Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct Name
Please Select the gender
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Sudah Tau Sejarah Sama Bedanya Rafting dan Arung Jeram, Bro?

Author :

Article Date : 07/10/2020

Article Category : Extreme Action

Dalam olahraga air rafting atau arung jeram, selain kekompakan para anggota timnya, juga dibutuhkan keterampilan dan jam terbang yang tinggi dari masing-masing anggota untuk menaklukkan medan yang memiliki banyak jeram dengan variasi yang beragam. Namun, apa yang membuat rafting dan arung jeram berbeda?

Jika ditanya bagaimana perbedaan antara keduanya, nggak jarang lo akan merasa ragu, bukan? Nah, daripada penasaran dengan perbedaannya. Berikut ini sejarah serta perbedaan rafting dan arung jeram yang harus lo ketahui.

[readalso url=22039]

Istilah Rafting dan Arung Jeram

Image source: unsplash.com/@daxtersky

Sebenarnya, rafting dan arung jeram adalah dua hal yang sama. Dalam bahasa Inggris, arung jeram disebut white water rafting yang berarti kegiatan mengarungi sungai dengan menggunakan perahu dan mengandalkan kemampuan mendayung. Dengan demikian, untuk mempersingkat, maka disebut dengan rafting.

Petualangan seru di atas derasnya arus sungai ini termasuk dalam ORDA atau Olahraga Arus Deras. Federasi internasionalnya bernama International Rafting Federation atau biasa disingkat IRF. Di bawah naungan organisasi ini, berbagai turnamen arung jeram berskala internasional pun diselenggarakan di negara-negara dengan sungai terbaik, termasuk beberapa kali di Indonesia.

Sejarah Arung Jeram

Image source: unsplash.com/@enchang

Konon, sejarah arung jeram dimulai setelah masa Perang Dunia II. Seorang tentara asal Amerika Serikat bernama John Wesley Powell menyusuri Sungai Colorado sejauh 250 mil dan melalui gugusan tebing raksasa nan cantik yang kemudian dikenal dengan nama Grand Canyon.

Namun, jenis perahu yang digunakan sang Bapak Arung Jeram Dunia tersebut nggak seperti perahu yang digunakan saat ini, tetapi masih berupa kayu yang disusun sedemikian rupa.

Barulah pada pengembangannya, aktivitas mengarungi sungai tersebut mulai populer di tanah Amerika dan Eropa. Kegiatan yang menantang dan memiliki risiko tinggi tersebut kemudian disebut dengan istilah white water rafting.

Perahu yang digunakan pun mulai diproduksi secara khusus untuk rafting menggunakan material yang lebih kuat, sehingga dapat mengangkut lebih banyak orang sekaligus alat-alat dan logistik lain yang dibutuhkan.

[readalso url=22227]

Perlengkapan yang Dibutuhkan Saat Arung Jeram

Image source: unsplash.com/@amruthpillai

Cukup banyak perlengkapan yang dibutuhkan untuk melakukan arung jeram. Pertama tentu aja perahu. Secara umum, bahan yang digunakan untuk kelengkapan ini adalah PVC dan nilon. Berdasarkan jenisnya, perahu rafting ada yang memiliki lubang untuk saluran pembuangan air, sehingga saat ada genangan air di dalam perahu dapat langsung kembali dibuang.

Selain itu, pelampung adalah perlengkapan keselamatan utama yang nggak boleh tertinggal. Nggak hanya untuk membuat awak tetap terapung saat terjatuh ke dalam air, pelampung juga digunakan sebagai body protector selagi awak berada di atas perahu.

Adapun berbagai kelengkapan rafting lainnya adalah helmet, dayung, peluit, P3K kit, dry bag, repair kit, dan lain-lain.

Arung jeram pada dasarnya dapat dilakukan oleh siapa aja, mulai dari usia muda hingga dewasa selama dalam kondisi yang sehat. Tentu aja, ada perbedaan lintasan yang dilalui untuk menjaga keselamatan.

Berdasarkan tingkat kesulitan, grade jeram, dibedakan mulai I hingga VI. Grade setiap sungai juga dapat berubah-ubah sesuai debit air, tetapi biasanya nggak menunjukkan perubahan yang signifikan. Untuk pemula, biasanya cukup melalui grade I hingga III. Barulah untuk profesional, grade V hingga VI adalah yang paling cocok.

Nah, begitulah sejarah serta perbedaan dari rafting dan arung jeram yang merupakan dua hal yang sama. Jangan lupa selalu utamakan keselamatan saat mencoba olahraga air ini ya, bro.

 

Source: https://akasakaoutdoor.co.id/blogs/aks-journal/perbedaan-rafting-dan-arung-jeram

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Beginner #Extreme #solo-traveling

0 Comments

Comment
Other Related Article
image article
Extreme Action

Tentang Highlining, Olahraga Ekstrem yang Menantang Maut

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

Tantangan Berat Gowes Sepeda dalam Kondisi Hujan

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

Atraksi Wisata Ekstrem yang Bisa Dilakukan di Wilayah Perairan

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

Tentang Zipline yang Populer di Kalangan Penggemar Olahraga Ekstrem

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

Profil dan Cerita Tentang Chris Sharma Legenda Pendakian

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

5 Makanan Paling Ekstrem di Dunia, Berani Coba?

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

Mengenal Bushcraft, Aktivitas Outdoor yang Beda dengan Survival

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

5 Jalur Pendakian Gunung Salak Favorit Pendaki Indonesia

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

Info Pendakian Gunung Merbabu via Suwanting, Pemula Wajib Tahu!

Read to Get 5 Point
image arrow
image article
Extreme Action

Penyebab Pendaki Tersesat Saat Naik Gunung, Perhatikan!

Read to Get 5 Point
image arrow
1 /