Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Romantic Echoes Gandeng Pamungkas di Single “I’m Down”

Author : Admin Music

Article Date : 04/07/2021

Article Category : Super Buzz

Kolaborasi apik diusung oleh Romantic Echoes. Proyek solo dari vokalis sekaligus gitaris grup band Pijar tersebut menggandeng solois muda Indonesia yang sedang naik daun belakangan ini, Pamungkas, dalam single anyar.

Sosok musisi dengan asli J. Alfredo tersebut merilis single berjudul I'm Down bersama Pamungkas. Jika mengikuti aktivitas Romantic Echoes dan Pamungkas di media sosial belakangan ini, kolaborasi di antara keduanya bisa dibilang tidak mengagetkan.

Ya, Romantic Echoes dan Pamungkas kerap kali bertemu dan mungkin dari pertemuan itu, hadir single I'm Down. Secara keseluruhan, tema besar yang dihadirkan oleh Romantic Echoes dalam single ini adalah tentang melepaskan dan merelakan sebuah hubungan yang telah berakhir, dan bagaimana berdamai dengan situasi tersebut.

Tema besar ini cocok dengan nuansa musik yang disuguhkan Pamungkas dalam karya-karyanya belakangan ini. Dalam lagu bertempo sedang yang laidback dan dinyanyikan secara keseluruhan dalam bahasa Inggris ini kedua penyanyi bernyanyi tentang mengatur rasa kekosongan emosional setelah putus cinta.

"Esensi dari sebuah kolaborasi itu cuman satu, yaitu Hati. Berawal dari lemparan sebuah chord lalu ditangkap dengan manis oleh Pamungkas," tulis Romantic Echoes di akun Instagram resminya.

“Orang-orang banyak yang bilang fase akhir dari sedih itu adalah mengikhlaskan. Dan itu adalah kejujuran yang kami tuangkan di lagu ini. Selamat menikmati tembang merdu ini yang bisa kalian dengarkan di semua digital platform yang ada di dunia ini," tutur Romantic Echoes melanjutkan.

‘I’m Down’ merupakan kolaborasi pertama antara Romantic Echoes dan Pamungkas. Lagu adalah hasil dari sebuah “sesi berbagi yang mereka lakukan untuk melepaskan banyak hal.” Ini menjadi realisasi dari keinginan para penikmat musik Pamungkas dan Romantic Echoes untuk melihat musisi favorit mereka bersatu dalam sebuah lagu.

Pamungkas sendiri di tahun 2021 baru saja melepas album Solipsism 0.2 di bulan Februari. Sementara soal perjalanan Romantic Echoes dalam beberapa waktu ini, ia sempat merilis sebuah single bertajuk “Amarah” di bulan Maret lalu. Format video musik dari “Amarah” pun juga ia hadirkan.

Baca juga: Menikmati Musik Romantic Echoes, Menikmati Kreativitas J. Alfredo

Tarik mundur ke penghujung tahun lalu, Romantic Echoes juga resmi menutup rangkaian hadirnya album Persembahan Dari Masa Lalu dengan sebuah single yang berdurasi panjang, “Menutup Mata Untuk Melihat Dunia”.

Sejenak merekam jejak; sebagai sebuah proyek solo, Romantic Echoes pertama kali hadir ke dalam blantika musik nasional dengan dua single yang digarap bersama Oslo Ibrahim. Melaluinya, karakter musik keduanya pun dilebur.

Berdiri sendiri, Romantic Echoes mengusung musik yang masih berkutit dengan halaman pop--sama seperti PIJAR. Pembedanya hadir dalam unsur psikedelia yang lebih kental. Romantic Echoes meracik warna-warna musik pop psikedelia era 60-an yang lush, mendayu, dan cukup menawan. Bayangkan The Hollies dan Beach Boys menempuh petualangan mistis the Beatles, dikemas juga melalui ruang-ruang luas aransemen Pink Floyd.

Itu semua mampu merangkum durasi empat menit 38 detik yang dihadirkan oleh "Permataku." Kocokan gitar genit yang menyentil, harmonisasi vokal lembut, hingga terpaan synth apik di penghujung lagunya menjanjikan sebuah suguhan sonik yang berkarakter. Bayangkan jika Sore dengan musik "Indonesiana"-nya besar dan berkarya sebagai hippies era generasi bunga Amerika tahun 60-an--begitulah nuansa yang kira-kira hadir di dalam lagu ini.

Kemudian, pada tahun 2020, Romantic Echoes kembali menyebarkan gema romantisnya. Ia merilis album perdana bertajuk Persembahan dari Masa Lalu. Berisi sebelas trek di dalamnya, J.Alfredo merangkum garis besar romansa penuh makna di masa lalu.

Sebelum album ini dirilis, Romantic Echoes sudah mengeluarkan terlebih dahulu 4 lagu yang juga terdapat di dalam album Persembahan dari Masa Lalu. Mulai dari “Permataku” yang dirilis pada Februari lalu, dilanjut “Arungi” pada Maret, “Tentang Bunga” pada April, dan yang terakhir pada Mei “Yang Tercinta”, di lagu ini Romantic Echoes berkolaborasi dengan dua musisi, yaitu Noh Saleh dan Bilal Indrajaya.

Beberapa single dilengkapi juga dengan video lirik yang diunggah dalam kanal YouTube. Pertama, Romantic Echoes menghadirkan video lirik Pertamaku dengan nuansa vintage. Selanjutnya, ada proyek kolaborasi Yang Tercinta, di situ pendengar bisa tahu porsi bernyanyi ketiganya.

Selain video lirik, Romantic Echoes juga membuat video musik untuk lagu Persembahan dari Masa Lalu pada 19 Juni 2020 lalu. Video itu menampilkan J.Alfredo bermain gitar dan menjalani kehidupannya sendirian. Perpaduan suasana video dengan musiknya sangat cocok, kesan galaunya pun terlihat.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#romantic echoes #Pop #pamungkas #Kolaborasi #musisi lokal

0 Comments

Comment
Other Related Article
Album Kedua Big Red Machine yang Kayak dengan Kolaborasi

Album Kedua Big Red Machine yang . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan Patah Hati

Lewat Album Debut, Gangga Ajak Merayakan . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik Indonesia

Doggyhouse Records: dari Shaggydog untuk Musik . . . .

22 September 2021

Super Buzz

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon Mono”

Luapkan Gelisah, Boston Manor Rilis “Carbon . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh Emosi untuk Album Keempat

Ed Sheeran Rilis Single Baru Penuh . . . .

21 September 2021

Super Buzz

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk Playlist Penyemangat

5 Lagu Terbaik Pemenang Grammy untuk . . . .

21 September 2021

Super Buzz

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo ‘Ngopi Dulu Lah’

Heruwa Vokalis Shaggydog Rilis Single Solo . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk Rayakan Album Debut Mereka

Dry Cleaning Lepas Double Single untuk . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan Band Indie Lokal

Lagu Sedih Indonesia dari Musisi dan . . . .

20 September 2021

Super Buzz

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

Jangar Tebar Penawar Rindu Lewat “Rijang”

19 September 2021

Super Buzz

1 /