Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

pijak bumi

Author : Admin Adventure

Article Date : 13/10/2021

Article Category : News

Brand sepatu memang sudah banyak banget, Superfriends. Tapi kalau lo pengin bikin brand sepatu ramah lingkungan yang menjangkau pasar internasional, Pijak Bumi bisa banget lo jadikan referensi. Yuk, simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Berawal dari sepatunya yang hilang saat masih tinggal di kawasan Taman Sari, Bandung, Rowland Asfales mulai terinspirasi buat memulai bisnis sepatu nih, Superfriends. Saat kehilangan sepatu, ia kemudian termenung sebentar dan selanjutnya mulai melangkahkan kaki ke sentra sepatu Cibaduyut.

Pria yang akrab disapa Fales itu sebenarnya berniat untuk membeli sepatu kulit. Namun sayang, ia harus mengurungkan niatnya karena tingginya harga sepatu dan terpaksa kembali tanpa hasil, Superfriends.

Meskipun begitu, Fales tetap berpikir dan terus mencari solusi untuk mengganti sepatunya yang hilang. Pria lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini akhirnya membuat sepatu dan lumayan sukses sehingga lumayan diminati teman-temannya, Superfriends.

Jatuh-Bangun Memulai Bisnis Sepatu

Image source: instagram.com/pijakbumi

Setelah sukses memasarkan sepatu pada teman-temannya, selanjutnya Fales mulai mencoba untuk memperluas bisnisnya ke dunia online, Superfriends. Akan tetapi, hasilnya masih kurang memuaskan, karena sepatu yang ia jual di harga Rp200.000 - Rp400.000 saat itu, kalah bersaing dengan harga sepatu yang jauh lebih murah.

Nggak cuma itu, Fales merasa bisnis sepatunya bangkrut karena kurang punya nilai jual, Superfriends. Merasa tertantang, ia pun terus berinovasi mencari solusi, mulai dari bahan, cara pembuatan, sampai desain sepatu.

Sampai akhirnya, Fales menemukan artikel yang menyebutkan, industri fashion adalah salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia, termasuk limbah pembuatan sepatu kulit. Dari momen tersebut, ia bertekad ingin membuat sepatu ramah lingkungan yang fashionable, Superfriends.

Sepatu Ramah Lingkungan yang Berkualitas

Image source: instagram.com/pijakbumi

Tercetuslah Pijak Bumi yang menghasilkan sepatu dengan menggunakan bahan kulit natural, serta disamak dengan menggunakan ekstrak tumbuhan kenaf. Tumbuhan ini biasanya ada di daerah tropis. Nantinya, kenaf ditenun dengan benang-benang, Superfriends.

Pijak Bumi pun nggak menggunakan bahan kimia dalam pembuatan sepatunya. Bahkan, brand sepatu lokal ini cuma menggunakan mesin jahit kaki biar proses pembuatannya lebih ramah lingkungan.

Jadi jangan heran, kalau sepatu hasil produksi Pijak Bumi bakal jarang ditemukan jahitan seperti sepatu pada umumnya dan lebih mengandalkan proses cutting yang halus, Superfriends.

Sukses di Kancah Internasional

Image source: instagram.com/asfales

Menurut Rowland, Pijak Bumi lahir sebagai inisiator dalam industri sepatu yang menggabungkan tiga pilar yaitu orisinalitas desain, material ramah lingkungan, dan mempromosikan kearifan kerajinan lokal.

Hal ini tentu beriringan dengan rencana aksi global Sustainable Development Goals (SDGs), Superfriends. Pijak juga Bumi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan.

Kini, brand sepatu yang dirintis Rowland tersebut sudah berhasil menembus lima benua dan membawa Indonesia mendunia, lho. Bahkan, tahun lalu ia sendiri juga berhasil meraih penghargaan Emerging Designer The MICAM Milano 2020.

Sebagai informasi, Emerging Designer sendiri merupakan penghargaan yang diberikan pada 12 desainer sepatu dari seluruh dunia berdasarkan konsep inovatif yang diusung setiap desainer. MICAM Milano adalah pameran perdagangan internasional industri profesional alas kaki yang diselenggarakan di Fiera Milano Rho, Italia.

Setiap tahunnya, MICAM Milano diikuti 1.400 perusahaan dari 30 negara di seluruh dunia dengan trafik rata-rata 45.000 pengunjung dari 130 negara lho, Superfriends!

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Extreme #Beginner #Urban Action #Trending

Source:https://regional.kompas.com/read/2017/08/19/06564091/gara-gara-hilang-sepatu-rowland-sukses-menembus-pasar-di-lima-benua?page=all#page2 https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/06/180025720/pijakbumi-berawal-dari-hilang-sepatu-hingga-berjaya-di-italia?pa

0 Comments

Comment
Other Related Article
Pencapaian Pertama Puncak Tertinggi Dunia

Kisah Menarik tentang Pencapaian Pertama Puncak . . . .

03 October 2021

News

Balap Mobil Formula

Mengenal Berbagai Macam Kelas dalam Balap . . . .

02 October 2021

News

insight traveling

Insight Traveling Selama Pandemi Virus Corona . . . .

29 September 2021

News

Trashbag Community

Kenalan Sama Trashbag Community, Pencinta Alam . . . .

28 September 2021

News

hipotermia

Tingkatan Gejala dan Cara Menangani Korban . . . .

26 September 2021

News

pendaki dunia

Sosok Pendaki Dunia yang Nggak Pernah . . . .

24 September 2021

News

Foto Online

Rekomendasi Website Tempat Jual Foto Online!

22 September 2021

News

revenge travel

Dikenal Sebagai Wisata Balas Dendam, Apa . . . .

21 September 2021

News

Situs UNESCO di Afghanistan

Situs UNESCO di Afghanistan Terancam Rusak . . . .

16 September 2021

News

bumi datar

Percaya Bentuk Bumi Datar? Peristiwa Aneh . . . .

11 September 2021

News

1 /