Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

“Suvenir”, Penghormatan Sundancer Kepada Seorang Kawan

Author :

Article Date : 13/05/2021

Article Category : Super Buzz

Masih ingat dengan Sundancer yang pada penghujung tahun 2018 lalu berhasil merilis EP perdananya berjudul Musim Bercinta. Setelah 3 tahun dari rilisnya album perdana tersebut, band garage rock asal Lombok ini kembali muncul ke permukaan dengan merilis sebuah mini album baru penuh makna yang cukup mendalam. Berjudul Suvenir, Sundancer mencoba untuk memberikan penghormatan terakhir melalui EP terbarunya ini untuk Bagus ‘Jalang’ Wiratomo, seorang teman bagi Sundancer sekaligus sosok penting di skena musik Yogyakarta sebagai vokalis band punk rock bernama Mortal Combat dan salah satu pendiri Yes No Wave Music.

Sundancer resmi melepas EP Suvenir pada bulan April lalu. Mini album ini akan menjadi lanjutan kisah perjalanan bermusik dari Sundancer. Kali ini, EP Suvenir milik Sundancer dirilis di bawah naungan La Munai Records, sebuah label rekaman independen asal Jakarta. Sundancer merilis EP Suvenir dengan 7 membawa kerangka musik yang ditinggalkan oleh Bagus Wiratomo saat beliau bertandang ke Lombok. Kerangka tersebut diolah dan disempurnakan oleh OmRobo dan Decky Jaguar, duo motor di dalam Sundancer, yang membawa semangat bermusik dari Bagus Wiratomo untuk dapat dikenang dan diabadikan oleh para penikmat musik lainnya.

Dalam siaran pers, OmRobo juga menjelaskan tentang kedatangan Bagus Wiratomo ke Lombok. “Bagus sempat beberapa kali piknik ke Lombok dan punya rencana untuk membuat musik bersama kami, jauh sebelum Sundancer terbentuk. Yang diwariskan adalah kerangka lagu yang dia tulis. Dari situ, kami mencoba mengolahnya dengan warna musik yang berbeda. Hanya benang merahnya saja yang sama, musik tahun 60-an.”

Setelah resmi mengumumkan merilis EP Suvenir, Sundancer juga langsung melepas single berjudul Gadis Bermata Biru. Single tersebut juga dirilis dalam format video klip demi melengkapi konsep yang diinginkan oleh Sundancer. Video klip Gadis Bermata Biru tersebut sudah bisa dinikmati di kanal Youtube milik Sundancer sejak pertengahan April lalu. Decky Jaguar juga berperan sebagai sutradara untuk video klip Gadis Bermata Biru. Selain Gadis Bermata Biru, Sundancer juga sebelumnya sempat merilis beberapa single. Di tahun 2019, Sundancer pernah merilis lagu berjudul Pusaka Abadi. Selanjutnya, kurang lebih satu tahun yang lalu, Sundancer merilis single berjudul Firasat dengan nuansa yang lebih sendu.

Kedua single tersebut akhirnya dipilih oleh Sundancer untuk dirangkum ke dalam 7 nomor yang tersemat pada EP Suvenir yang kini sudah bisa dinikmati di berbagai layanan musik streaming. Sedikit tentang Sundancer, band asal Lombok ini secara umum dikategorikan sebagai band garage rock. Namun, secara pribadi Sundancer kurang begitu peduli dengan label yang disematkan di dalam tubuh mereka oleh para penikmat musik. 

Jika dibandingkan dengan garage rock yang dipopulerkan oleh nama-nama seperti The Strokes maupun The White Stripes memang tidak identik dengan karakteristik dari musik Sundancer. Tumbuh dan berkembang di kawasan yang dekat pantai, musik yang dibawakan Sundancer memiliki pengaruh yang cukup besar juga dari elemen musik surf rock. Maka, musik yang dibawakan oleh Sundancer ini cukup memiliki identitas yang unik. Keunikan tersebut juga yang menambah sisi menarik dari karya-karya Sundancer. Selain itu, Sundancer juga lebih terinspirasi oleh musik garage rock keluaran BOMP records, In The Red, atau Norton Records yang memiliki karakteristik suara raw dan rock yang kasar. Sayangnya, perkembangan garage rock yang berkiblat pada ketiga pusaran tersebut tidak terlalu berkembang secara baik di kancah musik Tanah Air.

Image courtesy of Sundancer

ARTICLE TERKINI

Tags:

#sundancer # ep # suvenir # garage rock # surf rock # yes no wave music

0 Comments

Comment
Other Related Article
Pale Waves Beri Bocoran Sedang Garap Album Ketiga

Pale Waves Beri Bocoran Sedang Garap Album Ketiga

16 October 2021

Super Buzz

The Panasdalam Bank Awali EP Baru dengan Single ‘Kamu Orang Gula’

The Panasdalam Bank Awali EP Baru . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Mari Rayakan Semangat Hellprint: Spirit Of The Decade

Mari Rayakan Semangat Hellprint: Spirit Of . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Tips dan Langkah-langkah Membuat Studio Rekaman di Rumah

Tips dan Langkah-langkah Membuat Studio Rekaman . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Bangkutaman Rilis Album Ketiga Setelah Penantian Lama

Bangkutaman Rilis Album Ketiga Setelah Penantian . . . .

15 October 2021

Super Buzz

Placebo Rilis Single Baru setelah 5 Tahun Lamanya

Placebo Rilis Single Baru setelah 5 Tahun Lamanya

15 October 2021

Super Buzz

5 Teknik Bernyanyi yang Bantu Jaga Vokal Tetap Prima

5 Teknik Bernyanyi yang Bantu Jaga . . . .

15 October 2021

Super Buzz

“Same Shoes, No Company” Lanjutan Langkah BAP Menyambut Album Baru

“Same Shoes, No Company” Lanjutan Langkah . . . .

14 October 2021

Super Buzz

Ada Paul Pogba di Panggung Burna Boy

Ada Paul Pogba di Panggung Burna Boy

14 October 2021

Super Buzz

Inilah 5 Lagu Rock yang Terinspirasi Film Horor

Inilah 5 Lagu Rock yang Terinspirasi Film Horor

14 October 2021

Super Buzz

1 /