Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Nick Cave Berbagi Pengalaman Menjadi Seorang Penulis Lagu

Author : Admin Music

Article Date : 30/07/2021

Article Category : Super Buzz

Sebagai salah satu nama yang sudah lama malang melintang di industri musik sebagai seorang penyanyi, personel band, sekaligus penulis lagu, Nick Cave punya segudang pengalaman dengan curriculum vitae mentereng.

Inspirasi jelas menjadi faktor besar yang membuat Nick Cave bisa dikenal dan menjadi fenomenal hingga sekarang. Inspirasi adalah hal yang menghantam pria kelahiran Australia 63 tahun lalu itu sebagai penulis lagu.

Dalam tulisan terbarunya di web Red Hand Files, Nick Cave ditanya soal inspirasi oleh seorang penggemarnya.

“Saya selalu tertarik pada penulis lagu yang memasukkan banyak keahlian ke dalam lagu mereka seperti sedang membangun meja kayu, semuanya ada di tempat yang seharusnya. Menurutmu lebih penting mencari inspirasi atau mulai bekerja dan menulis lagu?” tulis seorang penggemar bernama Jake dari Kanada.

"Bagaimana rasanya menulis lagu?," lanjut Jake dengan pertanyaan sederhananya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Nick Cave (@nickcaveofficial)

Sebagai tanggapan, Cave berkata: “Saya juga memiliki ketertarikan dengan seniman yang memperlakukan kerajinan mereka sebagai pekerjaan dan tidak bergantung pada keanehan inspirasi — karena saya adalah salah satunya. Seperti kebanyakan orang dengan pekerjaan, kami hanya pergi bekerja.

“Tidak pernah terpikir oleh kami untuk tidak bekerja, tidak pernah ada momen ketika kami tidak bekerja karena 'kami tidak merasakannya' atau 'getarannya tidak benar'. Kami hanya melakukan tugas kami, seperti yang saya lakukan sekarang, menulis kepada kalian Jake dan Freya."

"Tugas penting dalam keseharian saya adalah hanya duduk di meja saya dan mengambil pena saya. Tanpa tindakan dasar ini, saya tidak bisa menyebut diri saya sendiri sebagai penulis lagu, karena lagu-lagu dayang kepada saya dengan isyarat yang terlalu kecil untuk dirasakan, kecuali saya sedang siap untuk menerimanya. Mereka tidak datang dengan gembar-gembor, tetapi dengan berbisik, dan mereka datang hanya ketika saya bekerja," jelas Nick Cave.

"Begitu ada di dalam imajinasi, segala macam hal yang tidak bisa dijelaskan terjadi. Waktu menjadi gila, masa lalu menekan dirinya sendiri melawan masa kini, dan masa depan mencurahkan rahasianya. Tiba-tiba kata-kata berperilaku dengan cara yang seharusnya tidak mereka lakukan, tetapi luar biasa, denyut nadi kita menjadi lebih cepat, dan penulisan lagu menjadi tabrakan antara yang pragmatis dan tidak," ujarnya.

Nick Cave sendiri dikenal memang cukup interaktif dengan penggemarnya. Hal ini dibuktikan ketika bulan Mei lalu ia merilis sebuah lagu baru berjudul Letter to Cynthia. Lagu ini dibuat berdasarkan surat dari penggemar Nick Cave yang dikirim ke situs Cave's Red Hand Files, tempat Nick Cave tadi menjawab pertanyaan soal pengalaman menjadi penulis lagu.

Lagu tersebut awalnya muncul di rilisan tujuh inci terbaru dari Nick Cave dan Warren Ellis berjudul 'Grief'. 'Letter To Cynthia' muncul di samping lagu lain, 'Song For Cynthia', dan kedua lagu tersebut terinspirasi oleh pertanyaan seorang penggemar bernama Cynthia.

“Saya telah mengalami kematian ayah saya, saudara perempuan saya, dan cinta pertama saya dalam beberapa tahun terakhir dan merasa bahwa saya memiliki komunikasi dengan mereka, sebagian besar melalui mimpi. Mereka membantu saya," tulis Cynthia pada Oktober 2018 silam.

Mengacu pada kematian putra remaja Nick Cave pada tahun 2015 lalu, Cynthia lantas melontarkan pertanyaan: "Apakah Anda dan Susie merasa bahwa putra Anda, Arthur, bersama Anda dan berkomunikasi dengan cara tertentu?."

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Nick Cave (@nickcaveofficial)

Dalam deskripsi di bawah single baru tersebut, Nick Cave lantas menulis: “Pada musim gugur 2018 Cynthia mengirim pertanyaan ini ke The Red Hand Files."

“Jawaban saya adalah pertama kalinya saya dapat mengartikulasikan perasaan sedih saya yang kontradiktif. Surat-surat seperti Cynthia telah membantu membawa saya dan banyak orang lain kembali ke dunia. Saya merekam "Letter to Cynthia" dan "Song for Cynthia" dengan Warren pada November 2020 di Soundtree Studios di London. Mereka adalah lagu yang indah dan saya harap Anda menyukainya,” ujar Nick Cave.

Adapun, Nick Cave dan Ellis yang menami grup mereka dengan Nick Cave and Warren Ellis telah merilis album baru bertajuk Carnage pada Februari lalu melalui Goliath Records secara digital. Sementara untuk rilisan fisik berupa CD dan vinyl dirilis pada 18 Juni lalu.

Sekilas Nick Cave

Nicholas Edward Cave, lahir pada 22 September 1957 di Warracknabeal, Australia. Produktif dalam bermusik, karya-karyanya berjajar panjang. Terasa sekali musik seperti selalu menjadi bagian dalam hidupnya, saat jatuh atau ketika di berdiri nyaman di atas.

Meski begitu, sosok Nick Cave tak sekedar relevan dalam dunia musik, ia juga berkiprah di dunia kesusastraan, perfilman, hingga mengolah peran.

Dikenal dari Nick Cave and the Bad Seeds, musiknya terasa unik bahkan dari karakter suaranya, intensitas emosi, dan narasi lirik yang luas. Liriknya membicarakan banyak hal: mulai dari cinta, politik, kekerasan, agama, hingga kematian—dan semua di antaranya.

 

Image source: Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Nick Cave #Nick Cave and the Bad Seeds #berita musik internasional

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /