Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Reset Password

Please choose one of our links :

Superman Is Dead

Author :

Article Date : 07/11/2020

Article Category : Super Buzz

Sudah cukup lama Superman Is Dead (SID) tidak mengeluarkan karya baru di belantika musik Indonesia. Album studio dengan tajuk Tiga Perompak Senja yang dirilis pada 2018 lalu menjadi album teraktual yang dikeluarkan oleh band asal Bali ini.

Album tersebut bekerja sama dengan salah satu major label rekaman di Tanah Air, Sony Music Indonesia, yang resmi dilepas pada 9 November 2018. Terdapat 11 lagu dalam track list di album itu dengan durasi total lagu selama 41 menit.

Album teraktual Superman Is Dead ini menyajikan nuansa rockabilly dan punk rock dengan ciri khas mereka yang liar dan penuh dengan lirik-lirik perlawanan. Melalui Tiga Perompak Senja, Superman Is Dead seolah mengajak para pendengarnya dengan musik-musik di era keemasan mereka.

Salah satu personel Superman Is Dead, I Gede Ari Astina, atau yang karib disapa Jerinx juga menjelaskan bahwa album Tiga Perompak Senja adalah titik di mana Superman Is Dead kembali ke akarnya: Liar, nakal, dan sedikit 'hedonistik'. Mereka ingin merayakan kembali era-era 'nakal' Superman Is Dead pada kurun waktu 2001-2005.

Tak hanya itu, Tiga Perompak Senja juga menjadi titik di mana Superman Is Dead ingin ikut merayakan perjalanan panjang mereka sebagai sebuah band yang sudah eksis selama lebih dari dua dekade. Di album ini pula, Superman Is Dead menunjukkan kedewasaan mereka dalam bermusik.

“Superman Is Dead akan kembali liar, nakal, hedonistik. Kami akan sedikit lepas dari tema-tema sosial dan politik. Memang, pada album-album sebelumnya kami kerap mengangkat perihal isu sosial dan kemanusiaan. Lagu seperti “Sunset di Tanah Anarki” dan “Jadilah Legenda” sangat kuat aroma kritik sosialnya," ujar Jerinx mengenai album Tiga Perompak Senja kala itu.

"Superman Is Dead juga tidak pernah menyembunyikan pemihakan kami dalam menghadapi isu-isu sosial. Salah satu lagu di dalam album Tiga Perompak Senja ini berjudul “Tentang Tiga.” Lagu ini menduduki tempat khusus bagi kami bertiga. Lagu ini adalah romantisasi dan perayaan hubungan ketiga personel Superman Is Dead selama 24 tahun, sebagai band, sebagai sahabat, bahkan saudara. Perjalanan panjang yang tidak mudah," jelasnya.

Senada dengan pernyataan Jerinx, album ini seolah mengajak para pendengar Superman Is Dead dengan album-album lawas mereka macam Kuta Rock City (2003), The Hangover Decade (2004), hingga Black Market Love (2006). Di era itu, Superman Is Dead tak hanya menyelipkan kritik sosial, tetapi juga mengangkat fenomena kenakalan dan kebebasan kaum muda, alkohol, asmara yang tak cengeng, hingga optimisme dan resistensi.

Kendati album Tiga Perompak Senja tak langsung terikat dengan tema-tema kritik sosial dan politik, tidak bisa dimungkiri aneka ragam persoalan hidup sosial tetap mendapat tempatnya. Superman Is Dead menyampaikannya dengan cara yang lebih halus dan lebih mengenai sisi personal ke pribadi manusia. Ambil contoh lagu “Brandal 2 Milyar", begitu kuat dengan nuansa sosial yang disampaikan dengan pengalaman pribadi.

Lagu ini menggambarkan pria-pria yang bergelimang kenikmatan hidup, terjerat pada judi, minuman alkohol, dan tidak pernah menjadi dewasa. Superman Is Dead menjadikan lagu ini sebagai refleksi dari kehidupan yang keras. Mereka mengibaratkan sebagai pisau bermata dua karena bisa menjadi sebuah penjara yang tidak membiarkan seseorang bertumbuh dewasa.

Album Tiga Perompak Senja pun bisa diklasifikasikan sebagai perayaan Superman Is Dead atas perjuangan mereka menyuarakan penolakan reklamasi di Tanjung Benoa, Bali. Upaya yang pada akhirnya berujung manis lantaran tidak diterbitkannya kajian amdal untuk proyek reklamasi tersebut.

Perjuangan membela hak-hal rakyat Bali itu dilakukan Superman Is Dead dengan konsisten selama kurang lebih enam tahun. Tak hanya ikut ambil bagian bersama aktivis, Superman Is Dead menunjukkan perlawanan melalui lagu-lagu macam Water Not War, Jadilah Legenda, Sunset Di Tanah Anarki.

“Apakah (aksi perlawanan) kami gunakan untuk memperkaya diri? Jelas tidak. Faktanya Superman Is Dead kehilangan banyak job, relasi dan kesempatan berharga lainnya akibat concern kami terhadap isu-isu sosial,” tegas Jerinx perihal tujuan perlawanan Superman Is Dead untuk menjaga Bali dan menjaga kewarasan sebagai manusia.

Album Tiga Perompak Senja yang dilaporkan hanya dibuat dalam proses selama 3 bulan ini layak mendapat apresiasi. Superman Is Dead tidak 'memaksa' diri menjadi mereka di era 2000-an, serta mampu menunjukkan kedewasaan bermusik melalui pesan-pesan isu sosial dan politik.

Walaupun tidak masif seperti album Sunset Di Tanah Anarki, album Tiga Perompak Senja kental dengan sastra yang diiringi konsistensi Superman Is Dead menyuarakan optimisme, satir, dan euforia kehidupan. Tak lupa, Superman Is Dead pun menuliskan lirik lagu dengan jujur dan tidak terkesan seperti menggurui para pendengarnya.

Bagaimana Superman Is Dead Muncul

Semua bermula ketika Jerinx yang merupakan anggota band heavy metal, Thunder, ingin membentuk band baru. Keinginannya itu berujung dengan pertemuan bersama I Made Budi Sartika (Bobby Kool) yang kemudian menjadi gitaris dan vokal.

Ketika keduanya sepakat membentuk band, I Made Bawa (Lolot) hadir untuk mengisi posisi bass. Di awal pertemuan mereka bertiga, lagu-lagu yang mereka bawakan masih merupakan cover dari lagu-lagu Green Day dan NOFX. Mereka lantas menggeser aliran musik ke genre punk rock dengan rujukan band macam The Supersuckers, The Living End, dan Social Distortion.

Saat perjalanan sudah dimulai, Lolot memutuskan hengkang dan posisinya digantikan oleh Eka Arsana (Eka Rock). Pada awalnya, mereka menamakan band dengan Superman Is Silver Gun yang merupakan bagian dari lagu band Stone Temple Pilots, namun setelah berbagai pertimbangan nama itu diubah menjadi Superman Is Dead.

Karier profesional Superman Is Dead benar-benar dimulai ketika merilis album perdana pada 1997 dengan tajuk Case 15. Mereka merilis album ini lewat jalur independen yang diikuti dengan dua album berikutnya, Superman Is Dead (1998) dan Bad bad bad (2002).

2003 menjadi tanda menanjaknya karier Superman Is Dead karen dikontrak oleh Sony Music Indonesia. Tercatat ada enam album yang dirilis Superman Is Dead dalam naungan label rekaman besar, Kuta Rock City (2003), The Hangover Decade (2005), Black Market Love (2006), Angels And The Outsiders (2009), Sunset Di Tanah Anarki (2013), dan Tiga Perompak Senja (2018).

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Superman Is Dead # sid # punk rock # bali # jerinx # berita musik indonesia # lokal #Indonesia # band indonesia # band punk rock indonesia

0 Comments

Comment
Other Related Article
Musik Reggae: Menilik Sejarah Perkembangannya di Dunia dan Indonesia

Musik Reggae: Menilik Sejarah Perkembangannya di . . . .

18 September 2021

Super Buzz

Every Time I Die Umumkan Album Kesembilan dan Lepas Lagu Baru

Every Time I Die Umumkan Album . . . .

18 September 2021

Super Buzz

LVRN Records: dari Teman Kuliahan Jadi Label Hip-hop Kenamaan

LVRN Records: dari Teman Kuliahan Jadi . . . .

18 September 2021

Super Buzz

Rumahsakit Rilis Dua Single Sekaligus untuk Tahun 2021

Rumahsakit Rilis Dua Single Sekaligus untuk . . . .

17 September 2021

Super Buzz

Yungblud Ajak Bangkit dari Keterpurukan melalui “Fleabag”

Yungblud Ajak Bangkit dari Keterpurukan melalui . . . .

17 September 2021

Super Buzz

5 Konser Sukses yang Diprakarsai Oleh Musisi

5 Konser Sukses yang Diprakarsai Oleh Musisi

17 September 2021

Super Buzz

Stand Here Alone Rilis Single ‘Selingkuh’ untuk Rayakan Ultah ke-11

Stand Here Alone Rilis Single ‘Selingkuh’ . . . .

16 September 2021

Super Buzz

Bob Marley Jadi Inspirasi Jersey Ketiga Ajax Amsterdam

Bob Marley Jadi Inspirasi Jersey Ketiga . . . .

16 September 2021

Super Buzz

Daftar Kaos Band yang Paling Banyak Dibeli Menurut Survei

Daftar Kaos Band yang Paling Banyak . . . .

16 September 2021

Super Buzz

Sisi Lain Iga Massardi dalam Sagas Midair

Sisi Lain Iga Massardi dalam Sagas Midair

15 September 2021

Super Buzz

1 /