Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Stephanus Adjie: Bursa Transfer Band Metal

Author : Admin Music

Article Date : 11/09/2021

Article Category : Noize

Makin banyak yang membaca artikel ini, Supermusic akan senang dan tentunya saya juga. Ramainya perpindahan Lionel Messi dari Barcelona ke Paris Saint Germain sangat menghebohkan dunia. Seorang ikon tidak hanya untuk Barcelona tapi juga salah satu pesepakbola terbaik di dunia sepanjang masa ini, secara mengejutkan pindah dari klub sangat lama dibelanya sejak remaja.

Apalagi transfernya secara gratis! Meski gaji yang akan diterima Messi di klub barunya masih sangat fantastis, yang menjadikannya pemain sepakbola dengan gaji paling mahal di dunia untuk saat ini. PSG memang menggila dalam bursa transfer musim panas ini. Mendatangkan banyak pemain bintang dengan gratis tanpa biaya sepeserpun. Sebut saja Sergio Ramos, mantan kapten klub raksasa Eropa Real Madrid, kiper..ah sudah.. sudah..! Kok malah bahas sepakbola..itu ranahnya Super Soccer. Kita kembali ke ranah musik saja, ya.

Ternyata pergantian, gonta ganti dan keluar masuk personil dalam band juga bisa menjadi berita heboh. Seperti halnya transfer pemain sepakbola tadi meski mungkin cakupannya tidak sebesar sepakbola tapi tetap saja seru untuk dibahas. Sebenarnya pergantian personil itu suatu hal yang lumrah dan wajar dalam sebuah perjalanan band tapi ketika hal ini terjadi pada band besar dengan basis penggemar besar pasti akan menghadirkan kehebohan tersendiri. Seperti yang terjadi beberapa waktu, saat raksasa metal tanah air, Deadsquad, memutuskan berpisah dengan vokalis Daniel Mardhany di saat penggarapan album baru.

Bahkan sebelumnya mereka merilis single “Paranoid Skizoid” dengan masih menampilkan vokal gahar Daniel yang khas. Sosok dan karakter Daniel sangat kuat di band yang terbentuk tahun 2006 ini meski di baru bergabung 3 tahun kemudian. Dia juga menjadi vokalis dan menulis lirik di semua album Deadsquad. Berbagai spekulasi tentang alasan perpisahan ini menyeruak, salah satunya kasus hukum yang menimpa Daniel beberapa bulan sebelumnya. Ditambah pernyataan Daniel ketika menjawab pertanyaan dari netizen di Instagram dengan mengatakan bahwa dirinya dipecat. Sangat mengejutkan!

Sebelumnya juga beredar isu keluarnya Vicky Mono dari Burgerkill, meninggalkan posisi vokalis di salah satu band metal terbesar di Indonesia itu. Sampai sejauh ini belum ada konfirmasi dan pernyataan resmi dari pihak band maupun Vicky. Karena situasi ini juga, Burgerkill saat melakukan perayaaan 20 tahun debut album “Dua Sisi’” dengan formasi reuni dibantu beberapa vokalis tamu Baruz dari Godless SymptomHardi Nyanknyank dari Taring dan Anggi dari Revenge The Fate. Beberapa gosip dan rumor berhembus dari alasan Vicky keluar sampai penggantinya. Termasuk rumor bergabungnya Daniel ke Burgerkill. Menarik!

 Saat pandemi ini tercatat beberapa band melakukan pergantian personil atau sekedar ada yang keluar dari bandnya. Beberapa vokalis lain juga meninggalkan bandnya, seperti Japs dari Hellcrust tidak lama setelah album “Sejawat” dirilis dan digantikan Asep Septian dari Mouthless, yang juga eks Siksakubur dan BelantaraSiksakubur juga mengalami perubahan vokalis yaitu Rudy Gianja, dan beberapa kali penampilan dibantu oleh oleh Asep Septian dan Yoga Beges dari Kill AthenaFetal Bleeding dan Nattmaran.

Oces Rachmat, drummer Carnivored, mengundurkan diri beberapa saat setelah band death metal dari Jakarta ini merilsi album kedua “Labirin”. Keputusan tersebut diambil dengan alasan masing – masing. Beberapa sebenarnya saya tahu tapi tentu tidak etis diceritakan disini. Biarlah menjadi kisah misteri yang mungkin nanti akan diungkapkan oleh yang bersangkutan atau tetap menjadi rahasia alam.

 Band saya down for life, juga mengalami perubahan tapi pergantian personil di akhir 2019. Ahmad “Jojo” Azhari sebenarnya tidak keluar dari band, tapi hanya beralih peran di balik layar dan posisi bassis diisi oleh Mattheus Aditirtono dari D’Ark Legal Society dan Pentagressive. Jojo tidak pernah mengatakan dirinya keluar hanya berubah tugas.

Sebagai seorang Romanisti, penggemar klub AS Roma, dia mengibaratkan dirinya seperti Francesco Totti yang gantung sepatu dari pemain menjadi dewan direksi dan manajemen klub asal ibukota Italia tersebut. Ya suka – suka Jojo lah sebagai CEO down for life hahaha. Alasan Jojo karena kesulitan membagi waktu dan fokus antara band dan pekerjaan mengelola bisnisnya. Demi kebaikan bersama dia memutuskan beralih peran tersebut agar tidak mengganggu kami dan bisnisnya. Solusi terbaik untuk kedua belah pihak. Tapi sekali lagi itu adalah pilihan dan kebijakan band dan individu masing – masing. Sebuah pilihan bisa menjadi solusi yang baik untuk satu band tapi belum tentu baik untuk band yang lain.

Bahkan beberapa perpecahan sebuah band sejatinya adalah anugerah bagi skena musik keras ini. Lho kok bisa? Karena tidak jarang perpecahan tersebut menghasilkan sebuah band baru dengan karya yang memberi warna dalam skena. Contohnya saat keluarnya Andyan Gorust dari Siksa Kubur kemudian membentuk Deadsquad. Juga saat dia keluar dari Deadsquad dan memutuskan melanjutkan Hellcrust dengan lebih serius. Juga seperti Nectura  yang terbentuk dari para eks personil Beside yang keluar dan semakin ganas dengan bergabungnya drummer Abah Andris setelah keluar dari Burgerkill.

Hal ini juga terjadi di skena metal internasional, kita sebenarnya sangat bersyukur dengan dipecatnya Dave Mustaine dari Metallica dan kemudian membentuk Megadeth. Seandainya dia masih tetap di Metallica, mungkin kita tidak akan pernah mendapatkan Megadeth. Dunia musik juga dikejutkan saat Slipknot mengeluarkan Joey Jordison. Semua heboh dengan segala pro dan kontra tentunya. Akhirnya Slipknot menemukan penggantinya yaitu Jay Weinberg yang luar biasa dan memberi warna baru.

Seperti halnya pergantian Chris Adler dengan Art Cruz di Lamb of God. Memang kadang pergantian tersebut disertai drama dan konflik seperti halnya kasus Dave Ellefson yang dipecat dari Megadeth setelah tersandung kasus pornografi video pribadinya atau perseteruan Max Cavalera dengan SepulturaDino Cazares dan Burton C. Bell di Fear Factory dan masih banyak lagi.

 Bahkan tidak jarang harus diselesaikan secara hukum di pengadilan yang biasanya berhubungan dengan masalah hak cipta. Ini seperti yang terjadi di Children of Bodom yang memaksa almarhum Alexi Laiho kalah dan membentuk band baru Bodom After Midnight atau almarhum LG Petrov yang kemudian membuat Entombed AD karena kalah dalam klaim nama Entombed dengan mantan teman – teman bandnya. Masih banyak kasus dan cerita lainnya.

Salah satu yang menarik adalah saat Angela Gossow dari Arch Enemy yang memutuskan mundur dari vokalis dan menjadi manajer untuk bandnya itu kemudian menunjuk Alissa White-Gluz sebagai penggantinya dan terbukti sukses besar. Itu hampir mirip dengan kejadian di band saya yang saya ceritakan tadi. Selain itu keputusan pergantian personil juga menghadirkan regenerasi yang menyegarkan. Tidak sedikit personil lama digantikan personil baru yang bertalenta dan lebih muda. Seperti yang terjadi di Deadsquad, Roy Ibrahim, drummer muda yang sangat berbakat yang menggantikan Alvin Eka Putra. Juga Agustinus Widi, vokalis muda berbahaya dari Genocide, yang menggantikan Daniel sebagai pemegang kendali mic. Noxa, dedengkot grindcore Tanah Air, juga mengalami dua kali regenerasi yaitu saat almarhum Robin Hutagaol meninggal dunia karena kecelakaan kemudian digantikan Alvin Eka Putra dan masuknya Diego Shefa mengisi posisi vokalis paska meninggalnya almarhum Tonny “Atenk” Pangemanan.

Tentu masih banyak lagi cerita pergantian personil di ranah musik keras dengan berbagai alasan. Apapun itu memang harus terjadi dan menjadi kisah perjalanan bagi band bersangkutan dengan segala proses dan progresnya. Satu yang pasti segala pergantian tersebut bermaksud dan bertujuan baik untuk bandnya yang terus berusaha memberikan yang terbaik dalam karyanya. Mungkin penggemar mempunyai pandangan berbeda. Kecewa dan marah mungkin saja terjadi, bahkan cacian dan hujatan menjadi hal yang bisa dimaklumi. Penggemar berhak mengungkapkan apa yang dirasakan.

Selama masih tidak melampaui batas dan tidak melanggar etika dan hukum yang ada. Toh semua keputusan ada di band. Suka tidak suka, penggemar mau tidak mau akan menerimanya. Tapi itulah proses dan progres yang harus berjalan. Jadi kalau saya sebagai penggemar, ya hanya bisa menunggu dan menikmati karya baru yang akan dihasilkan nanti. Terlepas suka atau tidak, itu sangat subyektif. Apapun yang terjadi musik keras ini akan terus membara dengan segala cerita yang mungkin nanti akan menjadi epos panjang dan mitos sejarah musik keras. Musik keras takkan mati..hell yeah!

 

Image source: Instagram/Stephanus Adjie

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Supernoize #Stephanus Adjie #Noxa #Beside #down for life #Burgerkill #DEADSQUAD #siksa kubur

0 Comments

Comment
Other Related Article
Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

Alvin Yunata: Kisah Rilisan Fisik Hari Ini

15 September 2021

Noize

Hasan Dzikrullah: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

Dewo Iskandar: Ide Kreatif Itu Memilih Inangnya

31 August 2021

Noize

Evolusi Rockbali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

Evolusi Rockabali: Vegas Dulu, Ubud Kemudian

29 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop Punk Tour 2014

Arief Blingsatan: Mengenang We Are Pop . . . .

27 August 2021

Noize

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di Tengah Pandemi

Acum Bangkutaman: Membangun Semangat Guyub di . . . .

26 August 2021

Noize

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, Terus Gimana Dong?

Stephanus Adjie: Mati Ide Mati Gaya, . . . .

05 August 2021

Noize

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self Healing"

Arief Blingsatan: Musik sebagai Media "Self . . . .

24 July 2021

Noize

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy Metal

Panggung Internasional Bagi Para Penulis Heavy . . . .

18 July 2021

Noize

Dewo Iskandar: Jangan Mati Dalam Stagnasi!

Dewo Iskandar: Jangan Mati Dalam Stagnasi!

15 July 2021

Noize

Buluk Superglad: Jakarta Bawah Tanah (Part 2)

Buluk Superglad: Jakarta Bawah Tanah (Part 2)

11 July 2021

Noize

1 /