Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

sun eater coven

Author :

Article Date : 16/01/2020

Article Category : Super Buzz

Sebuah label rekaman menjadi salah satu aspek penting yang sangat berpengaruh perkembangan musisi dan yang dinaunginya. Perannya besar: pemasaran, distribusi, bahkan, proses rekamannya sekalipun.

Memasuki era digital dengan segala kelengkapan teknologinya, kita berhadapan pada alat dan platform baru yang memudahkan penyajian musik. Musisi dan band dapat langsung meluncurkan karyanya ke audiens. Fenomena tersebut membentuk ulang cara beroperasi sebuah label.

Di antara derasnya perubahan, label rekaman independen masih berperan secara signifikan. Saat ini, semakin banyak label-label yang tumbuh dan mulai berkembang, bahkan beberapa berhasil menjadi entitas matang dan sangat sustainable. Angkat saja Lawless Jakarta sebagai contoh.

Lawless memang sudah bukan lagi nama yang asing di Jakarta. Beberapa tahun terakhir ini, mereka bak sudah berhasil membangun dinastinya sendiri. Namun, adapula nama baru yang hadir dengan awalan yang konsisten di Jakarta. Sun Eater, dikenal sebagai label dari band yang kini tengah melambung, .Feast.

Mendarat sebagai sebuah label rekaman dan "music company," tak bisa ditepis bahwa mereka bisa saja menjadi "the next" Lawless. Meski hadir dengan musik dan estetika sendiri, pangsa pasar mereka besar dan mampu menjadi modal untuk "membangun dinasti" sendiri.

Di roster Sun Eater, terdengar spektrum pop, rock, dan elektronik. Tak jarang, semuanya bercampur di masing-masing band dan solois. Melacak benang merah yang terasa, unsur "modern" tampak menjadi diksi yang tepat.

Sun Eater pun memiliki sajian-sajian lain, contoh saja festival kecil, Here Comes the Sun yang sempat mencuri banyak perhatian para pencinta musik di Jakarta. Gelaran ini berlangsung di Studio Palem Kemang pada 10 Agustus lalu. Atau, toko daringnya, Sundongyang, yang berlaku bak toko merch semi-profesional.

Mereka berlaku bak wadah yang terasa pas merumahi musisi dan band segar.

"Kita adalah keluarga creators di mana musik berperan besar dalam apa yang kami ciptakan, namun kita juga bertujuan untuk membagian cerita-cerita kita melalui media apapun untuk dapat membuat orang lain senang dan terinspirasi," tercatat di laman resmi mereka.

Itu, kita rasa, mampu mewakili apa itu Sun Eater Coven secara akurat.

Ingin kenal lebih lanjut? Inilah beberapa musisi yang turut mengisi jajaran roster mereka:

1. .Feast

Hari ini, siapa yang tidak tahu .Feast? Mereka terbilang berada paling depan dalam kancah independen lokal. Berasal dari band kampus, .Feast berhasil memadukan sound rock dan pop dengan sentuhan modern. Narasi kritik sosial dan bahasan-bahasan isu yang relevan bagi anak muda pun menjadi salah satu karakteristik mereka.

Debut mereka, MULTIVERSES rilis di tahun 2017 dan EP Beberapa Orang Memaafkan menyusul setahun berikutnya. Single "Tarian Penghancur Raya" menjadi track teranyar mereka, yang resmi mengudara pada 8 November lalu.

2. Hindia

Hindia adalah proyek solo vokalis .Feast, Baskara Putra. Sudah mulai merancang materinya sedari tahun 2015, Hindia menjadi ruang untuk menyajikan sisi yang lebih lembut dibanding .Feast.

Hindia lebih condong mengarah ke pop dan inilah proyek di mana ia memajangkan betul kemampuannya sebagai seorang songwriter. Setelah meluncurkan beberapa single yang disambut baik oleh publik, ia merilis album perdana, Menari Dengan Bayangan di akhir November lalu.

3. Agatha Pricilla

Eks-persoeil girlband Blink ini memang sudah bukan lagi anak kemarin sore di dunia musik. Ia sudah menyelaminya sedari usia kecil. Tumbuh dewasa, ia pun masuk ke dalam roster Sun Eater dan menampilkan "sisi lainnya": pop yang lebih muram, dark pop dalam spektrum Banks dan Sigrid.

Terbukti, rendisi ulang lagu Artic Monkeys, "Do I Wanna Know" menjadi pengokohan ekspresi artistiknya. Ia pun turut digaet menggarap salah satu single Hindia, yakni "Evaluasi."

4. Aldrian Risjad

Gagal audisi ajang pencarian bakat tak mengurungkan jiwa musik Aldrian Risjad. Pernah maju dengan moniker Ksatria Bergitar, remaja yang mengusung musik rock dengan balutan pop ini mampu menyalurkan karakter aslinya dengan Sun Eater.

Contoh saja beberapa single yang sudah ia luncurkan, macam "Premature" dan "Milk Candy." Adapula rilisan teranyarnya, "Help You Out" yang mengudara pada 14 November lalu.

Baca Juga: Legendary Pedal Ibanez Tube Screamer TS9 Reissue

5. Mothern

Duo yang lahir dari pertemanan yang kuat ini mampu menyikapi pengembaraan musik elektronik melintasi sisi-sisi visioner, modern dan progresif. Aransemen menjadi titik vokal karakter Mothern. Melalui tatanan yang gemar mengocek pendengar, perpaduan mereka secara gamblang diperlihatkan di debut, Afterdark (2018).

Berikutnya, materi terbaru Mothern adalah sebuah single bertajuk "Circles". Single turut melibatkan kontribusi Denisa di pos vokal, yang melanjutkan perjalanan mereka ke arah yang lebih futuristik.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#label rekaman #label indie #sun eater coven #sun eater #lawless #.Feast #hindia #agatha pricilla #aldrian risjad #mothern #here comes the sun #sundongyang #jakarta #musik indie #rock #pop #elektronik #Feature #berita musik indonesia #baskara putra

0 Comments

Comment
Other Related Article
Mr. Jarwo Lepas Single Kedua Rama dan Shinta untuk Album Solo

Mr. Jarwo Lepas Single Kedua Rama . . . .

22 October 2021

Super Buzz

Lagu Semangat dari Ranah Musik Rock untuk Playlist Harian

Lagu Semangat dari Ranah Musik Rock . . . .

22 October 2021

Super Buzz

One Ok Rock Rilis Film Dokumenter di Netflix ‘Flip a Coin’

One Ok Rock Rilis Film Dokumenter . . . .

22 October 2021

Super Buzz

Holy City Rollers Rilis Ulang Album Debut ‘First Chapter of Allordia’

Holy City Rollers Rilis Ulang Album . . . .

22 October 2021

Super Buzz

James Blake dan Tiga Rangkaian Penuh Makna

James Blake dan Tiga Rangkaian Penuh Makna

21 October 2021

Super Buzz

Cradle Of Filth Kembali Sebar Teror Lewat Single Baru

Cradle Of Filth Kembali Sebar Teror . . . .

21 October 2021

Super Buzz

Travis Scott Ungkap Pentingnya Komunikasi Lewat Album Baru

Travis Scott Ungkap Pentingnya Komunikasi Lewat . . . .

21 October 2021

Super Buzz

Band Bali, Milledenials, Merilis Debut EP '5 Stages of Doomed Romance'

Band Bali, Milledenials, Merilis Debut EP . . . .

20 October 2021

Super Buzz

Sambut Album Kesembilan, Biffy Clyro Rilis Lagu 'A Hunger In Your Hunt'

Sambut Album Kesembilan, Biffy Clyro Rilis . . . .

20 October 2021

Super Buzz

Kanye West Kenang Mendiang Ibunya di Video Klip 'Donda Chant'

Kanye West Kenang Mendiang Ibunya di . . . .

20 October 2021

Super Buzz

1 /