Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Peran Penting Seorang Music Publicist

Author : Admin Music

Article Date : 18/06/2021

Article Category : Noize

Di Indonesia--yang ekosistem bisnis musiknya masih dalam tahap berkembang--meski lambat tapi menunjukkan progres menarik, profesi music publicist mungkin masih jarang didengar oleh banyak orang.

Saat sebuah band memutuskan untuk memulai petualangan musikalnya, sosok manajer adalah peran sentral yang kemudian dicari keberadaannya. Memang betul bila dikatakan bahwa manajer memegang andil besar dalam perkembangan sebuah band.

Segala macam tetek bengek dari urusan mengatur bisnis hingga membangun narasi komunikasi tentang unit tersebut menjadi daftar yang harus dikerjakan oleh seorang manajer.

Namun, sebetulnya seorang music publicist bisa meringankan beban kerja manajer apabila polanya diatur sedemikian rupa dan tepat guna. Music publicist serupa tapi tak sama dengan manajer. Bila melihat dari pengertiannya sendiri, manajer sebetulnya dituntut untuk dapat lebih tanggap mengurus hal-hal terkait perkara bisnis dan manajemen internal, sedangkan music publicist berurusan dengan pembentukan cara komunikasi band dengan pihak-pihak eksternal.

Bagaimana cara mempresentasikan diri ke publik saat wawancara, mencari gaya komunikasi yang pas, serta membangun serangkaian cerita menarik untuk dibawa kepada para penggemar serta media. Secara garis besar mungkin hal-hal tersebut yang menjadi ranah kerja seorang music publicist.

Becky Laverty, seorang public relation dan music publicist dari label Prosthetic Records di Inggris dan Roadburn Festival di Belanda pernah mengatakan dalam salah satu wawancaranya, "Mungkin dengan berkata seperti ini saya cukup menyederhanakan peran seorang music publicist, tetapi inti dari pekerjaan ini adalah tentang mempublikasikan dan memasarkan sebuah band, selain musik mereka itu sendiri, ternyata ada banyak hal yang dapat diolah dan menarik perhatian, termasuk tentang cerita-cerita yang ada di balik mereka."

Karena sejatinya seorang musisi atau seniman seharusnya hanya mengurusi soal karya dan nilai-nilai substansial di dalamnya. Demi menjaga fokus menciptakan karya yang mumpuni pula tajam tanpa perlu mengurusi banyak hal lain di luar itu, maka mereka mempekerjakan pihak lain, manajer dan music publicist contohnya.

Satu sosok yang mungkin bisa, secara langsung maupun tidak, dikatakan sebagai seorang music publicist yang baik di Indonesia adalah Rudolf Dethu. Dengan modal kefasihan bertutur kata dan membangun narasi, Rudolf Dethu membentuk imej yang sangat kuat ketika menjadi bagian dari awal perjalanan karier Superman Is Dead.

Sehingga karakter trio punk rockers flamboyan, in-yer-face attitude, macho nan seruntulan, f*ck the world namun tetap penuh cinta, adalah sederet imej yang menancap pada publik ketika mendengar nama tiga bandit Bali tersebut.

Dalam beberapa interview yang beredar di internet, Rudolf Dethu mengaku pada banyak kesempatan korespondensi dengan berbagai pihak eksternal, dirinya mencoba untuk selalu paten menancapkan nilai-nilai serta batasan bagaimana ia memperlihatkan wajah Superman Is Dead dan mencoba menularkan pengertian tersebut ke publik.

***

Jadi kapan sebuah band perlu mempekerjakan seorang music publicist?

Monica Seide, music publicist kawakan yang bekerja untuk nama-nama besar di jagat metal seperti TOOL, Baroness sampai Melvins, mengatakan bahwa sebuah band tidak perlu bekerjasama dengan music publicist bila statusnya masih relatif baru, masih bermain di wilayah kandang mereka.

Ketika materi mereka perlahan mulai menyebar luas dan meledak, diliput oleh beberapa media besar dan semua mata mulai menoleh, di situlah saat krusial untuk berdiskusi dengan seorang music publicist

Saat angin segar datang, seorang music publicist nantinya diharapkan mampu untuk memperpanjang "masa emas" dari sebuah band yang sedang pelan-pelan naik. Mereka akan mengurusi berbagai penampilan band di media, format tulisan maupun audio, review album, serta berjejaring dan mencocokan dengan apapun bentuk publikasi yang sedang berkembang, sehingga band tersebut dapat selalu hadir dalam tampilan yang tepat. Membaca momentum adalah kuncinya.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Genre : rock #yulio piston #music publicist #Band

0 Comments

Comment
Other Related Article
Acum Bangkutaman: Menghargai Lebih Musik Indonesia

Acum Bangkutaman: Menghargai Lebih Musik Indonesia

29 September 2021

Noize

Buluk Superglad: Love Your Idol And Don’t Let It Kill You

Buluk Superglad: Love Your Idol And . . . .

27 September 2021

Noize

Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

15 September 2021

Noize

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

11 September 2021

Noize

Hasan Dzikrullah: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

Dewo Iskandar: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

31 August 2021

Noize

Evolusi Rockbali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

Evolusi Rockabali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

29 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop Punk Tour 2014

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop . . . .

27 August 2021

Noize

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di Tengah Pandemi

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di . . . .

26 August 2021

Noize

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, Terus Gimana Dong?

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, . . . .

05 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self Healing"

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self . . . .

24 July 2021

Noize

1 /