Buzz

Di usianya yang masih muda, Travis Scott merupakan salah satu rapper dan produser dengan pencapaian yang cukup gemilang di ranah musik hip hop internasional saat ini. Pencapaian yang dirinya dapat bukan semata-mata ia raih karena sempat menjadi pasangan Kylie Jenner. 

Pencapaian terbaik saat ini yang dimiliki Travis Scott adalah melalui lagu Butterfly Effect yang diambil dari album ketiganya berjudul Astroworld di tahun 2017. Lagu tersebut berhasil mendapatkan predikat quadruple platinum di Amerika Serikat.

Travis Scott memulai karier bermusiknya di era Myspace. Di tahun 2008 bersama seorang temannya, Chris Holloway, Travis Scott membentuk sebuah grup musik bernama The Graduates dan berhasil merilis EP untuk disebar luaskan melalui jejaring website yang sempat banyak membesarkan nama-nama band independen dan alternatif tersebut.

Satu tahun setelahnya, Travis Scott kembali membuat proyek musik baru. Kali ini dirinya berkolaborasi bersama teman masa kecilnya, OG Chess, untuk membentuk grup bernama The Classmates. Bersama OG Chess, Travis Scott berhasil menelurkan dua buah materi lagu berjudul Buddy Rich di tahun 2009 dan Cruis'n USA di tahun 2010. Di dalam grup tersebut, Travis Scott lebih banyak berperan sebagai produser sebagai salah satu bukti dalam kepiawaiannya meramu arasemen lagu. Travis Scott dan OG Chess terus berkarier bersama hingga tahun 2012 The Classmates dinyatakan bubar dengan alasan konflik internal di dalam grup tersebut.

Travis Scott yang memiliki nama lengkap Jacques Berman Webster II ini besar di negara bagian Texas, Amerika Serikat. Sepanjang hidupnya ia habiskan di kota Houston sebelum akhirnya memilih untuk pindah ke New York demi mengembangkan karier bermusiknya. Sebelum hijrah ke New York, Travis Scott merupakan seorang mahasiswa di University of Texas San Antonio selama satu tahun. Sesaat sampainya di New York, Travis Scott tidak mengetahui akan tinggal di mana, sebelum akhirnya bertemu dengan Mike Waxx, pemilik Illroots dan mulai bekerja di sana. Meskipun begitu, Travis Scott masih menumpang untuk tinggal di tempat temannya dan menghabiskan waktu luangnya di studio musik milik Just Blaze. Frustasi dengan keadaannya yang tidak membaik secara personal dan karier, akhirnya Travis Scott memutuskan untuk pindah ke Los Angeles.

Ajakan untuk pindah ke Los Angeles tersebut datang dari temannya yang bersedia membantunya mencarikan tempat tinggal, namun sesampainya di sana Travis Scott malah harus berjuang sendirian. Pada saat itu, orang tua Travis Scott juga sudah memutus segala akses finansial yang diberikan. Maka satu-satunya cara untuk tetap hidup bagi dirinya adalah kembali ke Houston.

Permasalahan tidak selesai saat dirinya kembali ke kota asal. Berharap untuk bisa kembali tidur nyenyak di dalam rumah, Travis Scott malah mendapat tentangan dari orang tuanya yang berakhir dengan keputusan untuk mengusir dirinya. Pada saat itu, Travis Scott memilih untuk kembali ke Los Angeles. Kali ini Travis Scott menghubungi temannya yang kebetulan merupakan seorang mahasiswa di University of Southern California dan meminta izin untuk menumpang di tempat tinggalnya. 

Di Los Angeles, Travis Scott masih aktif untuk mengasah kemampuannya dalam bermusik. Usaha tersebut akhirnya memberikan hasil pada Travis Scott. Salah satu rapper ikonis dan pemilik Grand Hustle Records, T.I. tertarik untuk mengundang Travis Scott ke dalam sebuah meeting setelah mendengarkan salah satu karyanya yang berjudul Lights (Love Sick). Mendengar kabar tersebut, Travis Scott mempersiapkan dirinya untuk unjuk kebolehan di hadapan rapper ternama tersebut. Hal itu dibuktikan oleh Travis Scott dengan melakukan freestyle rap di hadapan seluruh orang di ruang pertemuan tersebut termasuk T.I.

Mendapat dukungan dari T.I. dan Grand Hustle Records, Travis Scott memberanikan diri untuk merilis proyek solo pertamanya dalam bentuk kompilasi di tahun 2013. Di album kompilasi berjudul Old Pharaoh ini, Travis Scott berhasil melakukan kolaborasi dengan musisi-musisi papan atas, di antaranya adalah T.I., Wale, Toro y Moi, A$AP Ferg, Theophilus London, Paul Wall, James Fauntleroy dan Meek Mill. Dalam proses produksi album kompilasi ini, Travis Scott dibantu dengan dua orang produser hip hop veteran, Mike Dean dan Sak Pase. Album kompilasi Old Pharaoh dirilis secara gratis dan strategi tersebut berhasil mendongkrak nama Travis Scott di skena hip hop Los Angeles. 

Di tahun berikutnya, Travis Scott kembali hadir ke permukaan dengan merilis single baru hasil kolaborasi bersama Big Sean berjudul 1975 sebagai sebuah teaser untuk proyek masa depannya. Mendapatkan kesempatan untuk tampil di festival musik SXSW, Travis Scott menjelaskan bahwa dirinya mengganti judul lagu yang dirilis sebelumnya berjudul Don’t Play. Di kesempatan yang sama, Travis Scott juga menginformasikan tentang album perdananya berjudul Days Before Rodeo yang dirilis di tahun 2014. 

Selang beberapa waktu setelah rilisnya album Days Before Rodeo yang didistribusikan secara digital, Travis Scott langsung memberitakan tentang rencana rangkaian tur promosinya yang diberi nama The Rodeo Tour. Rangkaian tur konser ini mendapat respon positif dan seluruh tiketnya berhasil habis terjual. Musisi papan atas, seperti Kanye West, Chris Brown, Wale dan Birdman juga kerap hadir sebagai bintang tamu di berbagai kesempatan tur yang diselenggarakan Travis Scott tersebut.

Album debut milik Travis Scott tersebut juga cukup mendapatkan kritik positif dari banyak kritikus musik di Amerika Serikat, meskipun awalnya mereka meragukan karena gimmick album digital yang terkesan gratis. Beberapa media skena hip hop di Amerika Serikat lainnya juga mengapresiasi kehadiran lagu ini dengan baik. Menurutnya, cara bermusik Travis Scott yang unik dan pengalamannya mendapatkan ilmu dari Kanye West dan T.I. jadi nilai lebih bagi album penuh perdananya tersebut.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Travis Scott # kanye west # t.i. # hip hop # rap

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /