Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Perjalanan Karier Hayley Williams di Luar Paramore dimulai sejak Remaja

Author :

Article Date : 12/12/2020

Article Category : Super Buzz

Banyak di antara kita yang mengenal Hayley Williams sebagai salah satu anggota ikonis di dalam tubuh Paramore dan menganggap bahwa karier bermusiknya dimulai dari pembentukan band tersebut. Nyatanya, sebelum Paramore, Hayley Williams telah lebih dulu memulai karier bermusiknya sejak remaja, tepatnya di umur 14 tahun.

Karier bermusik Hayley Williams sebelum Paramore dimulai sebagai seorang penulis lagu pop yang sempat dimentori oleh beberapa songwriters profesional di Nashville, Amerika Serikat. Talenta yang dimiliki oleh Hayley Williams di usia muda menarik perhatian Dave Steunebrink dan Richard Williams. Pertemuan di antara ketiganya menghasilkan kontrak kerja sama selama dua tahun untuk Hayley Williams di bawah afiliasi Atlantic Records. Awalnya, kontrak kerja sama tersebut menyatakan bahwa Hayley Williams dikontrak sebagai salah satu talenta penyanyi pop solo pendatang baru untuk memperkuat roster Atlantic Records. Namun, Hayley Williams menolak tawaran tersebut dan mengungkapkan bahwa dirinya ingin berkarya di dalam sebuah band beraliran pop punk. Menyetujui keinginan Hayley Williams, akhirnya Atlantic Records memberikan keleluasaan kepada artisnya tersebut untuk membentuk Paramore bersama Josh Farro, Zac Farro, dan Jeremy Davis.

Perjalanan karier musik Hayley Williams secara kolektif bersama Paramore dimulai sejak tahun 2005 melalui album perdana band tersebut All We Know Is Falling dan terakhir merilis album di tahun 2017 berjudul After Laughter. Kerja sama antara Hayley Williams di dalam tubuh Paramore juga masih berlanjut hingga saat ini meskipun dirinya telah merilis sebuah album berjudul Petals for Armor di pertengahan tahun 2020 ini sebagai sebuah penanda keseriusannya untuk dikenal sebagai musisi solo. Meskipun baru saja merilis album solo debut, pergerakan Hayley Williams di luar Paramore sudah dirinya mulai sejak tahun 2006.

Pada tahun 2006, nama Hayley Williams pertama kali tercantum di luar Paramore melalui salah satu karya milik band pop punk bernama October Fall yang merilis lagu Keep Dreaming Upside Down. Dari pertemuannya bersama October Fall, barulah Hayley Williams dikenal sebagai seorang musisi multi talenta yang dapat berfungsi secara optimal di luar band yang didirikannya, Paramore. Karier solo Hayley Williams sebagai featuring artists di luar Paramore mencuat pada tahun 2010 berkat kolaborasinya dengan B.o.B. untuk lagu Airplanes. Kala itu B.o.B. atau Bobby Ray Simmons Jr. baru saja merilis album perdananya dan Hayley Williams menyumbangkan suaranya untuk sebuah lagu di dalam album tersebut. Nama-nama musisi ternama lainnya, seperti Bruno Mars dan Rivers Cuomo dari Weezer juga menghiasi album tersebut, sehingga cukup membuat karya-karya yang keluar dari album perdana B.o.B. mendapatkan respon positif, termasuk untuk karya kolaboratifnya bersama vokalis Paramore tersebut.

Mulai dari kerja sama antara Hayley Williams dan B.o.B. di tahun 2010, Hayley Williams mulai membuka lebar peluang dirinya untuk dapat tergabung di dalam proyek band selain Paramore. Terbukti di nama Hayley Williams sering muncul jadi bagian dari karya yang dirilis oleh nama-nama seperti Zedd untuk lagu Stay The Night, New Found Glory di lagu Vicious Love, Chvrches di lagu Bury It, Weezer untuk Rainbow Connection, Tegan and Sara di lagu Nineteen, serta yang terakhir bersama American Football untuk lagu Uncomfortably Numb. Kerja sama antara sang vokalis Paramore tersebut bersama musisi lainnya kerap kali membantu meningkatkan kesuksesan karya mereka secara komersial. Di luar kolaborasinya bersama para musisi, di luar aktivitasnya bersama Paramore, Hayley Williams juga secara mandiri pernah menulis sebuah lagu berjudul Teenagers untuk keperluan soundtrack film Jennifer’s Body yang dibintangi oleh Megan Fox.

Untuk album debutnya di luar Paramore, Hayley Williams sempat mengumumkan keinginannya untuk merilis album sebagai musisi solo di hari ulang tahun ke-31. Keinginan tersebut terealisasi melalui rilisnya album Petals For Armor yang rilis pada bulan Mei 2020. Menyambut perilisan album perdananya tersebut, musisi yang tergabung di dalam tubuh Paramore tersebut merilis single solo perdananya berjudul Simmer. Kelahiran lagu perdana untuk karier solo dari Hayley Williams tersebut juga jadi penanda bagi dirinya untuk berkarya secara mandiri di luar genre pop punk/punk rock yang identik dengan keberadaan Paramore. Sebelum merilis album penuh debutnya, Hayley Williams lebih dulu merilis sebuah mini album berjudul Petals for Armor I pada Februari 2020. rencananya mini album tersebut dianggap sebagai sebuah rangkaian yang melengkapi keutuhan dan kekuatan dari album debutnya.

Hal tersebut kembali dibuktikan Hayley WIlliams dengan merilis mini album Petals for Armor II pada bulan April. Di bulan Desember ini, pentolan dari Paramore tersebut juga kembali merilis mini album solo yang masih tergabung dalam rangkaian konsep sebelumnya berjudul Petals for Armor: Self-Serenades. Untuk mini album terbarunya, Hayley Williams menyisipkan sebuah lagu baru berformat akustik yang merupakan gubahan dari lagu Simmer dan Why We Ever yang diambil dari album debutnya di luar Paramore.

Hayley Williams mengakui untuk album debutnya yang dirilis di luar Paramore tersebut ditulis berdasarkan pengalaman pribadi yang dimilikinya. Tema utama album perdana milik Hayley Williams adalah perubahan yang dirasakan oleh dirinya semasa tumbuh dan berkembang sebagai seorang musisi hingga saat ini. Materi yang digarap oleh vokalis Paramore untuk album solo miliknya juga jadi representasi yang mewakili emosi dalam masa perubahan yang dirinya alami, seperti keresahan, amarah, kesedihan, hingga rasa bahagia.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#hayley williams # paramore # weezer # petals for armor # american football

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /