Close burger icon

HELLO THERE, SUPER USER !

Please Insert the correct First Name
Please Insert the correct Last Name
Please Insert the correct Phone Number
Please Insert the correct User ID
  • Contain at least one Uppercase
  • Contain at least two Numbers
  • Contain 8 Alphanumeric
Please Insert the correct Email Address
Please Insert the correct Email Address

By pressing Register you accept our privacy policy and confirm that you are over 18 years old.

WELCOME SUPER USER

We Have send you an Email to activate your account Please Check your email inbox and spam folder, copy the activation code, then Insert the code here:

Your account has been successfully activated. Please check your profile or go back home

Reset Password

Please choose one of our links :

Ternyata, Musik Metal Punya Manfaat Besar Bagi Kesehatan Mental

Author :

Article Date : 29/01/2021

Article Category : Super Buzz

Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa musik dapat memengaruhi perasaan hati seseorang. Seperti musik pop yang romantis kala jatuh cinta. Musik metal untuk melepaskan agresi dan emosi yang berlebih. Namun, apakah musik juga punya dampak yang baik bagi kesehatan, terutama untuk musik metal? Bagaimana bisa musik metal yang cadas, keras, dan kadang bikin bising telinga orang-orang ternyata punya dampak yang baik bagi kesehatan?

Menurut studi yang dilakukan di berbagai universitas di luar negeri, musik metal punya manfaat untuk membantu para pendengarnya lebih mengerti tentang dirinya sendiri. Kerap kali digunakan sebagai medium untuk meluapkan emosi, musik metal membantu pendengarnya untuk memiliki kepribadian yang lebih peka atau sensitif terhadap perubahan yang terjadi pada diri sendiri. Hal ini penting mengingat kesehatan mental merupakan sebuah isu yang cukup mengkhawatirkan. Musik metal yang punya karakteristik cadas, keras, bertempo cepat, dan dinamis ini juga bisa jadi sebuah sumber inspirasi bagi para penikmat musik metal yang memang punya kegiatan cukup aktif dalam kesehariannya.

Di Australia sendiri, terdapat sebuah riset tentang dampak musik metal bagi kesehatan mental dengan menggunakan kelompok usia muda sebagai partisipannya. Di dalam riset tersebut diketahui bahwa musik metal mampu membuat anak-anak muda di usia 18 hingga 34 tahun memproses perasaan dan kondisi emosionalnya secara lebih sehat. Dalam riset tersebut, sekitar 39 partisipan mengikuti sebuah sesi curhat secara bersama-sama sembari mendengarkan musik metal. 

Dalam sesi curhat yang ditemani oleh musik metal tersebut, para partisipan bebas mengutarakan keresahan yang dialaminya, mulai dari masalah finansial, pekerjaan, keluarga, hingga hubungan percintaan masing-masing. Sesi curhat tersebut dibagi ke dalam dua kelompok yang berlangsung selama 10 menit. Kedua kelompok tersebut mendapatkan treatment dengan cara satu kelompok mendengarkan musik metal, sementara kelompok lainnya tidak mendengarkan musik sama sekali. Treatment tersebut dilakukan secara bergantian. Hasil dari riset tersebut membuktikan bahwa dengan mendengarkan musik metal, penyampaian curahan hati yang dilakukan partisipan cenderung tidak menunjukkan kesan penuh amarah. Bahkan para partisipan lebih menunjukkan perilaku yang tenang saat mengutarakan keresahan yang dirasakan oleh masing-masing.

Untuk membuktikan tentang dampak kesehatan, terutama kesehatan mental yang hadir melalui musik metal, seorang peneliti sengaja datang ke sebuah konser musik metal. Kunjungan sang peneliti tersebut hadir tanpa atribut yang identik dengan musik metal itu sendiri. Setelah mendatang konser musik metal tanpa atribut yang melambangkan sebagai seorang penggemar, sang peneliti tersebut menemukan sebuah perasaan yang tenang. Dirinya menemukan bahwa skena musik metal tidak mengenal perbedaan. Setiap orang bisa diterima selama mereka memang memiliki niat untuk menikmati konser musik metal itu sendiri. Dirinya merasa diterima oleh para penikmat musik metal lainnya di konser tersebut.

Secara umum, baik musik metal atau genre musik lainnya mampu menjadi pilihan yang baik dalam memproses keadaan mental masing-masing orang. Hal tersebut bisa direpresentasikan dengan baik melalui lirik yang diutarakan atau melalui permainan musiknya yang dinamis. Musik juga kerap kali jadi pilihan dalam metode terapi yang membantu orang dalam mengatur emosinya sendiri sehingga mampu mengidentifikasi serta mengerti perasaan yang sedang dialami. 

Untuk metode terapi, menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2012, musik metal mampu membantu para pasien meredakan rasa sakit. Hal ini terjadi berkat kekuatan musik yang mampu mengalihkan fokus seseorang, sehingga bisa meredakan rasa sakit yang dirasakan sejenak. Penelitian ini dilakukan pada penderita penyakit kronis. Melalui penelitian tersebut terbukti, setidaknya dengan mendengarkan musik metal 2 kali dalam sehari, para pasien mampu mengurangi rasa sakitnya dalam masa penyembuhan. Hal ini juga jadi sebuah terobosan baru dalam proses rehabilitasi penyakit. Dengan penelitian tersebut, akhirnya musik metal mampu jadi sebuah alternatif dalam lingkup medis untuk mengurangi penggunaan opioid atau obat penenang dan penghilang rasa sakit yang dapat menyebabkan adiksi bagi para pasien yang sedang melangsungkan proses pemulihan.

Proses emosi yang lebih baik berkat mendengarkan musik metal juga membuat orang lebih gampang merasa bahagia. Selain itu, karena musik metal identik dengan permainan musik yang cepat, lagu-lagunya juga bisa jadi teman yang baik dalam melakukan aktivitas olahraga. Komposisi musik yang cepat dan keras seakan mampu membuat badan bisa berolahraga lebih semangat Musik metal juga mampu menjadi sebuah pengalihan yang membuat aktivitas fisik seperti olahraga tidak terlalu terasa. 

Musik metal memang punya peran yang baik dalam mengolah kondisi kesehatan mental seseorang. Namun, musik metal juga punya aspek yang kurang baik juga untuk kesehatan fisik. Gerakan head bang merupakan salah satu gerakan yang diasosiasikan dengan musik metal. Head bang merupakan sebuah gerakan di mana seseorang menghentakan kepalanya dari atas ke bawah. Gerakan yang identik dengan musik metal ini ternyata jika dilakukan secara ekstensif mampu menghadirkan risiko cidera yang cukup parah. Terutama pada bagian leher. Risiko cidera leher tersebut lahir jika seseorang melakukan head bang selama 130 kali per menit sambil mendengarkan musik metal. Selain itu, jika gerakan head bang dilakukan selama 146 kali dalam satu menit, hal tersebut dapat menyebabkan sakit kepala yang berujung pada stroke dan cidera otak traumatis. Guna mencegah cidera parah, para peneliti menganjurkan agar para penikmat musik metal tidak terlalu sering melakukan gerakan head bang dalam kecepatan tinggi dan waktu yang lama.

ARTICLE TERKINI

Tags:

#Musik Metal # kesehatan mental # musik cadas # head bang

0 Comments

Comment
Other Related Article
Pale Waves Beri Bocoran Sedang Garap Album Ketiga

Pale Waves Beri Bocoran Sedang Garap Album Ketiga

16 October 2021

Super Buzz

The Panasdalam Bank Awali EP Baru dengan Single ‘Kamu Orang Gula’

The Panasdalam Bank Awali EP Baru . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Mari Rayakan Semangat Hellprint: Spirit Of The Decade

Mari Rayakan Semangat Hellprint: Spirit Of . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Tips dan Langkah-langkah Membuat Studio Rekaman di Rumah

Tips dan Langkah-langkah Membuat Studio Rekaman . . . .

16 October 2021

Super Buzz

Bangkutaman Rilis Album Ketiga Setelah Penantian Lama

Bangkutaman Rilis Album Ketiga Setelah Penantian . . . .

15 October 2021

Super Buzz

Placebo Rilis Single Baru setelah 5 Tahun Lamanya

Placebo Rilis Single Baru setelah 5 Tahun Lamanya

15 October 2021

Super Buzz

5 Teknik Bernyanyi yang Bantu Jaga Vokal Tetap Prima

5 Teknik Bernyanyi yang Bantu Jaga . . . .

15 October 2021

Super Buzz

“Same Shoes, No Company” Lanjutan Langkah BAP Menyambut Album Baru

“Same Shoes, No Company” Lanjutan Langkah . . . .

14 October 2021

Super Buzz

Ada Paul Pogba di Panggung Burna Boy

Ada Paul Pogba di Panggung Burna Boy

14 October 2021

Super Buzz

Inilah 5 Lagu Rock yang Terinspirasi Film Horor

Inilah 5 Lagu Rock yang Terinspirasi Film Horor

14 October 2021

Super Buzz

1 /