Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Papa Roach Sibuk Menggarap Album Baru di Tengah Pandemi

Author :

Article Date : 09/04/2021

Article Category : Super Buzz

Selain lagu, album merupakan salah satu karya yang cukup penting untuk direalisasikan oleh musisi. Album bisa dibilang menjadi sarana yang cukup penting demi menjaga reputasi dan juga eksistensi musisi di industri musik. Itu juga yang jadi alasan bagi Papa Roach dalam merealisasi rencana mereka kembali merilis album dalam waktu dekat. Rencana tersebut terungkap dari wawancara yang dilakukan oleh Tobin Esperance, pemain bass di dalam tubuh Papa Roach dalam sebuah program radio yang dipandu oleh Radioactive Mike Z.

Tobin Esperance mengakui dalam wawancaranya bahwa saat ini Papa Roach sedang fokus untuk menggarap materi album terbaru mereka. Proses penggarapan materi ini diakui oleh pemain bass Papa Roach tersebut sebagai sebuah cara untuk mengatasi waktu luang di masa pandemi. Berkat waktu yang cukup banyak tersisa, Papa Roach pun berhasil merekam banyak lagu. Ada kemungkinan juga bahwa album ini akan hadir dalam format double album. Namun hal tersebut masih bisa belum dipastikan. Pasalnya, proses penggarapan album yang sedang dikerjakan oleh Papa Roach saat ini sudah masuk tahap mixing. Dengan banyaknya lagu yang harus dikerjakan dalam proses mixing, Papa Roach pun membutuhkan waktu lebih banyak agar hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh seluruh anggota band.

Papa Roach juga menjalani proses rekaman album barunya ini dengan santai. Diketahui bahwa Papa Roach memulai proses rekaman sejak tahun lalu. Tobin Esperance juga mengakui bahwa proses rekaman untuk album Papa Roach tersebut merupakan satu-satunya yang menghadirkan pengalaman berbeda. Pengalaman tersebut hadir karena Papa Roach tidak harus terburu-buru dalam menyelesaikan proses produksi dari albumnya. Pemain bass di dalam tubuh Papa Roach ini mengungkapkan bahwa aktivitas rekaman sebetulnya masih berjalan sama dengan yang sering mereka lakukan. Namun, tidak adanya tenggat waktu membuat proses penulisan dan produksi album jadi lebih matang. Hal tersebut juga cukup membantu memulihkan kondisi psikologis dari setiap anggota Papa Roach, karena tidak ada beban yang harus dilunasi dari proses pengerjaan album tersebut. Selain itu, input kreatif dari seluruh anggota band juga kini lebih mendapatkan atensi dan juga apresiasi yang lebih baik daripada sebelumnya. 

Tobin Esperance juga menyatakan bahwa dampak positif dari waktu luang yang banyak adalah transformasi energi yang lebih optimal kepada karya-karya yang sedang digarap dari setiap anggota Papa Roach. Menurutnya, materi yang telah dipersiapkan untuk album baru Papa Roach ini memiliki energi positif yang cukup besar. Terlepas dari agresi maupun kebahagiaan yang jadi tema dan konsep utama dari setiap lagu nantinya, seluruh anggota mampu memberikan sepenuhnya yang membuat lagu terdengar jadi lebih berisi. Pemain bass di dalam tubuh Papa Roach tersebut juga menyatakan bahwa untuk album barunya, Papa Roach juga menghadirkan beberapa karya kolaboratif dari banyak musisi. Kehadiran sosok di luar Papa Roach juga diakui menghadirkan atmosfer berbeda yang dapat memberi motivasi kepada Papa Roach untuk mampu mengolah suatu karya jadi hal yang baik. 

Salah satu sosok di luar Papa Roach tersebut diwakilkan oleh Jason Aalon Butler. Jason Aalon Butler merupakan frontman dari band Fever 333. Jacoby Shaddix sebagai perwakilan dari Papa Roach menyatakan bahwa kolaborasi musik yang terjadi antara bandnya dan Jason Aalon Butler cukup terdengar unik. Hasil kolaborasi tersebut diakui menghadirkan dinamika musik punk rock layaknya karya-karya awal dari Beastie Boys. Jacoby Shaddix juga menyatakan bahwa nuansa yang hadir dari lagu tersebut merupakan salah satu motivasinya untuk terus dapat fokus menyelesaikan album terbaru dari Papa Roach yang sedang dijalankan. Baik Tobin Esperance dan juga Jacoby Shaddix mengumumkan bahwa album terbaru dari Papa Roach ini akan dirilis di tahun 2022 mendatang. Jadwal tersebut dipilih karena Papa Roach ingin benar-benar menghasilkan karya yang matang dan mampu merepresentasikan kehidupan mereka selama di masa pandemi. Meskipun begitu, kedua anggota Papa Roach tersebut juga menyatakan bahwa mereka akan merilis rangkaian single di tahun 2021 sebagai langkah penyambutan album barunya nanti.

Salah satu kejutan lainnya yang akan disiapkan oleh Papa Roach juga datang dari Jacoby Shaddix dalam obrolan terpisah. Vokalis di dalam tubuh Papa Roach tersebut menyatakan bahwa bandnya juga telah mempersiapkan sebuah track bernuansa ballad yang dikemas secara akustik untuk album terbarunya. Hal tersebut merupakan hal baru yang dilakukan oleh Papa Roach dalam sebuah album. Menurut Jacoby Shaddix, lagu akustik yang sedang berada di dalam proses rekaman ini merupakan sebuah hal yang perlu diabadikan. Pasalnya, lagu ini hadir secara spontan dari kegiatan yang mereka jalani. Untuk proses rekaman album yang sedang dilakukan, Papa Roach menyewa sebuah rumah untuk menggarap lagu secara bersama-sama. Semua anggota Papa Roach sepakat bahwa mereka tidak akan keluar dari rumah tersebut. Jadi, selama 24 jam mereka fokus untuk mempersiapkan karya-karya yang baik untuk merepresentasikan albumnya nanti dan lagu akustik tersebut hadir sebagai representasi pengalaman rekaman di masa pandemi yang harus diapresiasi.

Di tengah kesibukannya dalam menggarap album baru untuk Papa Roach, Jacoby Shaddix juga tengah membantu proses promosi sebuah film layar lebar berjudul The Retaliators. Film yang akan dirilis pada bulan Juni mendatang tersebut merupakan film perdana yang akan dibintangi oleh vokalis Papa Roach dan menjadi wadah pembuktian bahwa dirinya merupakan seorang seniman yang serba bisa.


Image courtesy of Brandon Nagy / Shutterstock

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Papa Roach # album # jacoby shaddix # single # film # the retaliators # fever 333 #genre: rock

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /