Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Author :

Article Date : 16/08/2017

Article Category : Super Buzz

Sejak dekade 60-an, tiap dekade memiliki tahun keemasan musik populer. Sebut saja tahun 1967, saat The Beatles, The Doors, Pink Floyd dan Velvet Undergound merilis album di puncak Summer of Love, atau 1993 di mana puluhan grup dan rapper di AS merilis album hip-hop berpengaruh, dan jangan lupa tahun 1986, saat Slayer, Metallica, Megadeth dan Kreator merilis opus mereka.

Kali ini, SuperMusic.ID mengintip ke tahun 1977. Masa ini spesial karena punk rock, salah satu produk budaya populer dan gerakan sosial paling berpengaruh, mulai terbentuk pada tahun ini.

Tahun 1977 di Britania Raya dibuka dengan penampilan The Clash di klub punk rock London, The Roxy dan pemecatan Sex Pistols dari EMI. Sementara di seberang lautan, ikon rock n’ roll, Elvis Presley ditemukan telah meninggal dunia di kediamannya dan Lynyrd Skynyrd kehilangan separuh personel akibat kecelakaan pesawat di hutan Mississippi.

Selain kepergian musisi tersebut, inovasi musik pada genre, teknologi, maupun pemikiran, terus melaju pesat. Contohnya bisa dilihat dari peluncuran Voyager, sebuah kapal tak berawak yang dilengkapi rekaman berisi contoh kehidupan dan kebudayaan manusia di Bumi.

Dalam perjalanannya, Voyager memainkan piringan hitam berlapis emas yang berputar di kecepatan 16⅔ RPM. Piringan tersebut berisi 31 lagu dari berbagai musik, negara dan genre di seluruh dunia. Indonesia turut menyumbang komposisi gamelan berjudul “Ketawang: Puspåwårnå (Kinds of Flowers)" oleh Pura Paku Alaman Palace Orchestra dan K.R.T. Wasitodipuro.

[bacajuga]

Inovasi dan pendekatan segar terhadap musik terjadi secara besar-besaran di tahun 1977. Penururan kualitas yang terjadi pada album psychedelic dan progressive rock diimbangi pesatnya pertumbuhan musik elektronik dan punk rock.

Pertumbuhan musik elektronik dipantik oleh kancah kosmische/krautrock, yang telah berkembang sejak akhir 60-an. Inovasi punk rock pun membakar batas antara penampil dan penonton, ‘profesionalisme’ bermusik serta penyederhanaan ulang musik rock. Sementara benih heavy metal yang telah ditanam Black Sabbath di awal dekade 70-an mulai tumbuh perlahan.

Tenggelamnya psychedelic dan progressive rock disambut punk rock, heavy metal, industrial, new wave, electronica. Musik yang lebih segar, lebih tepat merepresentasikan pergolakan dan pergerakan sosial-politik di era 70-an. Berikut adalah album-album penting yang hadir di tahun 1977.

Psychedelic dan Progressive Rock

Band-band yang memainkan sound ini tertinggal oleh band dan musisi yang mampu membaca zaman, berinovasi lewat kekuatan komposisi, dan substansi tema-lirik.

Contohnya adalah Animals, yang dianggap album tergelap Pink Floyd, tanpa segan menghujamkan kritik sosial terhadap masyarakat Britania Raya. Eks vokalis Genesis, Peter Gabriel justru memutar arah dengan melepas album Peter Gabriel yang fokus pada eksperimentasi komposisi art rock.

Sementara Goblin dan Blue Öyster Cult, dua band dengan warna psychedelic kental juga menajamkan musik mereka. Lewat soundtrack film Suspiria, Goblin merambah area film scoring dan memfokuskan komposisi untuk membangun atmosfer gelap. Blue Öyster Cult justru menambah volume dan menguatkan distorsi di album Spectres, yang akhirnya turut membentuk cetak biru sound heavy metal.

Punk Rock

Perkembangan punk rock di tahun ini terjadi sangat cepat di UK dan AS, masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri. Sound punk UK dan AS, terdengar serupa tapi tak sama, dampak yang mereka hasilkan pun berbeda.

Dampak yang ditinggalkan Buzzcocks, lewat EP Spiral Scratch di kancah punk rock UK adalah rilisan independen pertama. Buzzcocks menunjukkan bahwa siapapun bisa merilis rekamannya sendiri, tanpa label besar. Menurut penulis Simon Reynolds dalam bukunya Rip It Up and Start Again, band asal Manchester ini memukul dominasi industri musik London. Mode produksi dan distribusi Spiral Scratch akhirnya dicontoh kancah di kota lain dan menjadi cetak biru bagi label independen hingga hari ini.

Efek lain yang dihasilkan kancah punk rock UK adalah keberanian mengeksplorasi batas kebebasan komposisi dan sound rock. Melalui album Pink Flag, Wire memainkan 21 komposisi mentah, agresif dan meleda-ledak. Pengaruh ledakan energi dan komposisi unik Pink Flag menjalar hingga hardcore dan post-punk.

Sound unik lain yang muncul di UK adalah persilangan mod revival dan punk rock The Jam. Pada album debut In The City, The Jam menangkap kebingungan masa remaja dan menyalurkannya menjadi melodi. Kekecewaan diubah menjadi nada-nada yang menyenangkan, hal yang juga muncul pada power pop.

Sementara dua band yang berdampak paling besar adalah The Clash dan Sex Pistols. Lewat debut The Clash, mereka memperkenalkan beberapa sound yang menjamur di UK namun kerap dipinggirkan, yaitu reggae. The Clash memuat sound bertenaga dari era awal rock n’ roll dan komposisi variatif sebagai motor utama. The Clash juga berbicara tentang hal-hal nyata, kesenjangan ekonomi, rasisme, penjajahan budaya dan sempitnya lapangan pekerjaan.

Pelajaran terpenting dari Never Mind the Bollocks, Here's the Sex Pistols adalah terbukanya kemungkinan bagi tiap orang untuk memainkan rock n’ roll. Mereka (bersama Ramones) turut menyederhanakan ulang rock n’ roll kembali dasarnya, yaitu tiga kord dan agresi maksimum. Di album ini, Sex Pistols memperkenalkan kritik tanpa basa-basi lewat lirik mereka yang menghujat institusi kerajaan dan negara Inggris.

Di seberang lautan, kancah punk rock AS menjadikan kekuatan dan kecepatan sebagai motor utama sound mereka. Contohnya adalah album Young, Loud & Snotty dari Dead Boys, yang memainkan punk rock bertenaga tinggi, pengaruh dari garage rock.  Jika Dead Boys memainkan komposisi sederhana, Johnny Thunders and The Heartbreakers justru memainkan rock n’ roll dengan sound mentah dan lirik destruktif di album L.A.M.F. Uniknya, band ini justru mendapat kesempatan rekaman di Inggris, setelah gagal ikut dalam tur Sex Pistols.

Berikutnya adalah figur penting yang berkaitan dengan band-band punk rock berpengaruh di AS pada saat itu. Richard Hell, vokalis The Voidoids, mendirikan Television (sebelumnya bernama Neon Boys) bersama sahabatnya, Tom Verlaine. Pada tahun 1975, Richard keluar dari Television dan membentuk The Heartbreakers bersama Johnny Thunders, ia tak lama kemudian ia pun mundur dan membentuk Richard Hell and The Voidoids.

Sebagai band rock pertama yang tampil di CBGB, Richard Hell and The Voidoids memankan komposisi kasar dan apatisnya vokal Richard akan ritme. Gaya ini terdengar jelas di album Blank Generation, merepresentasikan sound punk AS yang agresif dan lugas. Richard sebagai ikon juga turut mempopulerkan rambut jabrik dalam fashion punk.

Jika Richard memainkan rock yang kasar, maka sobatnya justru bergerak ke arah berlawanan. Bersama Television, Verlaine memainkan riff-riff melodik dan komposisi progresif yang mengacu ke jazz. Lirik-lirik Verlaine juga lebih introspektif dibanding Richard, ia terinspirasi lingkungan urban Manhattan dan gaya puisi Prancis. Berbagai elemen tersebut muncul di album Marquee Moon, yang justru lebih populer di UK ketimbang AS.

Marquee Moon berisi komposisi unik dan melodi disonan yang saling bersahutan. Permainan duo gitaris Television, Verliane dan Richard Lloyd, saling melengkapi dan bertukar peran. Pola ini mereka contoh dari garage rock 60-an dan jazz. Pengaruh Marquee Moon membentuk sound post-punk dan kekhasan komposisi new wave, bahkan garage rock revival di awal dekade 2000.

Pengaruh terbesar pada kancah punk rock AS datang dari Ramones, yang merilis Leave Home dan Rocket To Russia di tahun itu. Album kedua Ramones, Leave Home memiliki komposisi variatif, yang bergerak dari punk rock menuju pop rock. Distorsi kasar, komposisi lugas dan riff sederhana Ramones mengiringi seruan untuk bersenang-senang sekaligus menulis surat cinta.

Album kedua Ramones di tahun itu, Rocket To Russia kembali ke formula sederhana tiga kord dan sound kasar berdurasi pendek. Di album ini, Joey dkk mampu memanfaatkan perkembangan kualitas produksi dengan maksimal, membuat sound agresif mereka terdengar menyenangkan lewat variasi tempo dan reff-reff sederhana.

Hard Rock dan Heavy Metal

Kancah hard rock kedatangan pahlawan baru dan yang belum kalah. Salah satu musisi terbaik di era ini, Iggy Pop, merilis dua album di tahun 1977. Keduanya direkam saat Iggy, David Bowie dan Tony Visconti tengah berada di Berlin, Jerman. The Idiot dan Lust For Life memuat musik yang jauh berbeda dibanding album The Stooges. Iggy tak lagi bergantung pada distorsi dan agresi, ia beralih mengandalkan bebunyian elektronik, lirik introspektif dan komposisi sederhana. Walau ia kembali ia kembali memainkan hard rock di album Lust For Life, The Idiot justru terdengar segar dan inovatif. Album ini disebut banyak berpengaruh atas sound industrial, gothic dan new wave yang berkembang pesat di dekade 80-an.

The Runaways yang dibentuk Joan Jett dan Lita Ford, merilis album terbaik mereka Queens of Noise. Di album ini, The Runaways menjelajahi berbagi spektrum rock, seperti punk, glam, blues dan heavy metal. Dua jagoan yang belum kalah, KISS dan Queen, masing-masing merilis album yang sukses secara komersil, yaitu Love Gun serta News of the World.

Grup hard rock lain yang mampu bertahan adalah Thin Lizzy, yang mampu mengalirkan energi lebih ke dalam sound mereka, baik saat tampil atau rekaman di studio. Di album Bad Reputation (diproduseri Tony Visconti) mereka memainkan sound garang lewat komposisi ramping. Album ini dikenal sebagai album paling keras yang pernah dirilis Thin Lizzy.

Sementara perkembangan sound heavy metal hingga sampai ke identitas soniknya sekarang sangat berkaitan dari band-band heavy metal Britania Raya. Album Judas Priest, Motörhead dan UFO yang dirilis pada tahun 1977 turut menjadi pijakan sound heavy dan thrash metal yang berkembang di dekade 80-an.

UFO di album Lights Out adalah band yang berbeda, mereka menggunakan komposisi yang lebih kompleks dan aransemen strings. Lights Out juga menampilkan sound heavy metal yang cukup agresif, walau tidak sekeras Judas Priest.

Pada album Sin For Sin, Judas Priest meninggalkan sound arena rock, blues rock dan progressive rock. Judas Priest mendorong energi heavy metal dengan akselerasi tempo, permainan gitar yang lebih cepat dan rumit, serta pola dram double bass (double pedal). Melalui Sin For Sin, Judas Priest mencapai popularitas di radio dan menjalani tur AS pertama mereka.

Album yang juga turut mempercepat pembangunan heavy metal adalah debut Motörhead. Mereka berhasil menyatukan energi dan kecepatan punk rock dengan beratnya distorsi heavy metal. Hasil rekaman Motörhead yang cepat dan agresif dapat menangkap energi panggung mereka. Formasi album ini yaitu Lemmy, ‘Fast’ Eddie Clarke (gitar) dan Phil ‘Philthy Animal’ Taylor (dram) kerap disebut sebagai lini terbaik Motörhead.

[pagebreak]

Electronic Music, Industrial, Ambient

Di tahun 1977, beberapa album berpengaruh dirilis dan mengubah perspektif pendengar musik tentang peran instrumen elektronik dalam musik. Salah satu album yang paling kentara memperlihatkan perkembangan instrumen elektronik adalah Before and After Science karya Brian Eno. Album ini adalah persimpangan antara komposisi rock, pop dan sound ambient Eno yang akan datang. Before and After Science terdengar progresif, inovatif, unik dan membuka kemungkinan penggunaan instrumen elektronik secara lebih lebar lagi.

Tak hanya Iggy Pop dan David Bowie yang bersilangan dengan kancah kosmische/krautrock Jerman di tahun ’77. Berkolaborasi dengan duo Hans-Joachim Roedelius dan Dieter Moebius, Eno merilis Cluster & Eno di bulan Juni. Di album ini Eno memainkan bebunyian ambient yang bertemu dengan komposisi avant-garde dari Cluster. Pertemuan keduanya menghasilkan atmosfer yang khas, kaya tekstur dan memiliki nuansa khas dari lagu ke lagu.

Album lain asal Jerman yang mengguncang kancah musik dunia adalah Trans-Europe Express, pengaruhnya terasa hingga musik elektronik hari ini. Di album ini, Kraftwerk memainkan komposisi berbasis ritme mekanik yang minimalis dan vokal yang dimanipulasi. Trans-Europe Express dibangun lewat Synthanorma Sequencer, sequencer analog yang khusus dibuat untuk Kraftwerk. Lirik-lirik di album ini adalah pengulangan mekanik, bagai dinyanyikan oleh robot. Cetak biru musik elektronik modern dirangkai dari  Trans-Europe Express.

Musisi lain yang meninggalkan instrumen akustik adalah produser asal Italia, Giorgio Moroder. Pada catatan samping album From Here To Eternity, ia mengaku menghasilkan semua nada di lagu-lagu album ini lewat kibor elektronik. From Here To Eternity berisi ketukan konstan dan bebunyian efek elektronik sampai ke vokal. Produksi album ini tercatat menggunakan loop kaset, efek gema dan beberapa instrumen yang direkam melalui vocoder. Album ini mempopulerkan electronica dan dance, yang akhirnya mendominasi sound disco pada dekade 80-an.

Selain Moroder, beberapa musisi lain seperti Throbbing Gristle dan Suicide juga memilih menggunakan instrumen elektronik sebagai salah satu komponen utama musik mereka. Throbbing Gristle menggunakan synthesizer, programming, sound processing dan loop kaset (selain instrumen akustik lain) sebagai penghasil bebunyian di album perdana mereka, The Second Annual Report. Dianggap sebagai salah satu album industrial pertama, The Second Annual Report menyerap lingkungan mereka yang dikelilingi industri manufaktur dan pabrik. Throbbing Gristle menghadirkan atmosfer kengerian di panggung mereka lewat instrumen elektronik tersebut.

Sementara di AS, kengerian kehidupan perkotaan modern hadir di denyut album perdana Suicide. Disebut sebagai band pertama yang menggunakan kata ‘punk’, aksi panggung dan musik Suicide turut mendefinisikan punk, sekaligus melampauinya. Diperkuat Alan Vega (vokal) dan Martin Rev (synthesizer), musik Suicide berlandaskan sepenuhnya ke permainan synth Rev yang minimalis, hipnotik dan kasar. Lolongan rock n’ roll era 50-an Vega yang direkam melalui efek gema dub bertujuan melempar kembali energi ‘jalanan’ pada penonton yang tak siap. Tema-tema lirik Suicide berbicara tentang kerasnya hutan beton metropolitan dan kegamangan generasi pasca perang Vietnam, seperti lagu “Frankie Teardrop”.

World Music, New Wave, Experimental Rock/Pop:

Album-album penting pada tahun ini juga datang dari musisi-musisi dunia ketiga. Dominasi Eropa-Amerika mulai mendapat tandingannya pada dekade 70-an. Pada masa ini, ska dan reggae telah lebih dulu populer di Britania Raya berkat imigran dari Kepulauan Karibia. Sound tersebut disusul oleh afrobeat, yang dipopulerkan oleh Fela Kuti, musisi asal Nigeria.

Melalui album terpopulernya, Zombie, Kuti mengkritik pemerintahan militeristik Nigeria, akibatnya adalah ibunya mati dibunuh secara misterius dan komune tempat ia tinggal dirusak oleh anggota militer. Memaksimalkan sound jazz dan ketukan afrobeat, Kuti melancarkan kritik pedas berbahasa Inggris. Zombie dianggap album berpengaruh di benua Afrika pada akhir 70-an dan menjadi inspirasi kancah rave serta Madchester di Inggris.

Di belahan dunia lain Bob Marley tengah melarikan diri menuju London untuk menghindari percobaan pembunuhan di Kingston, Jamaika. Marley kemudian merekam album reggae paling populer, Exodus. Saat merekam album ini, Marley terpengaruh beberapa musik dari AS, seperti blues, funk dan soul, serta rock Britania Raya. Legenda reggae asal Jamaika ini berbicara mengenai kondisi sosial-politik di paruh pertama Exodus, kemudian menutup album ini dengan lima hits yang masih populer hingga sekarang. Exodus menyampaikan pesan tentang perubahan, bersandar di gitar yang renyah dan hangatnya bass The Wailers. Reggae gaya baru ini pun menyebar ke penjuru dunia sebagai salah satu musik terpopuler.

