Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Gunung Everest

Author : Admin Adventure

Article Date : 08/12/2021

Article Category : News

Siapa pendaki yang nggak mau berhasil summit di Gunung Everest? Mayoritas pendaki pasti mau, termasuk Superfriends. Tapi lo harus siap-siap menerima kenyataan pahit bahwa iklim ekstrem berdampak besar pada medan Gunung Everest. Sehingga sejago apapun teknik yang lo pakai, tingkat keberhasilan belum tentu terjamin.

Isu global yang sudah menjadi permasalahan dunia saat ini adalah perubahan iklim ekstrem. Permasalahan ini sudah didiskusikan sejak beberapa belas tahun belakangan. Tentunya Superfriends sebagai pencinta alam sejati nggak boleh cuek dan perlu melakukan berbagai usaha untuk menjaga lingkungan tetap asri. Perubahan iklim ini punya efek yang berpengaruh banget sama kehidupan sehari-hari.

Nggak sampai situ saja, pendaki gunung juga terkena dampak yang cukup terlihat. Apalagi kalau lo melihat dari segi lokasi seperti di Gunung Everest. Gunung tertinggi di dunia ini ternyata terkena dampak signifikan yang terbilang berbahaya. Sehingga jalur Gunung Everest yang sudah ekstrem semakin menjadi karena adanya perubahan iklim. Hal ini perlu diperhatikan dengan baik termasuk buat lo. Inilah beberapa dampak Gunung Everest terhadap perubahan cuaca ekstrem.

1. Semakin Berbahaya

Image source: shutterstock.com/prudek

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, dampak paling mencolok dan terlihat dari perubahan cuaca ekstrem terhadap Gunung Everest adalah medan yang kian berbahaya. Mayoritas pendaki gunung tahu betul kalau summit di gunung ini perlu jam terbang tinggi. Sehingga semakin terbiasa dan setidaknya bisa melakukan pertolongan pertama kalau ada kejadian nggak diinginkan. Namun karena adanya perubahan ekstrem, sejago apapun teknik lo nggak akan memprediksi masa depan.

Karena bisa saja terjadi longsor salju hingga badai. Bahkan warga lokal Nepal atau yang disebut sherpa sering menjadi korbannya. Padahal mereka sudah biasa bolak-balik Gunung Everest. Biasanya proses gletser mencair terprediksi, tapi karena cuaca semakin panas pencairan juga akan semakin cepat. Nggak hanya itu, lapisan es purba yang tebal kini telah tipis seperti yang bisa lo lihat di Khumbu Icefall. Padahal jalur ini satu-satunya rute untuk mencapai puncak dari gerbang selatan.

2. Tingginya Kasus Kematian

Image source: shutterstock.com/tupianlingang

Seiring medan yang semakin berbahaya, kasus kematian di Gunung Everest juga semakin meningkat. Dalam seratus tahun terakhir, tercatat terjadi kasus kematian paling fatal sepanjang sejarah. Salah satu penyebab yang paling berpengaruh adalah perubahan iklim. Seperti di tahun 1970, enam orang tewas dalam longsoran gletser di Khumbu Icefall. Kemudian tahun 1996, 12 orang tewas karena badai salju dan kasus kematian lainnya.

Seperti yang bisa lo lihat sendiri, kasus kematian di sini disebabkan oleh longsoran gletser yang mencair hingga badai salju. Tercatat hanya tiga tahun saja, Gunung Everest nggak memakan korban diantaranya tahun 1965, 1971, dan 1985. Bahkan saking banyaknya kasus, banyak pula mayat yang nggak dievakuasi. Mereka terkubur dalam es keabadian. Tapi karena cuaca panas, lo akan bisa melihat kembali tumpukan jenazah yang sudah lama terkubur. Mengerikan banget bukan?

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Trending #Wilderness #Hiking #Extreme

Source:https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20211106105803-269-717455/perubahan-iklim-membuat-pendakian-everest-kian-mematikan/1

0 Comments

Comment
Other Related Article
canyoning

Seluk Beluk Canyoning, Wisata Ekstrem untuk . . . .

25 January 2022

News

jenis mata angin

Gak Cuma Kompas, Ini Jenis-jenis Penunjuk . . . .

10 January 2022

News

fenomena astronomi

Fenomena Astronomi yang Diperkirakan Terjadi di . . . .

01 January 2022

News

Gunung Semeru

Mengulik Sejarah Erupsi Gunung Semeru yang . . . .

29 December 2021

News

Rabbit and Wheels

Rabbit and Wheels, Brand yang Jaketnya . . . .

20 December 2021

News

minuman khas Natal

Minuman Khas Natal dari Berbagai Negara, . . . .

13 December 2021

News

penyakit traveling

Penyakit Ini Harus Paling Diwaspadai Oleh . . . .

06 December 2021

News

larangan minum air

Negara Melarang Keras Minum Air dari Alam Bebas

30 November 2021

News

Istilah camping

Jangan Ngaku Pencinta Alam Kalau Gak . . . .

27 November 2021

News

Tawangmangu

Tawangmangu Dijadikan Destinasi Wisata Kesehatan Indonesia . . . .

18 November 2021

News

1 /