Beberapa sound unik juga muncul dari AS, contohnya adalah album perdana Talking Heads: 77. Di album ini, Talking Heads memainkan perpaduan unik antara melodi menyenangkan, kekuatan rock dan kejujuran punk. Sebagai penampil rutin CBGB, album Talking Heads: 77 terdengar sangat berbeda dari penghuni lain klub legendaris tersebut. Kaya dengan harmoni dan nada-nada ritmik, Talking Heads menjadi band new wave pertama sekaligus yang terdepan.

Terakhir, musisi populer paling berpengaruh di dekade 70-an, David Bowie. Tak mungkin dikotakkan dalam genre manapun, alih-alih Bowie justru membentuk sound khas rock dan pop dekade 70-an dengan album dari Trilogi Berlin. Dua album dari trilogi tersebut, Heroes dan Low mengukuhkan posisi Bowie sebagai musisi populer berkaliber tertinggi di zamannya.

Heroes, dirilis setelah Low, direkam di Hansa Tonstudio yang berjarak 460 meter dari tembok Berlin. Eksperimentasi Bowie dengan sound rock dan pop berlanjut di album ini, dengan melibatkan Brian Eno sebagai produser (bersama Tony Visconti). Di album Heroes, Bowie kerap menggunakan instrumen elektronik dan sound ambient sebagai komponen pelengkap. Eksperimentasi rock Bowie terdengar jelas di bebunyian yang dihasilkan gitar di paruh awal Heroes.

Penjelajahan Bowie dengan ambient dan musik elektronik dimulai dari Low. Prekuel Heroes ini direkam saat Bowie pindah ke Berlin Barat setelah mengalami kecanduan kokain di Los Angeles, AS. Low adalah album pertama dari Trilogi Berlin dan kerjasama pertamanya dengan Eno serta Visconti. Di album ini, Bowie mendekati komposisi rock dengan sensibilitas avant-garde yang melepas rock dari format tradisionalnya. Bowie membebaskan rock bercampur dengan ambient dan bebunyian elektronik, sembari tetap menghasilkan struktur lagu yang familiar. Lewat Low, Bowie memaksimalkan teknologi untuk menyentuh teritori nuansa dan mood murung yang sebelumnya belum ditemukan oleh musisi lain. Sejak album Low, Bowie diakui sebagai musisi yang sanggup memuaskan penggemarnya dan sekaligus kritikus musik lewat visi artistiknya.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#1977 in Music #1977 #pink floyd #Peter Gabriel #Goblin #Blue Öyster Cult #Buzzcocks #Wire #The Jam #The Clash #Sex Pistols #Dead Boys #Richard Hell #CBGB #Television #Ramones #Punk 77 #IGGY POP #Tony Visconti #The Runaways #Judas Priest #motorhead #Brian Eno #Kraftwerk #suicide #Fela Kuti #Bob Marley #Talking Heads #David Bowie

0 Comments

Comment
Other Related Article
Deretan Lagu untuk Ayah Terbaik, Bisa Didengar Saat Rindu

Deretan Lagu untuk Ayah Terbaik, Bisa . . . .

04 December 2021

Super Buzz

BAPAK, Proyek Khusus Eksplorasi Musik dan Eksperimentasi

BAPAK, Proyek Khusus Eksplorasi Musik dan . . . .

04 December 2021

Super Buzz

Silk Sonic Umumkan Album Baru An Evening With Silk Sonic

Silk Sonic Umumkan Album Baru An . . . .

04 December 2021

Super Buzz

Brandon Boyd Umumkan Single Solo Barunya, Pocket Knife

Brandon Boyd Umumkan Single Solo Barunya, . . . .

04 December 2021

Super Buzz

Single Ketiga Melodramatsi dari Sega Bodega

Single Ketiga Melodramatsi dari Sega Bodega

03 December 2021

Super Buzz

Sisi Lain Lorde Diungkap Lewat “Fallen Fruit”

Sisi Lain Lorde Diungkap Lewat “Fallen Fruit”

03 December 2021

Super Buzz

“Hilang Kendali”, Dark Pop Sinematis ala Riani Sovana

“Hilang Kendali”, Dark Pop Sinematis ala . . . .

03 December 2021

Super Buzz

alt-J Kembali dengan Single Baru yang Emosional, Get Better

alt-J Kembali dengan Single Baru yang . . . .

03 December 2021

Super Buzz

Daftar Lagu Baru Indonesia Terbaik Sepanjang Tahun 2021

Daftar Lagu Baru Indonesia Terbaik Sepanjang . . . .

02 December 2021

Super Buzz

Heals, Coba Obati Kondisi Masa Kini dengan Karya Musiknya

Heals, Coba Obati Kondisi Masa Kini . . . .

02 December 2021

Super Buzz

1 /